
Arkan mengejar Amanda yang tengah berlari di jalanan itu. Ia merutuki kebodohannya yang sudah berteriak pada Amanda di mobil tadi.
"Amanda... tunggu dulu.. dengerin kaka dulu Manda.."teriak Arkan yang terus mengejar Amanda
Amanda tak berhenti dan terus berlari. Bahkan ia tak menoleh ke kanan atau kiri jalan. Hingga sampai di perempatan jalan ada mobil dengan kecepatan tinggi sedang melaju. Arkan yang melihatnya lalu berteriak."Manda awas mobil..."teriak Arkan
Amanda menoleh dan ia menutup matanya."Aaaaa....."teriak Amanda. Namun dengan sigap Arkan menarik tangannya dan mereka sama-sama terjatuh ke pinggir jalan.
"Haduh bosen hidup lo mbak, jalan tuh liat-liat."teriak salah satu penumpang di mobil itu.
Amanda memegang dadanya, ia terlihat syok saat ini. Bahkan irama jantungnya berdegup tak karuan. Arkan dengan segera terbangun dan membantu Amanda berdiri.
"Kamu gapapa kan ? Ada yang luka ? Ada yang sakit ?"tanya Arkan sambil memeriksa tubuh Amanda
Amanda masih terdiam, ia masih syok dengan kejadian yang hampir saja membuat dia kehilangan nyawanya. Jika Arkan tak menyelamatkannya mungkin sekarang ia sudah dilarikan ke rumah sakit.
Arkan yang melihat Amanda tengah syok, langsung memeluknya dan membawa ke dadanya. "Kamu tenang ya, udah gapapa. Ada aku yang selalu jagain kamu."ucap Arkan tanpa sadar.
Amanda sedikit lebih tenang. Ia lepaskan dekapannya dan melihat pada orang yang telah menyelamatkan nyawanya."Kaka maaf aku.. harusnya aku..tadi aku..."ucap Amanda yang masih terlihat sedikit syok
"Suttt udah kamu tenang, yang penting kamu gapapa sekarang ya."ucap Arkan sambil membelai pipi Amanda
Amanda tersenyum dan tak lama pandangannya beralih pada lengan Arkan yang sedikit terluka."Astagfirullah.. tangan Kaka berdarah kak."ujar Amanda
"Gapapa ko ga sakit juga, yang penting kamu gapapa."ujar Arkan
"Aku bodoh, bodoh. Hanya karena aku cemburu sama kaka dan Nayla aku jadi kaya gini aku bikin kaka terluka bahkan kaka harus selametin nyawa aku tadi. Dasar anak kecil kamu Manda."ucapnya sambil menangis dan menutup wajahnya
DEG
__ADS_1
Arkan terhenyak dengan perkataan wanita di hadapannya. Tadi wanita itu menyebutkan kata cemburu. Benarkah ? Bolehkan Arkan berharap jika wanita di hadapannya ini menaruh perasaan yang sama seperti Arkan.
"Manda tapi kamu ngomong apa ? Cemburu ?"tanya Arkan
Amanda tak sadar jika ia sudah meluapkan semua yang ia pendam selama beberapa hari ini."Engga kak.. itu.. aku cuma.. aku.. Udahlah kak gausah dihiraukan."ucap Amanda sambil mengalihkan pandanganya dan berniat untuk kembali ke mobil.
"Manda tolong jelaskan dulu maksud cemburu kamu tadi."pinta Arkan
Amanda terdiam dan membalikkan tubuhnya untuk berjalan kembali ke mobil. Arkan menarik tangan Amanda dan membawanya ke pelukannya.
"Kak lepas ga pantes kita kaya gini kak."pinta Amanda
"Jelaskan dulu apa yang kamu bicarakan tadi, aku ga akan lepasin pelukan ini."pinta Arkan
"Kak tolong lepas.. Jangan memperlakukan aku kaya gini"pinta Amanda lagi.
"Kenapa ga boleh ?"tanya Arkan berniat memancing Amanda
Arkan melepaskan pelukannya, ia pegang pipi Amanda dan menatap wanita itu dengan dalam."Perasaan ? Perasaan apa memangnya hm ?"tanya Arkan
"Aku... Aku..."ucap Amanda bingung
"Kamu mencintaiku ? Kamu menaruh perasaan padaku ? Begitukah ?"tanya Arkan yang masih menatap Amanda.
Amanda menundukkan kepalanya, ia terlalu malu untuk menatap mata lelaki di hadapannya. Amanda merespon dengan anggukan kecil dari kepalanya."Tapi aku sadar kalo perasaan ini ga seharusnya hadir dan tumbuh dalam hati aku. Terlebih aku tau jika Kak Arkan tengah dekat dengan Nayla dan aku seharusnya sadar diri jika aku.."ucap Amanda terpotong oleh Arkan."Aku juga mencintaimu Amanda."
Amanda mendongak. Pendengarannya kah yang kurang baik ? Tadi pria ini bilang dia juga mencintai Amanda. Benarkah ?
"Aku sepertinya memang sudah jatuh hati padamu Manda. Entahlah saat kamu tak banyak bicara dan terus menghindari aku, dadaku sesak rasanya sulit untuk bernafas."jelas Arkan
__ADS_1
Amanda menunduk, sifatnya begitu kekanakan belakangan ini. "Maaf Kak, sifatku terlalu kekanakan."ucap Amanda
"Hei aku justru beruntung dengan sifatmu belakangan ini, itu membuatku sadar jika aku sudah jatuh hati padamu. Sesaknya dadaku belakang ini mungkin jalan untuk aku sadar bahwa hati ini sudah menautkan dirimu, namamu di dalamnya."jelas Arkan
Amanda menunduk malu. Perasaannya juga terbalas karena lelaki inipun mencintainya. Bolehkah ia merasa bahagia saat ini."Tapi bagaimana..."ucap Amanda kembali terpotong oleh Arkan."Ayo aku ingin cepat sampai ke rumah kamu, aku ingin berbicara dengan Ayahmu untuk bisa segera meminang anaknya menjadi istriku."ucap Arkan sambil menarik tangan Amanda
"Tapi kak, apa ga terlalu cepat ?"tanya Amanda yang berhasil menghentikkan langkah Arkan
Arkan menoleh pada Amanda. Ia pegang pipi Amanda dan berucap"Bagiku dengan segera melamarmu adalah hal baik. Aku gamau terjerumus dalam dosa jika kita berhubungan tanpa ikatan yang halal. Aku ingin menjadikan kamu istriku, wanita halalku. Biarlah kita pacaran setelah kita menikah, lagipula jika sudah halal apapun yang kita lakukan akan mengundang pahala kan ?"jelas Arkan
Amanda hanya mengangguk malu. Dan tak lama mereka berlalu dari jalanan itu menuju rumah Amanda
🌹🌹
Kedua pasangan suami istri ini masih betah dengan olahraga siang yang melelahkan. Erlan masih betah mengkungkung istrinya dan masih terus menghentakkan sesuatu di bawah sana.
"Mas udah ya, Syila lelah"pinta Asyila yang sedari tadi sudah kelelahan karena kelakuan suaminya.
"Sebentar sayang, mas belum sampai."ujar Erlan yang semakin mempercepat tempo hentakkannya.
"Mas.. Aku udah mau.."ucapnya tertahan saat sesuatu dalam dirinya memaksa untuk keluar.
"Bareng ya Yank."ucap Erlan sambil berbisik
"Ahhhhh....."ucap keduanya.
Asyila terlihat memejamkan matanya, ia sudah terlelap karena rasa lelah yang ia rasakan. Suaminya melakukan itu lebih dari 5x siang ini. Erlan yang melihat istrinya sudah terlelap karena kelelahan segera bergulir ke samping tempat tidur mereka. Ia tatap wajah cantik istrinya itu, peluh membasahi seluruh tubuh mereka. Erlan bawa Syila ke dekapannya dan membawanya ke dada Erlan. Tak henti suaminya itu menghadiahi dirinya dengan kecupan di dahi dan puncak kepalanya.
Maaf membuatmu kelelahan, Sayang. Aku mencintaimu.Lirih Erlan
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTENYA YA GUYS...