
Pertunangan Amanda dan Arkan tengah di gelar saat ini. Pertukaran cincin sudah mereka lakukan 30 menit lalu, kini mereka tengah menyapa beberapa undangan yang tengah hadir di acara mereka. Arkan sibuk menyapa rekan bisnisnya, sementara Amanda tengah menemani Asyila yang sedari tadi meminta ditemani untuk menyicip segala hidangan disana.
"Syil.. kamu ga salah makan sebanyak itu ? Aneh deh gak biasanya loh kamu makan lahap gitu, kaya baru nemu makan aja deh Syil."ujar Amanda
"Gatau juga Manda.. beberapa hari ke belakang ini ***** makanku jadi meningkat. Padahal aku tadi udah makan loh tapi asli laper lagi."ujar Asyila
Apa Asyila sedang hamil ya ? Tapi ko ga ada tanda-tanda kaya orang hamil ? gumam Amanda
"Sayang....."panggil Erlan yang sedari tadi mencari keberadaan istrinya itu.
Asyila tak menyahut bahkan malas untuk bertatapan dengan suaminya ini. Tadi saat di kamar, Erlan bahkan tak berhasil membujuknya. Asyila masih kesal dengan suaminya itu yang sempat mengacuhkan dirinya demi obrolan pekerjaan.
"Istri cantiknya mas masih ngambek nih keliatannya."goda Erlan
"Syil, Kak Erlan.. Manda kesana sebentar ya."ujar Amanda pamit undur diri agar memberikan ruang Erlan berdua dengan istrinya.
"Manda aku ikut dong.."ujar Asyila yang hendak pergi namun tak kalah cepat dengan Erlan yang memegang tangannya.
"Mau kemana sih sayang hmm ?"tanya Erlan
"Lepas gak ?"ujar Asyila dengan nada kesal
"Loh istri aku masih marah ? Udah ya marahnya. Liat tuh mukanya malah jelek kalo marah."ujar Erlan yang mencoba membujuk istrinya.
"Mas tadi bilang aku jelek ? Iya emang aku jelek ga cantik. Hikss.. hikss.."ujar Asyila kembali terisak
Ya Allah istriku kenapa lagi ini ?batin Erlan
"Mama kenapa Pa ? Kok nangis ?"tanya Vino yang tiba-tiba menghampiri Asyila lalu memeluknya
"Papa jahat nak, mama dibilang jelek."ujar Asyila yang masih terisak
"Loh bukan gitu maksudnya sayang, mas gabilang kamu jelek. Cumaa....."ucap Erlan tertahan karena mama Vera tiba-tiba menghampiri mereka.
"Nak ada apa ?"tanya mama Vera pada anaknya.Lalu pandangannya beralih pada Erlan yang sedang berlutut di depan istrinya."Loh Erlan kenapa ? ko sampe berlutut gitu ?"tanya mama Vera pada Erlan.
"Asyila dibilang jelek Ma sama mas Erlan. mas Erlan udah ga sayang sama aku, Ma..hiks hiks"ujar Asyila yang masih menangis.
"Mama bukan gitu tadi Erlan hanya membujuk Asyila yang tengah marah pada Erlan, Ma. Mungkin Erlan yang salah Ma, salah membujuk istri Erlan."ujar Erlan seraya menunduk.
"Vino sayang ikut Oma dulu yuk, lihat tuh Opa kayanya mau ambil ice cream. Vino mau ?"tanya mama Vera beralih mengambil Vino dari pangkuan Asyila.
"Vino mau Oma.. Ayo.. Dah Mama dah Papa."ujar Vino
__ADS_1
"Iya sayang jangan susahin Oma ya."ujar Asyila sambil mengelus kepala Vino.
"Kalian selesaikan masalah kalian dulu ya.."ujar mama Vera
"Terimakasih Ma.."ujar Erlan dengan senyum tipis.
Setelah mama Vera dan Vino berlalu, Erlan masih dalam posisi berlutut di hadapan Asyila. Ia pegang tangan istrinya itu namun matanya masih tertuju pada lantai gedung itu.
"Mas minta maaf sayang. Please jangan marah lagi, dada mas sesak liat kamu gini."ujar Erlan lirih
Asyila tersenyum lalu memegang wajah Erlan agar suaminya itu menatapanya."Syila ga marah kok, cuma bete aja tadi."ujarnya dengan santai
"Serius ? ga marah sama mas ?"tanya Erlan.
"Iya.. tapi..."ucap Asyila tertahan
"Tapi apa sayang ? bilang sama mas."tanya Erlan yang masih setia menatapnya.
"Aku lagi pengen martabak keju coklat yang di persimpangan jalan ke rumah kita mas."ujarnya sambil menampilkan deretan giginya
"Mau.. mau martabak ?"tanya Erlan
"Iya mas beliin ya please"ujarnya manja.
"Mau ke tempatnya langsung mas, pengen makan martabaknya di bagasi mobil"ujarnya kembali
Ya Allah istri aku kenapa ya ? Dia ga lagi sakit kan ? Mood nya gampang berubah akhir-akhir ini.batin Erlan
"Mas... Ayoo...."ajak Asyila dengan nada manja.
"Iya sayang ayo.."ujar Erlan.
🌹🌹
Sementara di sisi lain, Nayla tengah mengawasi gerak gerik dari Ajeng. Sedari tadi Ajeng tak sedikit pun melepaskan pegangannya dari lengan Bagas.
"Gimana dek ? Dia terlihat mencurigakan ?"tanya Arkan yang tiba-tiba menghampirinya.
Nayla menggelengkan kepalanya."Dari tadi Ajeng nempel terus sama kak Bagas, keliatannya dia sedikit berhati-hati bang dengan rencananya."ujar nayla
"Rencana apa yang kalian maksud ?"tanya Amanda yang tiba-tiba datang menghampiri keduanya.
"Itu.. Kak.. hmm rencana..."ujar Nayla sedikit gugup
__ADS_1
"mas Arkan ada apa ini ?"tanya Amanda pada calon suaminya.
"Hmm sebenarnya itu...itu..Oh tadi Nayla berencana untuk mencari Asyila dan Erlan soalnya tadi Vino nanyain Syila dan Erlan."ujar Arkan berbohong.
Amanda tersenyum."mas Arkan tuh ga pandai bohong. Amanda sangat tahu gimana mas Arkan. Ada apa mas ?"ujar Amanda dengan tenang.
Dengan terpaksa Arkan menceritakan semuanya. Amanda sempat terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Ya Allah mas.. Bagas mas dia.."ujar Amanda panik.
"Kamu tenang ya, aku udah suruh orang-orang aku buat waspada. Lagipula Nayla yang akan menggagalkan rencana jahat Ajeng."ujar Arkan menenangkan calon istrinya.
"Makasih ya mas udah bantu sahabatku."ujar Amanda.
"Bagas juga bagian dari perusahaanku kalo kamu lupa."ujar Arkan
"kak Amanda sama bang Arkan sebaiknya kembali sapa tamu kalian biar Nayla yang awasi gerak-geriknya Ajeng."saran Nayla
"Yaudah kamu tetep waspada juga ya, tenang aja disini udah banyak orang-orang kakak juga dek."ujar Arkan.
"Siap Bang.."ujar Nayla sambil memberi hormat.
Tak lama seorang pelayan membawa 2 buah minuman yang diberikan pada Bagas dan Ajeng. Dengan segera Nayla berjalan cepat untuk menghentikan Bagas, saat sudah dekat ia sengaja memutar badannya untuk berjalan mundur dan saat sampai ia sengaja menabrakkan badannya ke punggung Bagas dan minuman itu terjatuh bersama dengan gelas yang pecah.
Prang.....
"Aduh maaf Kak.. Nay ga sengaja"ujar Nayla pada Bagas sambil mencoba memungut pecahan gelas.
"Eh Nay gausah biar pelayannya aja yang bersihin, gapapa kok. Kakak bisa ambil lagi."ujar Bagas.
"Makanya kalo jalan tuh gausah mundur-mundur gitu, liat kan lo bikin kekacauan disini."ujar Ajeng sinis.
"Maaf Ajeng.. tadi Nay lagi cari Vino dan maaf karena ga liat sekitar minumannya kak Bagas jadi tumpah deh. Maaf ya.."ujar Nayla menunduk
"Udah gapapa kok Nay, ini bisa dibersihin kok Nay. "ujar Bagas sambil tersenyum dan mengelus rambut Nayla.
"I-I-Iya Kak."ujar Nayla gugup.
Aduh nih jantung detakkannya ga normal gini ya ampun.batin Nayla
Ada apa ini ? Kenapa hatiku berdesir saat berdekatan dengan Nayla ?batin Bagas
Sial rencana malam ini gagal gara-gara Nayla, liat aja rencana selanjutnya pasti berhasil.batin Ajeng.
__ADS_1