Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
PILLOW TALK


__ADS_3

Siang sudah berganti menjadi malam. Sepasang suami istri itu kini tengah berada di ranjang mereka. Seperti biasa sebelum tidur mereka akan berbincang sedikit mengenai hal-hal yang ringan.Asyila tengah nyaman berada dalam dekapan suaminya. Begitupun Erlan yang saat ini tengah mendekap Asyila dan sesekali memberikan kecupah di dahi istrinya.


“Jadi tadi tuh Nay kenapa sayang ?”Tanya Erlan.


“Nayla tuh sebenarnya…..”.jawab Syila yang menceritakan mengenai keluh kesah Nayla saat tadi berbicara dengannya.


“Sialan si Bagas, bisa-bisanya ngomong gitu. Biar mas kasih pelajaran dia.”geram Erlan.


“Sabar mas, Syila sangat tau bagaimana sifatnya Bagas. Biarlah kebenaran yang menyadarkan dia. Kita tunggu waktunya aja mas, sampai kebenaran itu terungkap.”ujar Asyila menenangkan suaminya.


“Kamu hafal banget ya sifatnya Bagas, hmm pasti lah orang sebelum nikah sama aku kan kamu deket banget sama dia. Bahkan terlihat seperti orang pacaran.”ledek Erlan.


“Loh ko jadi aku sih mas ? Hmm mas cemburu ya ?”goda Asyila.


“Pede banget sih Yank, siapa yang cemburu coba ?”balas Erlan.


“Ih kamu kalo cemburu bilang aja deh, mas tuh gitu suka gengsi.”ujarnya sambil membelakangi Erlan.


Erlan gelagapan. Ia segera peluk Asyila dari belakang.”Jangan gitu dong Yank masa ngambek sih, iya deh iya mas cemburu banget. Apalagi waktu kamu makan berdua sama dia, terus dia peluk kamu. Mas pengen banget hajar dia.”ujar Erlan membuat Asyila tersenyum.


Asyila membalikkan badannya.” Makan ? Emang pernah ya mas lihat aku dan Bagas ?”Tanya Asyila.

__ADS_1


“Hmm waktu di kedai pecel ayam loh sayang, waktu itu dia pegang tangan kamu sambil tatap kamu dalem banget mana usap-usap kepala kamu lagi.”ujar Erlan dengan nada sedikit emosi.


“Oh waktu dia ungkapin perasaannya untuk aku ya ?”jawabnya polos.


“APA ????? Dia mau lamar kamu ?” jawab Erlan sedikit berteriak.


“Ih mas apaan sih. Bukan melamar tapi hanya mengungkapkan perasaannya aja.”ujar Asyila mengoreksi.


“Terus kamu terima dia ?”Tanya Erlan penasaran.


“Engga mas, Syila kan masih menunggu seseorang yang berjanji pada Syila. Lagipula Bagas juga menghargai keputusan Syila saat itu yang tidak bisa menerimanya. Bagas juga tahu jika perasaan Syila pada orang itu begitu dalam.”jelas Asyila.


Erlan memeluk Asyila dengan erat.”Maaf sayang karena harus menunggu terlalu lama saat itu.”ujar Erlan.


“Kalau mas saat itu masih salah paham padamu sepertinya kita tidak akan pernah bersatu dan bahagia seperti ini. Maafkan mas sayang.”ujarnya lagi.


“Mas sudah, Syila juga sudah tidak mau mengungkit itu. Biarlah itu menjadi pelajaran bagi kita.”ujar Syila sambil mengelus pipi suaminya.


“Selain Bagas masih ada yang berniat untuk mendekatimu saat itu ?”Tanya Erlan penasaran.


Asyila menggerakkan matanya dengan malas.malah bahas lagi, ntar cemburu lagi deh.gumamnya dalam hati.

__ADS_1


“Ada mas, beberapa rekanan Papa saat itu ingin menjodohkan anaknya denganku, tapi aku selalu menolak karena saat itu keyakinanku kuat jika kamu akan datang dan menepati janjimu padaku.”ujarnya lagi.


“Kamu berarti udah berselingkuh secara ga langsung di belakang mas,sayang.”ujar Erlan dengan nada datar.


“Tuh kan makanya aku males kalo bahas soal ginian, mas pasti aja ujung-ujungnya bilang aku selingkuh. Padahal kita sama aja mas, mas sudah menautkan namaku di hatimu, tapi mas menerima perjodohan dengan mbak Melanie, bahkan kalian sudah bertunangan dan hampir menikah. Yak an ?”ujar Asyila tak mau kalah.


“Mas gamau berdebat sama kamu ah sayang, mas juga yang ujung-ujungnya kalah.”ujar Erlan mengalah.


“Perempuan emang selalu benar mas, jika kami salah kembali lagi ke statement awal jika wanita itu tidak pernah salah.”ujar Asyila dengan yakin diselingi tertawa.


“Udah malem sayang, mending kita istirahat ya. Mas besok juga ada meeting pagi-pagi sekali.”ajak Erlan sambil membaringkan Asyila.


“Hoammmm…. Iya mas ini Syila juga sudah mengantuk.”ujar Asyila yang memang sedari tadi terus menguap karena rasa kantuk sudah datang.


“Yaudah sekarang kita bobok.”ajak Erlan yang tak lupa mencium dahi istrinya. Lalu ia mengarahkan bibirnya untuk mencium perut istrinya.”Selamat malam anak Papa, tidur yang nyenyak dan selalu sehat ya sayang.”ujar Erlan.


Tak lama Asyila yang sudah mengantuk kini sudah terlelap menuju mimpi indahnya, disusul oleh Erlan yang juga ikut terlelap sambil memeluk Asyila dari belakng dengan tangan yang tak berhenti mengelus perut Asyila.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2