Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
PERTUNANGAN NAYLA


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia untuk Bagas dan Nayla. Hari pertunangan yang sudah ditentukan oleh semua keluarga yang ikut andil di dalammya. Setelah banyak rintangan dilalu oleh keduanya, akhirnya Allah mentakdirkan mereka untuk bersama. Sekuat apapun kita memisahkan keduanya, jika Allah sudah berkehendak maka akan tetap kembali pada ketetapan-Nya.


Saat ini semua keluarga sudah berkumpul di Halaman belakang kediaman orang tua Erlan. Halaman belakang itu cukup luas untuk melakukan acara pertunangan ini. Selain itu, Nayla juga meminta untuk dibuatkan acara pertunangan yang tidak terlalu mewah.


Segala sesuatu mengenai acara ini sudah Bagas dan Nayla serahkan kepada tim Wedding Organizer yang mereka tunjuk untuk menangani acara ini hingga nanti saat pernikahan dilangsukan.


Saat ini Bagas yang akan bertunangan mengikat hubungan mereka ke arah lebih serius sedang berdiri tegap dengan memegang microphone untuk menyampaikan maksud baik dirinya bersama seluruh keluarganya datag kesana.


Sedangkan Nayla, saat ini ia tengah duduk manis di seberang Bagas. Gadis itu sedang menetralkan irama jantungnya yang sedari tadi terus berdisko tanpa henti.


"Bismillahirrahmanirrahim... diawali dengan basmalah saya Bagas Eka Wicaksana ingin meminta izin kepada Om dan Tante selalu orang tua dari Nayla Permata Sebastian untuk bisa memberi saya kesempatan bisa membahagiakan anak Om dan Tante. Saya mencintainya dengan tulus dan saya juga berjanji akan menjaga dan mengayomi Nayla sepanjang hidup saya. Bolehkan saya meminta anak Om dan Tante untuk saya jadikan istri ? Dan membangun keluarga bersama anak-anak kami kelak ?" ungkapan perasaan Bagas dengan bersungguh-sungguh.


Kedua paru baya itu tersenyum."Saya dan istri tentu sangat merestui hubungan kalian. Tapi semua keputusan saya kembalikan pada Nayla. Karena ini menyangkut masa depan dan kebahagiaannya."ujar papa Herman.


Pembawa acara pertunangan itu meminta Nayla untuk berdiri dan berhadapan dengan Bagas. Nayla sedari tadi tak pernah memutus senyum manisnya. Bahkan Bagas tak pernah bosan memandangi kecantikan wanita yang ia cintai itu.


Nayla sudah berhadapan dengan Bagas. Gadis itu tampak gugup saat berhadapan dengan pria yang ia cintai itu. Nayla memilih menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan semburat merah jambu yang ada di pipinya sedari tadi.


"Nayla Permata Sebastian..."panggil lembut pria tampan yang saat ini menatapnya begitu dalam dengan tatapan penuh cinta. Siapa lagi jika bukan Bagas Eka Wicaksana.


Nayla mendongak lalu tersenyum pada pria di hadapannya.


"Nayla Permata Sebastian.. Kamu mungkin bukanlah orang pertama yang mengisi hatiku. Kamu bukanlah orang yang pertama mengukir kenangan indah bersamaku. Hati ini sebelumnya selalu berlayar untuk mencari pemberhentian yang tepat. Aku akui kamu bukan orang pertama yang aku cintai, namun saat ini hatiku sudah menautkan namamu di dalamnya dan berharap ke depannya kamu lah orang terakhir yang akan mengisi hatiku, mengukir kenangan indah bersamaku, menjadi titik berhenti hatiku agar tak berlayar mencari hal yang pasti dan yang utama orang yang akan selalu aku cintai baik hari ini,esok dan selamanya. Aku ingin menjalani sisa hidupku bersamamu Nay."ungkap Bagas dengan kejujuran.


"Nayla Permata Sebastian..."panggil Bagas sambil ia membawa setangkai bungan mawar di tangan kanannya." Hari ini di depan semua keluarga besar kita, aku Bagas Eka Wicaksana menginginkanmu untuk menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku kelak. Aku ingin kamu yang aku lihat saat bangun dan menjelang tidur. Aku ingin membina rumah tangga yang bahagia bersamamu. Will you marry Me, Nay ?" tanya Bagas dengan menyodorkan setangkai bunga itu ke arah Nayla.

__ADS_1


Nayla menitihkan air mata di pipi cantiknya. Sungguh terharu dengan ungkapan kata cinta yang begitu dalam dan penuh arti yang Bagas sampaikan tadi.


Ia angkat microphone itu ke dekat bibirnya. Sambil tersenyum Nay berkata."Bismillahirrahmanirrahim... Yes, I Will Mas. Aku menerima lamaranmu, aku mau jadi istri dan calon ibu dari anak-anak kita kelak."ujar Nayla sambil mengambil setangkai bunga dari tangan kanan Bagas.


Seluruh keluarga yang menyaksikan itu ikut tersenyum dan bahagia. Selanjutnya ibu dari Bagas melingkarkan cincin bermatakan berlian ke jari manis sebelah kiri milik Nayla.


"Selamat nak, ibu beruntung karena Bagas memilih wanita sebaik dirimu."ujar Dira mama Bagas.


Nayla tersenyum lalu memegang lembut tangan calon ibu mertuanya."Aku yang beruntung bu, karena mas Bagas mencintaiku begitu tulus."ujar Nayla dengan lembut.


Acara pemasangan cincin sudah selesai. Seluruh keluarga ikut mengucapkan selamat pada Bagas dan Nayla. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan makan bersama. Kedua orang tua dari Nayla dan Bagas tampak akrab berbincang satu sama lain. Sementara Nayla dan Bagas saat ini sedang bersama dengan Erlan, Asyila, Arkan, Amanda,Aldo dan Sheila.


"Abang bahagia karena sebentar lagi kamu akan diperistri oleh Bagas dek."ungkap Erlan.


"Makasih Bang."ujar Nayla sambil tersenyum.


Keduanya bertatapan lalu mengangguk.


"Hmm sebulan lagi ganti status nih adek gue."canda Arkan.


Nayla tersenyum."Iya Bang nanti jadi Nyonya Wicaksana."ujarnya begitu sombong.


"Nah sombongnya keluar tuh."canda Erlan.


Nayla mengerucutkan bibirnya."Mas Bagas lihat deh Bang Erlan sama Bang Arkan godain aku terus."keluh Nayla pada Bagas.

__ADS_1


"Nay udah bisa ngadu ya sekarang Mas. Mentang-mantang udah ada calon suami."celetuk Asyila.


"Mbak.. biasalah Nay lagi bucin-bucinnya sekarang tuh."timpal Sheila.


"Eh bener sekarang keliatan ya manja banget gitu sama calon suami."timpal Amanda tak kalah.


Nayla mendengus kesal."Ish semuanya pada bully aku Mas, lihat deh."keluhnya pada Bagas.


Bagas tersenyum."Mau apapun yang mereka bilang, kamu tetep Nayla calon istriku."goda Bagas.


Erlan berdecak."Heleh... orang bucin baru nih bedua."goda Erlan.


Bagas hanya tertawa lalu merangkul bahu Nayla.


Semua mendadak menatap pasangan baru yang saat ini juga sedang menjalin sebuah hubungan. Siapa lagi jika Aldo dab Sheila.


"Nah adek gue kan bentar lagi married nih, terus Asisten gue kapan nih nyusulnya ?"tanya Erlan


"Mas ko malah menggoda mereka sih."ujar Asyila mengingatkan.


"Bukan mas mau menggoda loh sayang. Mas hanya bertanya apa salahnya."ujar Erlan sambil mengelus puncak kepala Asyila.


Sheila menunduk malu menyembunyikan rona merah di pipinya. Aldo yang melihat itu lantas tersenyum, lalu menatap semua yang saat ini menunggu jawabannya.


"Setelah acara ini selesai, saya akan membawa Sheila bertemu dengan kedua orang tua saya, Pak. Kebetulan mereka ada di Jakarta saat ini."tegas Aldo.

__ADS_1


Erlan merangkul bahu Aldo."Panggil Abang aja biar akrab. Kita lagi di luar kantor juga saat ini."ujar Erlan."Gue selalu doakan yang terbaik buat loe sama Sheila."tambahnya lagi.


"Makasih Bang."ujar Aldo.


__ADS_2