Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Fitting Baju


__ADS_3

Pagi ini Asyila tengah sibuk dengan peralatan dapurnya. Ia berniat membuat nasi goreng dan capcay sayur untuk menu mereka sarapan kali ini. Ia tengah sibuk memainkan spatula di atas wajah hingga dikagetkan dengan sepasang tangan yang melingkar di perutnya.


"Morning Sayang..."panggil Erlan mesra sambil mencium pipi Asyila


"Morning too mas, tunggu di meja makan ya mas."pinta Asyila


"Engga mau pengennya peluk kamu terus sayang."ujar Erlan semakin mengeratkan pelukannya.


"Tapi aku kesulitan mas, tunggu di meja makan ya.. please"pinta Syila yang masih fokus dengan masakannya.


"Cium dulu.."pinta Erlan manja.


Asyila membalikkan badannya lalu mencium sekilas pipi dan bibir Erlan."Udah ya... tunggu di meja makan sana"ujar Asyila sambil tersenyum.


Erlan melangkah pergi menuju meka makan, disana juga sudah ada Vino yang sedang duduk manis menunggu kehadirannya.


"Papa..."ujar Vino


"Selamat pagi nak, hmm anak papa sudah tampan begini."puji Erlan.


"Vino kan mau sekolah papa biar jadi anak pintar."ujar Vino


"Hmm pintar banget anak papa."ujar Erlan yang dibalas senyuman manis dari Vino


Asyila tak lama menghampiri keduanya di meja makan. Ia sudah meletakkan semua menu sarapan itu yang ditata begitu rapi. Saat ia sedang menyiapkan untuk keduanya, tiba-tiba pandangannya sedikit mengabur hingga badannya sedikit limbung.


"Awhh.."keluh Asyila sambil memegang kepalanya


Erlan bangkit dari duduknya, lalu memegang bahu Asyila."Sayang kenapa hm ? kamu sakit ?"tanya Erlan khawatir.


"Aku gapapa mas, cuma pusing dikit aja."ujar Asyila sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kita ke dokter aja ya sayang, lihat tuh muka kamu pucet juga."ajak Erlan dengan nada khawatir.


"Gak perlu mas, aku istirahat aja pasti pusingnya hilang. Kayanya aku masuk angin aja. Gausah khawatir ya."ujar Asyila.


" Vino gak mau berangkat sekolah Pa, mau jaga mama aja."ujar Vino


"Loh sayang ko gitu ? Mama baik-baik aja nak, gausah khawatir ya. Mama cuma masuk angin aja kayanya."ujar Asyila sambil berlutut di depan Vino.


"Tapi Ma..."ujar lirih Vino


"Udah Mama gapapa sayang, mama cuma perlu istirahat. Vino harus sekolah supaya jadi anak yang pintar."pinta Asyila


"Iya Ma.."ujarnya sedikit menunduk.


"Sayang tapi kalo ada apa-apa, kamu harus segera kabari mas ya "pinta Erlan


"Pasti mas... Yaudah kalian sarapan terus segera berangkat ya."titah Asyila


"Siap Mama..."ucap Vino dan Erlan bersamaan.


🌹🌹


Siang ini Asyila tengah berada di salah satu butik ternama di Jakarta bersama Amanda. Ia mengantar sahabatnya itu untuk fitting baju pengantin. Mereka kini sudah sampai di sana, Amanda tengah mencoba berbagai gaun pengantin yang disiapkan oleh designer butik itu.


"Syil gimana ?"tanya Amanda yang saat ini tengah mengenakan rancangan gaun terakhir.


"MashaAllah cantik banget kamu Manda, niha pasti kak Arkan ga berkedip liat kamu."puji Asyila


"Bisa aja deh kamu Syil, jadi malu aku."ucap Amanda malu.


"Tapi bener kok yang dibilang Syila, kamu cantik Manda."puji designer itu.

__ADS_1


"Makasih ya mbak."ujar Amanda


Setelah selesai dengan urusan fitting baju pengantin, keduanya tengah berada di restoran untuk makan siang. Asyila memesan banyak menu makanan hingga membuat Amanda terheran.


"Syil kamu gak salah pesen makasan sebanyak itu ?"tanya Amanda dengan heran.


"Enggak kok Manda, aku lagi seneng makan dan akhir-akhir ini lahap banget pokoknya kalo makan."ujar Asyila


"Kamu ga aneh sama perubahan sikap kamu Syil ?"tanya Amanda lagi


"Aneh gimana sih Manda, aku biasa aja kok. Mungkin emang lagi seneng makan aja sekarang."ujar Asyila


"Tapi Syil keliatannya muka kamu pucet gitu sih, kamu lagi sakit ?"tanya Amanda.


"Aku lagi males pake make up aja, sama pusing dikit doang. Gapapa kok Manda."ujar Asyila


Amanda semakin yakin jika kini Asyila tengah mengandung, dilihat dari beberapa perubahan yang Asyila alami belakangan ini.


"Setelah ini kita ke dokter yuk Syil, periksain kondisi kamu."ajak Amanda


Asyila mengerinyitkan dahinya "Loh mau ngapain ke dokter ? Aku baik-baik aja Manda."tolak Asyila


"Kamu emang gak mau memastikan sesuatu Syil ?"tanya Amanda


"Memastikan apa ?"tanya Amanda tak mengerti.


"Maaf ya Syil jika kamu merasa aku terlalu so tau, tapi aku rasa kamu.."ucapnya tertahan karena Asyila memotongnya


"Udah Manda aku gak apa-apa, lagipula kalo emang aku sakit pasti aku ke dokter kok."ujar Asyila


"Tapi Syil.."ujar Amanda tertahan

__ADS_1


"Udah makan yuk aku laper."ujar Asyila yang kemudian menyantap makanannya.


Kenapa perasaanku merasa jika kamu sedang mengandung ya Syil.batin Amanda


__ADS_2