
Siang ini hujan begitu deras. Ya cuaca saat ini memang sudah memasuki musim penghujan. Seperti saat ini di balik jendela café, seorang gadis cantik tengah menyeruput secangkir green tea latte favoritnya.
Sambil memainkan gawai di tangan kirinya, sesekali tersenyum menanggapi yang ia lihat di gawainya itu.
Gadis cantik itu tak lain adalah Nayla, adik dari Erlan. Selepas mengunjungi Erlan di kantornya, ia tak langsung kembali pulang ke rumah, namun mampir sebentar ke café favoritnya.
Ia tengah memainkan gawainya, melihat hal yang menarik di salah satu akun media sosialnya. Hingga pendengarannya tak sengaja menangkap suara seseorang yang begitu ia kenal.
“Kak rencana apalagi ya kira-kira supaya dia bisa masuk jebakanku ?” Tanya wanita itu.
“Kamu makanya kalo buat rencana itu bilang kakak, yaudah biar kakak bantu nanti. Dijamin tu cowo pasti deh tekuk lutut sama kamu.”sahut wanita yang satunya.
Nayla seperti mengenal salah satu suara dari wanita di belakangnya itu. Rasa penasaran membuatnya membalikkan sedikit badannya untuk melihat dua wanita yang tengah berbincang itu. Seketika ia terkaget, dua wanita itu tak lain adalah Ajeng dan Sheila.
Itu kan Sheila teman kuliahku dulu, ada hubungan apa ya dia dengan Kak Ajeng ?gumam Nayla dalam hati.
Tak mau kehilangan kesempatan, ia pun mengaktifkan recording di gawainya untuk merekam semua yang kedua wanita itu bicarakan.
“Sheila satu minggu lagi saat ulang tahun Bagas aku akan menjalankan rencanaku yang sudah aku susun beberapa bulan ke belakang ini. Aku jamin pasti Bagas yang bodoh itu akan percaya dan aku bisa mendapatkan hartanya dengan mudah. HAHAHAAHA”ujar Ajeng sambil tertawa jahat.
__ADS_1
“Kakak kenapa sih berambisi untuk menguasai harta dari selingkuhan kakak itu, padahal kan kakak bisa minta sama Papa aku.”sahut Sheila.
“Aku tak mungkin selalu bergantung pada Papamu Sheila, kita sebatas sepupu Sheila. Dan aku cukup sadar diri.”ujar Ajeng.
“Tapi Kak aku yakin Papa bisa bantu finansial kakak dan suami kakak.”ujar Sheila.
“Sheila aku cukup sadar diri, tak mungkin aku selalu bergantung pada keluargamu. Lagipula ini sudah menjadi niatanku sejak awal saat mendekati Bagas.”ujar Ajeng sambil tersenyum licik.
“Aku harus belajar banyak darimu Kak, Aku juga ingin memiliki mas Erlan yang sangat aku cintai bagaimanapun caranya.”ujar Sheila sambil mengepalkan tangannya.
“Jika rencanaku sudah berhasil, aku berjanji akan membantumu mendapatkan Kak Erlanmu itu. Akan ku pastikan istrinya tidak akan bisa kembali bersama lagi dengan Erlan. Pegang janjiku ini Sheila.”ujar Ajeng dengan yakin.
Berbeda dengan Nayla yang saat ini tak menyangka jika teman dan pacar dari pria yang ia sukai adalah sepupu. Nayla menghentikan recording di gawainya itu. Segera ia meninggalkan café itu untuk secepatnya bertemu dengan Erlan dan membicarakan soal hal ini. Ia sebisa mungkin berjalan dengan hati-hati, wajahnya ia tutup dengan masker, tak lupa ia kenakan topi agat tak terlihat oleh dua wanita jahat itu.
Aku harus memberi tahu Bang Erlan soal ini secepatnya. Aku gamau juga kalo sampe rumah tangga abang dan Kak Syila sampai hancur. Gumam Nayla dalam hati.
...…....
Sementara saat ini Amanda tengah bergelut manja pada lengan suaminya. Kini mereka tengah berada di dalam pesawat untuk kembali ke Jakarta setelah urusan pekerjaan Arkan yang sudah ia selesaikan.
__ADS_1
Entahlah mungkin hormon kehamilan sangat mempengaruhi Amanda saat ini. Seperti saat ini, sedari tadi ia tak ingi melepaskan lengannya untuk bertaut bersama dengan Arkan.
“Abang ga akan kemana-mana kali Sayang, daritadi kenceng banget rangkulnya.”goda Arkan.
“Manda takut Abang tinggalin nanti setelah pesawat mendarat.”cicit Manda manja.
Arkan tergelak bahkan sedikit tertawa mendengar kekonyolan Amanda.”Siapa juga yang mau tinggalin kamu sayang, Gak bisa lah Abang hidup tanpa kamu.”canda Arkan sambil menoel hidung istrinya.
Amanda mengerucutkan bibirnya.”Ishhh Abang gombal.”kesal Amanda.
“Itu bibir gausah kaya gitu, mau dicium disini ?”goda Arkan lagi.
Amanda seketika menutup mulutnya.”Ihh Abang mesumnya gatau tempat deh.”ucap Amanda sedikit kesal.
“Sini deh mending kamu tidur ya, ntar kalo pesawat udah landing Abang bangunin.”ujarnya sambil membawa istrinya ke bahu Arkan.
“Amanda dan dia cinta banget sama Abang.”ujar Amanda sambil tangannya mengelus perut ratanya.
“Abang juga cinta kalian.” Balas Arkan seraya mengecup dahi Amanda.
__ADS_1
LIKE, COMMENT, HADIAHNYA JANGAN LUPA BUAT DITINGGALKAN YA 😊😊