
Asyila kini sedang duduk di kursi taman menunggu Vino dan Erlan datang. Dia sesekali melirik orang-orang yang berlalu lalang di hadapannya. Tak lama seseorang memanggilnya dengan berteriak.
"Bunda......." teriak Vino
"Sayangnya bunda." ucap Asyila seraya menoleh lalu berdiri.
"Vino kangen bunda, sangat rindu bunda"ucapnya seraya memeluk erat Asyila.
"Bunda juga kangen kamu sayang, bagaimana kamu senang kita bisa bertemu hari ini ?"ucap Syila seraya berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan Vino.
"Vino sangat senang bunda, sedari tadi Vino sudah tidak sabar bertemu bunda."ucapnya sambil memeluk Syila.
"Bunda juga senang sekali bertemu dengan anak tampan bunda, hmm kita makan ice cream di kedai itu yuk, Vino mau ?"
"Ayo bunda, Vino ingin ice cream rasa coklat dan vanila boleh?"
"Boleh dong, let's go boy" ucap Asyila seraya memegang erat tangan Vino.
Sementara Erlan, pria itu sedari tadi hanya diam dan memasang wajar datar dan dingin. Entahlah apa yang sedang Erlan pikirkan saat ini. Apa sedang memikirkan pekerjaan ? Atau memikirkan soal Asyila ? hanya Erlan yang tau.
Terlalu sibuk dengan lamunan dan bergelut dengan pikirannya sendiri, Erlan sedikit terlonjak ketika Asyila menepuk bahunya.
"Kak.." panggil Asyila
"Ada apa?" ucapnya datar.
"Kaka sedang memikirkan apa ? aku perhatikan sedari tadi hanya melamun." ucap Syila
"Tak usah pedulikan urusanku, urus saja urusanmu." ketus Erlan.
"Aku tidak bermaksud ingin tahu kak, hanya saja yang aku lihat sedari tadi kaka seperti sedang badmood." ucap pelan Asyila
"Dasar wanita emang, ga peka" gumam Erlan.
"Kaka mengatakan sesuatu ?" tanya Asyila
"Tidak ada, sudahlah lebih baik kau jaga saja Vino dan bermain sepuasnya dengan Vino, tak usah memikirkan aku. Aku akan menunggu kalian disini." ucap datar Erlan
"Terserah kaka saja lah." ujar Asyila
__ADS_1
Kenapa kamu ga peka sih Syil ? aku seperti ini karena kamu. Emang dasarnya kamu dari dulu udah ga peka. Batin Erlan.
Asyila dan Vino kini sudah mendapatkan ice cream yang mereka inginkan. Ya tadi kedai ice cream itu cukup antri membuat mereka harus sedikit bersabar dan menunggu. Kini keduanya sedang berjalan dengan salah satu tangan mereka berpegangan dan satu lagi memegang ice creamnya.
"Papa.." panggil Vino
"Bagaimana sudah dapat ice creamnya ? Vino senang nak?"
"Sudah Papa, Vino senang sekali karena bunda mau bertemu dengan Vino dan mengajak Vino membeli ice cream ini." antusiasnya
"Yasudah habiskan ice creamnya kalau begitu, Vino memang anak pintar." ucapnya seraya mengelus kepala Vino
"Vino boleh bermain bersama anak-anak itu Papa ? Vino ingin bermain bola juga."
Bukan Erlan yang menjawab justru Asyila tiba-tiba merespon permintaan Vino. " Boleh ko sayang, kamu bisa main bersama anak-anak itu, tapi ingat hati-hati ya, jangan jauh dari pandangan Papa dan Bunda." ucap Asyila.
"Oke Bunda" ujarnya dengan tangan membentuk huruf O.
Sementara itu Vino sedang asik bermain dan tak luput dari pengawasan Erlan dan Asyila. Keadaan saat ini benar-benar canggung, tak ada yang memulai obrolan hingga akhirnya Asyila yang membuka percakapan mereka terlebih dahulu.
"Hmm Kak Erlan baik-baik saja ?" tanya Asyila
"Siang tadi baik-baik aja, namun setelah makan siang moodku berantakan." ucap datar Erlan
10 menit kemudian Asyila kembali dengan satu tangan membawa ice cream rasa coklat.
"Ambilah ini kak" menyodorkan ice cream ke hadapan Erlan
"Aku bukan anak kecil Syil yang harus kau tawari ice cream. Aku tidak mau." tolak Erlan
"Ayolah Kak, ini sebagai obat ampuh agar mood Kaka kembali baik." bujuk Asyila
"Aku sedang kesal dan badmood bukan karena ingin ice cream tapi suasana hatiku yang tidak baik." ketus Erlan
"Justru itu, aku pernah membaca sebuah artikel kak, dan disana dijelaskan kalau coklat bisa mengembalikan mood kita jika mood kita dalam keadaan tidak baik. Aku hanya membantumu untuk itu kak, sedari tadi aku lihat kaka begitu tidak bersemangat dan sepertinya sedang menahan kekesalan. Jadi ambilah ice cream ini dan aku harap hati kaka bisa sedikit lebih baik." jelas Asyila
Erlan berpikir sejenak, namun akhirnya ia pun menerima ice cream itu dan tak lama ia pun menghabiskannya dalam waktu yang singkat.
"Bagaimana ? sudah lebih baikkah ?" tanya Asyila yang kini duduk di samping Erlan
__ADS_1
"Ya sedikit lebih baik"ucap Erlan
"Kalau aku boleh tau, sebenarnya ada apa dengan Kaka ? Kenapa mood kaka bisa sampai sejelek tadi ?"tanya Asyila seraya menoleh menatap Erlan
"Aku ingin mencari pendamping untuk hidupku dan Vino ke depannya."ujar Erlan
DEG
Perkataan Erlan sedikit membuat perasaan dan hati Asyila mendadak sesak, ada sesuatu yang ingin dia keluarkan dari sudut matanya namun Asyila mencoba untuk menyembunyikan kesedihannya.
"Itu hal yang baik dan menurutku akan membuat Vino senang jika dia akan mendapatkan ibu sambung."ujar Asyila dengan senyum terpaksa
"Ya tadi mama menelponku untuk memberitahu bahwa jika tidak ada halangan aku akan dijodohkan dengan anak teman kantor dari Papa." ujar Erlan
DEG
Pernyataan Erlan kali ini semakin membuat hati Asyila berdenyut. Erlan akan dijodohkan ? berarti itu artinya Asyila memang harus mundur sejauh-jauhnya sekarang dan mulai perlahan untuk melupakan janji yang pernah Erlan buat dulu. Asyila sedikit memalingkan wajahnya dan di detik itu air matanya jatuh tanpa izin dari balik mata indahnya.
Ya Allah sakit sekali, inikah yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan ? Ya Allah inilah jawaban dari setiap do'aku selama ini ? batin Asyila.
Asyila menghapus sisa air mata yang tersisa di pipinya dan kembali menoleh pada Erlan.
"Aku ikut bahagia Kak jika kaka punya niat baik seperti itu, apalagi yang kaka pikirkan adalah kehidupan Vino kedepannya. Bagaimanapun Vino juga perlu sosok seorang Ibu dalam dirinya. Aku akan selalu mendukung segala langkah baikmu kak" ucap Asyila
"Awalnya aku ragu Syil menerima tawaran untuk dijodohkan dengan perempuan itu, karena sebenarnya aku juga sudah menemukan wanita yang selama ini aku idamkan, tapi mungkin Allah tidak menakdirkan kami untuk bersama. Allah menunjukkan padaku jika ternyata wanita idamanku itu sudah memiliki calon pendamping." ujar Erlan dengan tatapan datarnya.
"Oh biar aku tebak, kaka badmood karena tadi melihat wanita itu bersama dengan calon pendampingnya ?" tanya Asyila
"Ya kau benar, bahkan mereka terlihat begitu akrab. Aku sebenarnya ingin menanyakan siapa pria itu, tapi aku sudah bisa menebak dari cara mereka berinteraksi satu sama lain, hubungan mereka sangat akrab. Jadi saat ini juga aku kembali berpikir dan menimbang mungkin aku lebih baik menerima tawaran Mama." ucap Erlan
"Jika kalian berjodoh Allah pasti akan dekatkan kak, kaka berdoa saja jika pilihan Mama nanti adalah yang terbaik untuk kaka dan Vino."ujar Asyila
"Tentu Syil, aku akan belajar melupakan wanita idamanku itu dan akan memulai untuk lebih mengenal wanita yang akan mama kenalkan nanti. Terimakasih ya Syil karenamu moodku sekarang sedikit lebih baik." ujar Erlan
"Tenang saja kak, pokonya aku selalu dukung kaka.. Aku ikut bahagia deh." ujar Asyila dengan senyum terpaksa
Kau sebahagia itu Syil mendengar aku akan dijodohkan dengan wanita lain ? Mungkin benar kamu memang tidak pernah memiliki perasaan untukku, kamu sudah menemukan pria tepat untuk hidupmu nanti. Lagipula mungkin selama ini aku yang terlalu terbawa hati dan perasaan menganggap kamu akan menunggu aku menepati janjiku untuk mengikatmu dalam ikatan pernikahan yang pernah aku janjikan dulu. Apa aku bisa menghilangkan rasa cintaku ini untukmu Syil ? Apa aku bisa melupakan cinta pertamaku ? Apa aku bisa memulai hidup dengan orang yang tidak aku cintai, karena selamanya hatiku hanya akan diisi oleh namamu Asyila Luthfia Gunawan. Batin Erlan yang masih menatap Asyila begitu dalam.
Ya Allah sakit sekali hati ini mendengar jika dia menerima untuk dijodohkan, seperti inikah kisah cintaku ? Ya aku bisa merasakan bagaimana sakitnya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Apa aku bisa melupakanmu Kak ? melupakan janji yang kamu buat dulu ? Ikatan pernikahan yang kau janjikan 8 tahun lalu sepertinya itu hanya janji manis yang kau ucapkan. Tapi kenapa aku menganggap itu semua sebagai janjimu yang perlu aku tunggu. Bisakah perlahan aku mundur dan melupakan rasa cinta ini untukmu kak ? Andai kau tau betapa sakitnya hatiku saat ini kak. Batin Asyila.
__ADS_1
Keduanya sama-sama salah paham nih gimana ya ?🥺
Jangan lupa like n commentnya..🙏🙏