Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Sebuah Kabar


__ADS_3

Kini Asyila dan Bagas tengah dalam perjalanan menuju Kantor. Sedari tadi Asyila terlihat diam dan tak sedikitpun mengeluarkan suara hingga Bagas inisiatif membuka obrolan.


"Syil.." Panggil Bagas yang masih fokus menyetir


"Hmm kenapa Gas ?"Asyila menoleh


"Kita makan siang dulu yuk, udah waktunya nih. Daerah deket sini kan ada tempat Pecel Ayam favorit kamu."ajak Bagas


"Hmm boleh juga Gas, aku juga udah laper hihi."ucap Asyila


🌹🌹


Berbeda dengan Asyila, Erlan kini tengah menyetir mobilnya dengan fokus. Tak ada obrolan antara dirinya dan Melanie, hanya ada ocehan Vino yang sedari tadi memainkan gadget milik Erlan. Hingga sesaat ia merengek..


"Papa... Vino laper mau makan"panggil Vino


"Hmm mau makan dimana sayang ?" tanya Erlan yang masih fokus menyetir


"Vino mau makan pecel Ayam Pa, bolehkah ?"ucap Vino


"Yaudah ayo kita cari Restoran deket sini."


"No Papa, Vino mau ke tempat yang itu aja."ucapnya sambil menunjuk salah satu kedai disana.


"Tapi Vino kalo kamu makan disitu ga higienis, nanti kamu sakit lagi loh."tolak Melanie


Gimana sih anak Pengusaha ko seleranya makan di Kedai pinggir jalan, duh ga level buat gue. Gerutu Melanie


"Papa pokonya Vino maunya makan disitu" ucapnya merenggut kesal


"Yaudah iya ayo nak, kita makan disitu."ucap Erlan


Erlan segera memarkirkan mobilnya, lalu menggendong Vino. Ia berjalan menuju ke dalam kedai itu, namun saat akan menuju meja di kedai itu langkahnya terhenti karena melihat Asyila sedang berpelukan dengan seorang pria.


"Asyila..."gumam Erlan


"Papa ayo..."ajak Vino


"Kita gajadi makan disini nak, Papa mendadak ga selera ada disini. Kita cari Restoran aja deket sini ya."ucap Erlan sambil berbalik melangkah meninggalkan tempat itu.


"Tapi Papa kenapa ? Vino mau makan disini."rengek Vino


"Kamu nurut sama Papa, kita gausah makan disini."ucap Erlan sedikit membentak Vino


"Hmm iya Papa.."ucap Vino sambil menunduk

__ADS_1


Aku sekarang makin sadar kalo kamu emang udah lupa sama janji kita Syil. Bahkan tak segan kamu berpelukan dengan seorang pria. Mungkin hubungan mereka sudah seserius itu.Batin Erlan


Sementara di dalam Kedai itu, Bagas melepaskan pelukannya pada Asyila.


"Aku harap kamu bisa dapetin kebahagiaan kamu Syil, aku yakin Allah udah kasih jalan terbaik buat kamu. Sabarlah Syil penantian kamu ga akan sia-sia meskipun nantinya bukan dia yang akan mendampingi kamu."ucapnya memegang tangan Asyila


"Makasih ya Gas kamu emang sahabat terbaik aku."ucap Asyila


"Udah ah Syil lebih baik kita makan deh, cacing di perut aku udah meronta-ronta ini."Canda Bagas


"Ih kamu becanda mulu." ucap Asyila


Aku bahagia Syil liat kamu selalu tersenyum, semoga kamu selalu bahagia ya Syil meskipun aku harus mengikhlaskan kamu untuk orang lain yang terpentimg kebahagiaan kamu.Batin Bagas


🌹🌹


Sementara Erlan kini tengah uring-uringan di Kantornya. Ia kembali Kantor setelah mengantarkan Vino dan Melanie ke rumahnya. Pikiran dan hatinya kacau, terlebih setelah melihat kejadian di kedai itu.


"Shiittt..... Asyila kenapa aku harus liat kejadian itu. Kamu benar-benar membuat hatiku sakit Syil, sangat sakit."ucapnya sambil melempar semua barang di ruangannya.


Ceklek


Pintu terbuka, menampilkan Aldo asisten Erlan yang berniat mengantarkan berkas untuk Erlan.


"Aku baik-baik saja, ada apa ?" ucap Erlan sambil memijat pelipisnya.


"Maaf begini Pak, saya hanya ingin memberi tahu jika anda diundang ke acara ulang tahun anak dari salah satu klien anda besok malam."ucap Aldo


"Hmm baiklah aku akan datang bersama Melanie dan anakku, tolong kamu Whatsapp undangan lengkap beserta tempat acaranya."pinta Erlan


"Baiklah, kalau begitu saya permisi pak"ucap Aldo seraya berbalik berniat meninggalkan Erlan


"Hmm Aldo.."cegah Erlan


Aldo menoleh "Ya ada apalagi pak ?" tanyanya


"Kamu umumkan pada media soal pertunanganku dan Melanie yang akan dilaksanakan minggu depan. Buat konfersi pers yang besar dan aku ingin tidak ada kesalahan untuk ini."pinta Erlan


"Baik Pak" ucap Aldo seraya meninggalkan ruangan Erlan.


Selamat tinggal Asyila, Selamat tinggal cinta pertama. Ayo Erlan kamu bisa melupakan dia yang telah menyakiti hatimu.Batin Erlan


🌹🌹


Di kediaman Gunawan, kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga. Ini sudah menjadi kebiasaan mereka setelah makan malam, bercanda gurau dan sekedar bertanya soal pekerjaan, mengobrol ringan hingga tak jarang juga menonton acara TV bersama.

__ADS_1


Berita terhangat kali ini, pengusaha muda Erlan Putra Sebastian akan melangsungkan pertunangannya bersama model cantik Melanie Anandita di pekan depan.


DEG


Asyila terkesiap melihat dan mendengat berita itu, ia mendadak terdiam di tempatnya saat ini.


"Loh Pa itu bukannya Erlan anaknya mas Herman sama mbak Cindy ya ?"tanya mama Vera


"Erlan mana Ma ?"tanya papa Andhika


"Itu loh Pa, tetangga kita dulu waktu di rumah lama. Erlan dulu sering banget main sama Syila. Iya kan nak ?"tanya mama Vera mengalihkan pandangannya pada Asyila


Asyila masih terdiam dan kini bergelut dengan pikirannya. Air matanya tanpa izin begitu saja membasahi pipi mulusnya. Tak lama ia tersadar lalu menghapus air matanya dan beranjak dari sana tanpa sepatah katapun.


"Asyilaa... sayang.. kamu baik-baik aja ?"teriak mama Vera tanpa dipedulikan Syila


"Ma.. biar Kaka yang menemui adek, siapa tau adek mau bercerita pada Kaka."cegah Arkan


"Iya kak tolong ya nak, sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada adik kamu."ucap mama Vera sedikit khawatir


"Mama tenang ya Arkan ada disini, sekarang kalian sebaiknya istirahat "ucap Arkan


"Iya Ma, serahkan pada Arkan yaa. Kita sebaiknya istirahat sekarang."ucap papa Andhika.


"Iya Pa" ucap mama Vera


Sementara Arkan bergegas menuju kamar Asyila. Kini ia berada di depan pintu kamar adiknya itu.


Ceklek


Pintu terbuka, Arkan perlahan menghampiri ranjang Asyila. Dilihatnya adik kesayangannya itu kini tengah membelakanginya, terdengar isakan dari Asyila yang membuat hati Arkan sedikit berdenyut. Arkan duduk disamping ranjang Asyila, ia mengelus kepala Asyila.


"Adek..."panggil Arkan yang masih mengelus kepala Asyila.


"Adek kamu baik-baik aja sayang ? ada yang ingin kamu bagi dengan kakak ?"tanya Arkan


Asyila membalikkan tubuhnya, ia melihat bahwa kakak ya kini tengah berada disampingnya. Asyila bangkit lalu memeluk erat kakaknya sambil menangis.


"Kaka..... Hiks...Hikss..Hiksss.."Ucap Asyila masih menangis


"Menangislah sayang, menangislah dek kalo kamu rasa itu bisa mengurangi kesakitan kamu. Kamu gausah takut kaka akan selalu ada buat kamu dek."ucapnya menenangkan Asyila


Asyila menangis bahkan bahunya sampai bergetar, Arkan yakin bahwa Erlan pria yang ada di TV itu adalah penyebab dari adiknya kini ada dalam pelukannya sambil mengurai air mata.


Sebenarnya ada apa ini ? Kenapa kamu sampai menangis seperti ini ? Batin Arkan.

__ADS_1


__ADS_2