
Saat ini mereka tengah selesai melakukan ritual mandinya. Erlan menepati janjinya yang hanya akan mandi bersama saja dengan Asyila. Kini Asyila sudah menggunakan pakaian lengkap longdress berwarna navy dengan motif bunga tak lupa hijab dengan warna senada. Begitupun Erlan yang kini sudah rapi dengan pakaian santainya.
Asyila mengerinyitkan dahinya."Loh mas ga ke Kantor ? Ini udah telat loh mas."tanya Asyila sambil melirik jam di kamar mereka
"Mas emang ga akan ke Kantor kok Yank, kan hari ini Kakak ipar lamaran masa iya mas ga temenin kamu."ucap Erlan sambil memegang dagu Asyila
"Loh terus kerjaan kamu gimana ? Emang kamu ga sibuk ?"tanya Asyila
Erlan tersenyum."Ada Aldo yang bisa mengatur semuanya. Lagian mas sudah suruh Mitha untuk mereschedule beberapa pertemuan ke hari Senin ko. Jadi untuk hari ini hingga Minggu, mas cuma akan menemani istri mas yang cantik ini."jelas Erlan sambil menggoda istrinya.
"Mas ih apaan sih gombal mulu ah."ucap Asyila sambil membuang pandangannya dari Erlan.
Erlab ambil kembali dagu Asyila."Hei godain istri sendiri ga salah lagian Yank."ucap Erlan lalu mencium bibir Asyila
Asyila membulatkan matanya. Mesum sekali suaminya pagi ini."Ih mas cium-cium terus ih, mesum banget sih."ucap Asyila sedikit merenggut kesal
"Semua yang ada di tubuh kamu bikin aku candu Yank."bisik Erlan menggoda.
"Ih udah ah mas malu tau"ucap Asyila lalu berjalan meninggalkan Erlan
Segera Erlan mempercepat langkahnya. Saat Asyila akan keluar dari kamar, Erlan lalu memeluknya dari belakang.
"Kenapa malu ? Bahkan mas sudah hafal betul semua yang ada di tubuh kamu, Sayang."ucap Erlan yang masih memeluk Asyila
"Iya deh iya mas udah ah lebih baik kita sekarang segera ke rumah Mama."ajak Asyila berniat mengalihkan obrolannya dengan Erlan.
"Semoga dia segera hadir ya Sayang."harap Erlan sambil mengelus lembut perut istrinya.
"Aamiin Amiin Yaa Rabb, semoga Allah kasih kepercayaan secepatnya ya mas."harap Asyila
"Yaudah mas tunggu di mobil ya Yank."ucap Erlan lalu meninggalkan Asyila, namun sebelumnya ia kecup dahi dan bibir Asyila.
"Dasar..."ucap Asyila sambil tersenyum karena tingkah suaminya.
🌹🌹
__ADS_1
Nayla tengah memakirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia berniat untuk pergi ke rumah Arkan saat ini, namun di tengah perjalanan mobilnya mendadak mogok tak tau apa sebabnya.
Duh ni mobil ga biasanya mogok deh. Mana taksi dari tadi susah lagi.Gerutu Nayla
Nayla tengah menunggu taksi sedari 15 menit yang lalu. Sebenarnya ia sudah menghubungi Erlan agar bisa menumpang di mobilnya, namun Kakaknya itu akan sedikit memakan waktu untuk sampai di jalan itu karena jalanan yang Erlan lalu mengalami kemacetan panjang.
Duh nih taksi kok ga ada dari tadi. Haduh gimana ini ? Apa coba pesen ojek online aja ya ?Gumam Nayla
Tak lama mobil berwarna hitam berhenti di hadapannya. Seseorang keluar dari mobil itu, Nayla sempat terkagum pada sosok yang saat ini menuju ke arahnya.
K-k-Kak Bagas....Gumam Nayla
"Hai kamu Nayla kan ? Adiknya Kak Erlan ?"tanya Bagas
Nayla terkesiap."I-i-iya Kak. Kakak sahabatnya kak Syila ?"tanyanya sambil tersenyum
"Iya benar aku sahabatnya Asyila. Oh iya mobil kamu kenapa ?"tanya Bagas
"Hmm mobilku mogok Kak, aku sudah panggil montir sih sekitar 5 menit lagi ia akan sampai. Aku mau naik taksi cuma dari tadi ga nyangkut terus, baru aja mau coba pesen ojek online."jelas Nayla
"Aku mau ke rumah kak Arkan, kebetulan aku mau ikut hadir ke acara lamarannya sama kak Amanda. Mama dan Papa gabisa hadir jadi aku yang mewakili mereka."ucap Nayla sambil tersenyum.
"Tujuan kita sama kok Nay. Gimana kalo kamu bareng aku aja ?"ajak Bagas
"Apa gak merepotkan kak ?"tanya Nayla
"Tentu enggak kok Nay. Yuk naik."ajak Bagas
Tak lama kaca mobil bagian depan terbuka."By udah ?"tanya wanita di dalam mobil itu.
Senyum Nayla yang sedari tadi menghiasi bibirnya menghilang saat melihat ada wanita di mobil Bagas. "Ayo Nay naik."ajak Bagas yang membuyarkan lamunan Nayla
"I-iya Kak."ucap Nayla dengan segera menaiki mobil Bagas
Dalam perjalanan Nayla tak banyak bicara. Ia fokus pada gadget di tangannya. Dadanya sesak melihat pemandangan di hadapan matanya. Bagas tengah menggenggam erat wanita itu. Nayla cemburu namun ia tak dapat mengungkapkan perasaannya.
__ADS_1
"Oh iya Nay, aku sampe lupa belum memperkenalkan dia ke kamu. Kenalkan ini Ajeng pacarku."ujar Bagas
Nayla tersenyum paksa."Halo Kak namaku Nayla, adik dari suami sahabatnya kak Bagas."ucap Nayla ramah
"Hai aku Ajeng, pacarnya Bagas. Salam kenal ya.."ujar Ajeng
Bagas hanya melirik kedua wanita itu dan tersenyum. Ia sesekali melirik wanita di belakang mobilnya melalui kaca spion. Dilihatnya wanita itu masih fokus pada gadgetnya. Entah apa yang dirasakan oleh Bagas, melihat Nayla yang hanya fokus pada gadgetnya membuat hatinya sedikit sesak.
Haduh Bagas jantung lo ni kenapa lagi, dada juga tiba-tiba sesek gini. Gue sakit kali ya.Gumam Bagas
"By kamu kenapa ?"tanya Ajeng yang sedari tadi memperhatikan Bagas yang sedang melamun.
"Hah ? Aku ? Gapapa ko Sayang."ujar Bagas yang kembali dari lamunannya.
"Jangan melamun, kamu lagi nyetir bahaya."ucap Ajeng mengingatkan sambil mengelus pundak Bagas
"Iya Sayang maaf ya."ucap Bagas yang hanya melirik sekilas Ajeng lalu kembali melihat jalanan.
Haduh rasa jadi patung gue liatin keuwuwan mereka.Gerutu Nayla
20 menit waktu perjalanan yang mereka tempuh. Akhirnya mobil Bagas sampai di kediaman Arkan. Setelah mengucapkan terimakasih, Nayla segera keluar dari mobil itu. Ia percepat langkahnya karena tak kuasa melihat kedekatan Bagas dengan pacarnya.
"Assalamu'alaikum Ma.. Pa.. bang Arkan."ucap salam Asyila sambil mengetuk pintu rumah Arkan
Pintu terbuka menampilkan pria paruh baya beserta istrinya."Walaikumsalam Nayla akhirnya kamu sampai juga dek, mama sempat khawatir"ucap mama Vera sambil tersenyum
Nayla menyalami kedua paruh baya itu." Papa dan Mama sehat ? Maaf Nay terlambat tadi ada sedikit masalah di jalan."ucap Nayla pada kedua orang tua Asyila dan Arkan yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya juga. Mereka lalu masuk ke dalam rumahnya.
"Masalah ? Ada apa dek ?"tanya papa Andhika
"Mobil Nay mogok Pa, tadi Nay coba buat tunggu taksi cuma ya gitu ada penumpangnya terus."ujarnya sambil mendudukkan bokongnya di kursi.
Arkan baru saja menuruni tangga dan melihat jika Nayla sudah berada di ruang tamu bersama keluarganya."Loh adek udah sampe ? sejak kapan ?"tanya Arkan
Nayla berdiri lalu menghampiri Arkan dan memeluknya."Abang... Nay kangen"ujarnya manja
__ADS_1