Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
BOLEHKAH BERHARAP ?


__ADS_3

“Ini….”ujar Sheila tertahan.


Ya Allah ini gelang milikku yang sudah hilang begitu lama. Aku ingat saat ulang tahunku yang ke 5 tahun, Almarhumah Oma yang memberikannya. Apa ini artinya kak Aldo adalah laki-laki yang pernah aku tolong dulu. Ya Allah ketetapan takdir apakah ini ? Apa yang ingin Engkau perlihatkan padaku ?"ujar Sheila dalam hati.


Aldo menoleh.”Itu gelang mutiara milik gadis kecil yang sampai saat ini aku cintai, Sheila.” Ujar Aldo.


Sheila tersadar dari pergelutan pikirannya."Gelangnya cantik, begitu cantik dan mungkin sangat cantik jika dipakai oleh gadis itu."ujar Sheila sambil tersenyum. Saat ini ia sedang menetralkan segala perasaannya.


"Bukan hanya cantik, tapi aku sangat ingat bagaimana gelang itu begitu indah melingkar di pergelangan tangan kanannya."ujar Aldo membayangkan.


Apa ini ya Allah ? Jadi selama ini kak Aldo menungguku ? Maafkan aku kak karena membuatmu menunggu dan berharap begitu besar selama ini padaku.ujar Sheila dalam hati.


Sheila menundukkan kepalanya. Tanpa ia sadari air matanya begitu saja lolos dari mata indahnya. Kenyataan tentangnya dan Aldo hari ini begitu membuat hati dan jiwanya mendadak sesak.


Bagaimana Aldo bisa selama ini menunggunya. Bahkan ia sampai setia menyimpan gelang miliknya dengan begitu apik di dalam dompetnya. Selama ini juga Aldo begitu berharap dan sangat setia akan perasaannya untuk Sheila.


Jadi ini alasan mengapa selama ini Asisten dari Erlan itu tidak pernah sekalipun memandang seorang wanita. Ia tengah menunggu wanita yang mampu mencuri hatinya saat pertemuan pertamanya 15 tahun lalu. Dan gadis kecil itu adalah Sheila. Wanita yang saat ini pun sudah Aldo bantu untuk merubah hidupnya menjadi ke arah yang lebih baik.


“Jika kamu bertemu dengan dia saat ini, apa yang akan kamu lakukan ?”Tanya Sheila tiba-tiba sambil menghapus sisa cairan bening yang memupuk di matanya.


Aldo tersenyum.” Entahlah.. aku bahkan tak sampai memikirkan jika bisa kembali bertemu."ujar Aldo sambil mengarahkan matanya ke arah lain.


Sheila menatap lurus ke depan."Apa perasaan itu masih ada dalam hatimu ?"tanya Sheila.


Aldo menampilkan kerutan di dahinya."Maksudnya ?"tanya Aldo tak paham.


Sheila berdecak."Ck maksudnya perasaan kamu buat dia masih tetap ada sampai sekarang apa gimana ?"jelas Sheila.


"Aku ragu dengan perasaanku saat ini Sheila. Hatiku masih berharap untuk suatu saat bisa bertemu dengan dia, namun bertolak belakang dengan diriku yang saat ini sudah mulai teralihkan oleh seseorang."jelas Aldo.


Sheila menatap ke arah Aldo."Teralihkan ? perasaanmu kali ini sudah berubah, Al ?"tanya Sheila ingin tahu.


"Hmm sepertinya gitu. Terkadang hal di masa lalu lambat laun akan teralihkan dengan kondisi kita saat ini."ujar Aldo."Lagipula jika seandainya aku bertemu dengannya belum tentu juga kan dia akan mengingatku. Kejadian itu juga udah lama banget Sheila."tambah Aldo.


Aku bisa melihat dari matamu, Al. Perasaan itu lambat laun sudah memudar tergantikan oleh orang lain. ujar Sheila dalam hati.


Ya Allah sudah terlambatkah waktuku untuk berharap agar Aldo tetap mencintaiku ? Akulah gadis itu, Al. Dia yang kau cari 15 tahun lalu. Maafkan aku Al, karena datang terlambat. Apa saat ini aku harus belajar mengikhlaskan semuanya ? lirih Sheila dalam hati.

__ADS_1


“Kamu percaya kan dunia itu sempit, Al. Bagaimana jika ternyata aku pernah bertemu atau mengenal gadis yang selama ini kau cari itu ?"tanya Sheila coba memancing perasaan Aldo.


Aldo tersenyum miris."Jika kamu bertemu atau bahkan mengenalnya, tolong sampaikan padanya jika saat ini perasaanku lambat laun sudah berubah. Aku lelah menunggunya, akupun ingin hidup tanpa pengharapan besar untuknya." ujar Aldo.


"Percaya atau tidak sepertinya aku mengenal siapa gadis yang sedang kamu cari.”ujar Sheila sambil menatap dalam Aldo.


Aldo tanpa sadar menggenggam tangan Sheila.”Benarkah ? Siapa dia Sheila ?”Tanya Aldo.


Aku Aldo.. akulah gadis itu.. gadis yang selama ini kamu cari.gumam Sheila dalam hati.


...........


Flashback On..


Sore itu di Taman Ibukota, gadis kecil sedang bermain bersama kedua orang tuanya. Gadis dengan dress berwarna pink itu tampak bahagia ketika sang Papa mengajaknya untuk bermain tangkap bola. Ya gadis kecil itu adalah Sheila.


“Papa… ayo Pa lempar bolanya ke Sheila.”pinta Sheila sambil berteriak pada Papanya.


Papa Sheila pun tersenyum.”Kita berhenti sejenak ya, tuh lihat Mama sudah memanggil kita untuk kesana.”titah papa Sheila sambil menunjuk dimana istrinya sedang melambaikan tangan kea rah mereka.


Saat mereka akan menghampiri mama Sheila, kedua mata gadis kecil itu menangkap seorang anak laki-laki fokus terhadap mainan yang ada di tangannya. Tanpa anak laki-laki itu sadari, sebuah mobil sedang melaju begitu cepat dan mungkin akan menabrak anak laki-laki itu.


Sheila yang meilhatnya lantas melepas genggaman tangannya dari sang Papa. Ia berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan anak laki-laki itu. Dan saat mobil itu perlahan sudah dekat….


Brakkkk


“Sheila…..”panggil kedua orang tuanya bersamaan.


Sementara Sheila berhasil menyelamatkan anak laki-laki itu, meskipun ia mengalami luka di bagian lutut kakinya.


“Kakak tidak apa-apa ?”Tanya Sheila pada anak laki-laki itu.


Anak itu menggeleng.”Ti-ti-tidak.. terimakasih ya..”ujar anak itu dengan perasaan masih dilanda perasaan syok.


“Lain kali jika kakak bermain dengan game kakak itu, perhatikan juga keadaan sekitar. Kakak membahayakan diri kakak sendiri.”ujar Sheila begitu dewasa.


“Aku terlalu asik bermain tadi.”ujar Aldo."Maafkan aku ya."tambah Aldo.

__ADS_1


“Awhh..”keluh Sheila.


Aldo menoleh pada luka Sheila.”Lututmu berdarah, maaf.”ujar Aldo.


Tiba-tiba kedua orang tua Sheila muncul disana.”Nak.. ya ampun kamu gak apa-apa sayang ? hmm ? ada yang sakit?”Tanya mama Sheila khawatir.


Sheila menggeleng sambil tersenyum.”Gak ko Ma, Sheila gak kenapa-kenapa.”ujar Sheila begitu polos.


“Kita pulang sekarang ya, itu lutut kamu harus diobati segera takutnya infeksi.”titah papa Sheila.


Mama Sheila melirik Aldo.”Nak dimana orang tuamu ?”Tanya mama Sheila sambil mengusap lembut kepala Aldo.


Aldo melirik ke arah kanan dan kiri.”Oh itu tante mereka sedang membeli ice cream.”ujar Aldo sambil menunjuk ke arah dua insan yang sedang mengantri di kedai ice cream.


“Ayo Ma, kita harus membawa anak kita dulu ke rumah sakit.”ajak papa Sheila.


Mama Sheila mengangguk, lalu ia elus puncak kepala Aldo.”Kami harus segera pergi, nak. Ayo hampiri orang tuamu.”titah mama Sheila dengan halus.


Aldo mengangguk. Namun sebelum pergi ia menyempatkan untuk berbicara pada Sheila.”Terimakasih karena tadi sudah menolongku, semoga kita bisa bertemu lagi.”ujar Aldo.


Sheila mengangguk. Namun sebelum ia menjawab, papa Sheila sudah membawanya ke dalam mobil. Dan mobil mereka berlalu dengan cepat.


Aku sudah mengucapkan terimakasih, tapi lupa menanyakan siapa nama gadis kecil itu. Bagaimana jika nanti aku ingin berteman atau berkunjung ke rumahnya. Namanya saja tidak tahu.umpat Aldo smabil menepuk jidatnya.


HAI PARA READERS SETIA CINTA DALAM PENANTIAN. SEMOGA KALIAN SELALU DIBERI KESEHATAN YA..🙏🥰


OH IYA GUYS MAAFKAN YA AKU BARU UP LAGI NIH... KESIBUKAN DI DUNIA NYATA BEGITU MENYITA WAKTU.🥲🥲


AKUPUN INI SEBENERNYA USAHAKAN UNTUK UP KARENA PASTI PARA READERS UDAH NUNGGUIN KELANJUTAN CERITANYA.😁😁


JANGAN LUPA POKONYA TETEP STAY AND JANGAN UNFAV NOVEL CINTA DALAM PENANTIAN DI RAK BUKU KALIAN YA GUYSS....🥰🥰


COMMENT,LIKE SAMA BUNGANYA BOLEH KALI YA DIKASIH BUAT AUTHORNYA ????😁😁


BOCORAN DIKIT NIH..


BEBERAPA EPISODE KE DEPAN AKAN MENCERITAKAN SOAL KISAH ALDO DAN SHEILA DULU YA.. AKU MAU FOKUSKAN KE MEREKA BERDUA DULU SAMPE MEREKA BISA BERSATU MAYBE😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2