
Pagi menjelang, Asyila kini tengah menyiapkan secangkir kopi dan roti panggang untuk suaminya. Ia tersenyum melihat suaminya yang masih betah di dalam mimpinya. Ya tadi Erlan kembali tertidur setelah melaksanakan ibadah shalat shubuh waktu setempat.
"Mas bangun yuk, udah siang ini."ucap Asyila seraya mengelus pipi suaminya
"Hmmm masih ngantuk Yank"guman Erlan
"Mas bangun Yuk, nih udah aku buatkan kopi sama roti panggang. Katanya mas mau ajakin aku jalan-jalan"ucap Asyila sambil mengguncangkan bahu Erlan
Erlan masih tak bergeming, namun Asyila tak kehabisan akal. Ia dekatkan wajahnya pada wajah suaminya. Ia berniat mencium pipi Erlan, namun saat bibir Asyila sudah hampir bertemu dengan pipi Erlan, Erlan malah membalikkan mukanya dan tak lama kedua bibir mereka bertemu, ia sedikit ******* bibir istrinya itu. Asyila pun membalas tak kalah mesranya.
"Ishh mas mesum deh pagi-pagi"ujar Asyila setelah melepaskan ciuman mereka
"Vitamin pagi buat aku Yank, biar makin semangat ajak kamu jalan-jalan"ucap Erlan sambil menampilkan deretan giginya.
"Ish gombal deh, yaudah mas sekarang mandi terus habisin sarapannya. Aku udah pengen jalan-jalan sama mau beli buah tangan juga buat keluarga kita."ujar Asyila
"Siap istriku yang bawel"ucap Erlan yang kembali mencuri satu ciuman di bibir Asyila lalu ia berlalu ke kamar mandi
"Ishh dasar suami mesum"gerutu Asyila
Kini Erlan sudah selesai dengan ritual paginya, ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang casual yang semakin menambah kesan tampan untuk dirinya. Ia melihat istrinya tengah asik dengan telepon genggamnya, sesekali bahkan Asyila tertawa. Erlan menghampiri istrinya dan tak lupa ia hadiahi ciuman di dahi istrinya.
"Asik banget, lagi apa sih ?"tanya Erlan
"Nih anak kamu, barusan pas kamu mandi dia video call kamu yaudah deh aku angkat."ujar Asyila
Erlan melirik layar ponselnya, terlihat anaknya yang kini tengah tersenyum ada keduanya.
"Anak papa... good morning boy.."sapa Erlan
"Papa... Vino kangen sama Papa dan Bunda"ucap Vino yang terlihat senang
"Kami juga merindukan Vino, nak. Baik-baik sama Oma dan Opa ya"ucap Asyila
"Bunda.. apa adik Vino sudah ada ?"tanya polos Vino
Asyila tergelak, berbeda dengan Erlan yang menahan tawanya.
__ADS_1
"Hmm adiknya Vino..."ucap Asyila tertahan
"Adiknya Vino lagi dalam proses pembuatan sayang, makanya Vino doakan terus ya supaya Bunda cepet kasih adek buat Vino."ujar Erlan frontal
"Ih mas apaan sih ko ngomong gitu depan Vino"ucap Asyila sambil mencubit perut Erlan
"Aduhh sayang sakit ih, kamu main cubit aja deh."gerutu Erlan
Vino tertawa saat melihat Bunda dan Papanya bertengkar seperti itu.
"Papa lucu deh hihi takut sama Bunda"ucap Vino sambil tertawa
"Bunda kamu nih sayang malah cubit Papa"sanggah Erlan
"Papa kamunya nih seneng godain Bunda terus."ujar Asyila
Vino ayo nak, kita berangkat sekolah sekarang nanti terlambat.Ujar mama Vera
"Kamu mau berangkat sekolah sayang ?"tanya Erlan
"Sekolah yang rajin ya nak, turuti apa kata ibu Guru di Sekolah. Semangat sayang"ujar Asyila
"Iya Bunda.. bye Bunda"ucap Vino lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Ayo sayang kita jalan-jalan sekarang"ajak Erlan
"Iya mas ayo"jawab Asyila
🌹🌹
Kedua pengantin baru itu kini sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Paris. Asyila tengah sibuk memilih barang yang akan ia jadikan buah tangan untuk keluarganya di Indonesia
"Sayang, setelah selesai kamu bayar pake kartu ini aja. Pinnya nanti mas chat ke kamu"ujar Erlan sambil memberikan blackcard limited pada istrinya
"Oh iya mas. Tapi mas mau kemana ?"tanya Asyila sambil menerima kartu itu
"Ada sesuatu yang mas ingin beli disana. Kamu tunggu disini aja ya."ujar Erlan
__ADS_1
"Oh iya deh mas"ujar Asyila
Erlan kini tengah menelpon seseorang di seberang sana. Tampaknya ia tak ingin jika istrinya sampai mengetahui apa yang sedang Erlan bicarakan
"Bagaimana semua sudah beres ?" tanya Erlan
"Sudah selesai semua Tuan, seperti yang Tuan inginkan tempo hari"ujar seseorang di telepon
"Baiklah pastikan semuanya sesuai atas keinginan saya, jangan sampai ada kekurangan."ujar Erlan
"Baik Tuan"ujar seseorang di telepon itu
Sambungan telepon terputus, Erlan kembali menghampiri istrinya yang masih memilih barang di toko itu.
"Udah selesai Sayang ?"tanya Erlan
"Belum mas, aku bingung mau beliin apa buat Vino"ujar Asyila
Erlan memeluk Asyila dari belakang tanpa merasa malu"Vino ga memerlukan barang-barang atau mainan ini sayang, dia cuma mau satu."ujar Erlan sambil berbisik menggoda Asyila
"Ma..Mau apa emang ?"ucap Asyila sedikit terbata
"Nih cukup kamu kasih dia adik aja Vino udah seneng. Kalo dia udah ada disini pasti Vino seneng."ujar Erlan sambil mengelus perut Asyila
"Mas nih gimana sih, kita juga baru lakuin itu mana bisa langsung jadi."ujar Asyila dengan menggelengkan kepalanya
"Eh sayang, kalo ternyata beneran dia lagi proses pertumbuhan gimana ? Gini-gini tuh aku tokcer loh Yank, s****a aku kualitas baik loh"goda Erlan
"Mas ih frontal gitu ngomongnya. Ish dasar mesum" ejek Asyila
"Mesum gini juga sama kamu doang. Bilang suami mesum padahal ya kalo lagi enak-enak kamu ga sadar sampe mendesah nikmat gitu"ujar Erlan asal yang kemudian mulutnya ia tutup dengan tangan Asyila
"Ih mas malu tau"ucap Asyila sambil menunduk
"Hahahaha I Love U istriku"ujar Erlan sedikit berbisik di telinga Asyila
Bucin banget punya suami. Gumam Asyila
__ADS_1