
Asyila mendadak terdiam, tatapannya terkunci pada satu objek di depan matanya. Ia terdiam sesaat lalu tak lama mengalihkan pandangannya ke bawah, tak mampu melihat apa yang ada di hadapannya.
Ya Allah kenapa disaat aku ingin belajar melupakannya, justru dia selalu hadir dihadapanku. Hatiku sudah rapuh Ya Allah.Batin Asyila
Arkan mengelus bahu adiknya, ia paham suasana hati dari Asyila saat ini. Arkan bahkan segera merangkul Asyila dan memberikan tatapan menenangkan.
"Kamu sabar dek, Kaka disini"ucap Arkan seraya mengelus bahu Asyila, Asyila hanya merespon dengan anggukan.
Tak lama pria yang sangat dihindari olehnya kini semakin mendekat dan sekarang ia bahkan sudah ada di hadapan Asyila.
Ekhem..
"Hai Syil.. Kamu juga ada disini ?"tanya Erlan
Asyila menghembuskan nafasnya dengan berat lalu mendongakkan kepalanya. "Iya Mas, sebenarnya Amanda itu sahabatku sejak SMA jadi aku pasti hadir di acara pentingnya. Apa kabar Mas ?"ucap Asyila yang terlihat sedikit canggung
"Aku sangat baik bahkan sangat bahagia. Hmm kamu pastinya sudah mengetahui soal kabar pertunanganku dengan wanita di sebelahku ini kan ?"sindir Erlan
"Sudah mas, Selamat ya untuk kalian berdua semoga kalian selalu bahagia."ucap Asyila sambil memaksakan senyumannya
"Oh Iya Syil dimana temanmu yang tempo hari bersama denganmu itu ? Lalu laki-laki di sampingmu ini siapa ?"ledek Melanie
"Hmm dia berhalangan hadir karena ada acara bersama keluarganya mbak, jadi aku kesini dengan.."ucap Asyila terpotong karena Melanie menyelanya
"Pacar kamu pasti kan ? Pacar keberapa ? Atau lelaki cadangan keberapa"ucap Melanie dengan senyum sinisnya
Dasar murahan, cewe gampangan.Guman Erlan
Bugh..
Arkan tiba-tiba memukul pipi Erlan. Ia sudah menahan amarahnya semenjak Melanie meledek adiknya itu.
"Brengsek lo, siapa yang lo bilang murahan ?"Arkab berucap sambil terus memukul Erlan
__ADS_1
"HAHAHAHAH sadar deh lo, cewe di samping lo itu kemarin gue liat jalan sama cowo lain."Ucap Erlan sambil berdiri menormalkanb badannya.
"Apa lo bilang ? gue ga bakal lepasin.."ucap Arkan yang akan memukul kembali Erlan
"Kak udah cukup jangan bikin keributan disini Syila mohon."ucapnya menahan tangan Arkan, Asyila menangis saat melihat pertengkaran antara Arkan dan Erlan.
"Kamu terima dibilang cewe gampangan hah ? Dia ngehina kamu tau ga, kaka ga terima, biar kaka kasih pelajaran lagi dia."ucap Arkan yang kembali ingin menghampiri Erlan
"KAK UDAH KITA PULANG SEKARANG"teriak Asyila
Asyila menarik tangan Arkan untuk pergi dari acara itu, namun saat melewati pria dan wanita yang sempat meledek adiknya dia berhenti sejenak.
"Gue ingetin sama lo, Asyila itu wanita terhormat bahkan bernilai. Lo bakal nyesel pernah menghina dia kaya tadi, kalo lo tau yang sebenernya lo pasti gabisa maafin diri lo sendiri. Ingetin juga calon tunangan lo buat jaga mulutnya. Cantik tapi ga punya otak heh"ucap Arkan sambil tersenyum sinis.
"Brengsek lo, gue ga bakal..."Erlan akan memukul Arkan namun ditahan oleh Melanie
"Sayang udah ya gausah berantem malu diliatin orang"ucap Melanie
Arkan berjalan untuk meninggalkan acara itu, namun saat melihat Amanda ia berhenti sejenak.
"Kak tidak apa-apa, Aku justru sangat mengkhawatirkan Asyila sekarang dia sepertinya sedang tertekan. Masalah acara ini tak perlu kakak pikirkan lebih baik Kakak sekarang tenangkan Asyila ya."ucap Amanda sambil tersenyum
"Saya permisi kalau begitu Amanda dan Om, sekali lagi saya minta maaf atas kekacauannya."undur Arkan
"Iya Kak Hati-hati"
Kini Arkan tengah berada di dalam mobil. Di sampingnya ada Asyila yang masih terdiam dan tak berniat mengeluarkan sepatah katapun. Arkan bergegas meninggalkan tempat itu.
Sepanjang perjalanan pulang Asyila hanya terdiam, melamun dan bahkan sepertinya tidak berniat untuk berbicara. Arkan berinisiatif memberhentikan mobilnya di sebuah taman.
"Dek, kita turun dulu yuk sebentar."ajak Arkan yang Asyila respon dengan anggukan.
Kini mereka sedang duduk di bangku taman, angin bergulir menerpa kulit dari mereka namun mereka bahkan enggan meninggalkan taman tersebut.
__ADS_1
"Sekarang cuma ada Kakak disini, cuma ada kita aja di Taman ini. Kaka tau kamu.."ucap Arkan terpotong karena tiba-tiba Asyila memeluknya sambil menangis
"Kenapa Kak ? Kenapa mas Erlan tega mengucapkan kata-kata itu, aku bukan cewe gampangan bukan cewe murahan juga. Aku... Hiks Hiks Hiks"Asyila menangis sedari tadi ia menahan diri agar tidak terlihat lemah di depan orang lain.
"Sutttt udah kamu jangan hiraukan ucapan si brengsek itu, ini tangisan terakhir kamu buat dia. Maaf tadi kaka gabisa nahan diri buat ga mukul tuh orang."ucapnya sambil terus menenangkan Asyila.
🌹🌹
Setelah kejadian di acara Amanda itu, Asyila sudah bertekad untuk belajar melupakan Erlan. Asyila hanya bisa mendoakan agar kehidupan Erlan ke depannya akan dikelilingi dengan kebahagiaan.
Aku harap kamu bisa bahagia dengan mbak Melanie ya mas. Semoga mbak Melanie bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk kamu dan Vino.Batin Asyila dalam doanya.
Kini Asyila tengah berada di Restoran favoritnya bersama Arkan. Ia baru selesai melakukan pertemuan dengan kliennya, dan berniat untuk makan siang bersama Kakaknya.
"Kak mau pesen apa ?"tanya Asyila
"Hmm samain aja lah sama kamu dek, apa aja kakak makan ko."Ucap Arkan yang masih fokus pada objek yang dilihatnya.
"Oke deh"ucap Asyila. Asyila mendongakkan kepalanya lalu melihat Arkan yang terus memandang ke arah meja lain, ia pun mengikuti pandangan itu dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Mbak Melanie.."gumam Asyila
"Kak itu mbak Melanie kan ?"tanyanya pada Arkan
"Iya cewe yang sama si Erlan tempo hari, tapi dek lihat deh sedang apa dia bersama pria itu bahkan mereka keliatannya mesra banget."ucap Arkan sedikit bingung.
Melanie kini tengah duduk bersama seorang pria, mereka terlihat begitu dekat bahkan si pria tak segan untuk mencium pipi si wanita.
"Sayang, sampai kapan aku harus liat kamu berduaan sama duda itu ?"tanya si pria
"Aduh Niko sayang sabar dulu ya tunggu sampai aku bisa menikah dengan si duda itu."ucap Melanie
"Tapi sayang aku sudah tak sabar untuk menikah denganmu"ucapnya sambil mengelus pipi Melanie
__ADS_1
"Kamu tenang aja, setelah aku nikah sama si duda itu aku bakal kuras abis harta dia terus aku tinggalin dia deh. Lagian juga aku ga cinta sama si duda itu mana anaknya juga bandel banget heuhh ga nyaman deh aku. Kalo bukan karena rencana aku mama dan papa buat ambil semua harta mereka ga bakal deh aku mau deket sama duda itu"ucap Melanie
Ya Allah jadi mbak Melanie mau berniat jahat sama keluarga mas Erlan ? Aku harus segera kasih tau mas Erlan.Batin Asyila