
"Udah ya marahnya. Mas ga tahan kamu diemin kaya gini."ucap Erlan manja sambil memejamkan matanya. Ia masih betah memeluk istrinya itu namun Asyila masih tak bergeming, bahkan ia tak bicara atau sekedar membalas pelukan Erlan.
"Sayang please... jangan diemin mas lagi"rengek Erlan
Asyila melepaskan dekapan suaminya. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Erlan."Mas tolong ya aku mau sendiri."ucap Asyila pelan
Erlan bisa melihat jika istrinya sedang menahan untuk mengeluarkan air matanya. Ia padahal awalnya senang karena melihat kecemburuan yang terpancar dari mata Asyila menandakan jika istrinya itu sangat mencintai dirinya. Namun melihat Asyila seperti ini malah membuat Erlan gusar dan merasa bersalah.
"Lihat mas, tatap mas sayang."pinta Erlan sambil menarik dagu Asyila agar mau menatapnya.
Asyila mendongak. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya Ia sudah tak bisa tahan untuk berpura-pura bersikap biasanya saja.Segera Erlan hapus air mata itu dengan ibu jari miliknya."Hei kok nangis sayang ? Please ini buat terakhir kalinya kamu keluarin air mata kamu karena kesedihan. Maaf karena mas selalu sakiti perasaan kamu terus menerus."ucap Erlan sambil menunduk.
Asyila tersenyum. Ia tangkup pipi suaminya dan tanpa diduga ia cium bibir suaminya."Syila ga marah kok mas."ucapnya santai.
"Ga marah gimana ? tadi kamu pergi dari Kantor mas tanpa mau denger penjelasan dari mas."ucap Erlan bingung
"Mas.. aku hanya gak mau ganggu kamu untuk selesaikan urusan kamu sama dia. Aku tau mas hanya mencintai aku. Aku hanya terkejut aja tadi, karena tiba-tiba melihat kamu sedang kedatangan tamu yang tanpa malu mencium bibir kamu. Mas tau hatiku sebenarnya sakit melihat apa yang aku miliki orang lain justru ingin menikmati dan memilikinya, tapi aku mencoba berpikir jernih, aku yakin mas sama sekali bukan pria yang mau memainkan perasaan wanita. Aku tau mas hanya menyimpan namaku di hati mas. Tadi aku hanya kecewa saja mas"ucap Asyila sambil memeluk leher suaminya
"Please Yank... jangan diemin mas kaya tadi. Dada terasa sesak bahkan sulit buat napas liat kamu terus menghindar dan diemin mas."ucap Erlan dengan menunduk
Asyila angkat wajah suaminya dan menghadiahi kembali ciuman di bibirnya."Iya mas maaf ya membuatmu terlihat kacau hari ini. Syila percaya sepenuhnya sama mas. Jadi jangan berpikir kalo Syila akan terpengaruh dengan apa yang Syila lihat tadi."ucapnya menenangkan
Erlan menatap manik mata indah istrinya. Ketulusan dan kepercayaan yang besar bisa Erlan lihat dari mata istrinya."Mas janji kalo sampe dia berani datang untuk mengacau lagi mas ga akan segan buat panggil polisi."ucap Erlan sedikit kesal
"Suttt udah mas gausah bahas dia lagi, sekarang kita sama-sama hadapi setiap kerikil yang akan datang menguji kekuatan cinta kita."ucap Asyila sambil tersenyum
Erlan mendekatkan wajahnya pada Asyila lalu mencium dan ******* benda kenyal manis itu. Ia perdalam bahkan lidahnya kini sedang menjelajah sesuatu di dalam sana. Asyila yang sudah kehabisan oksigen segera mendorong pelan dada suaminya."Mas masih ingat kan kalo aku sedang berhalangan ? Sabar ya Sayang."ucap Asyila sambil tersenyum
"Mas selalu tak bisa mengendalikan diri jika sudah berduaan denganmu seperti ini. Kamu sudah jadi candu untuk mas, Sayang."ucap Erlan yang terlihat sedang menahan hasratnyau
" 3 hari lagi mas sabar ya."ucap Asyila lembut lalu menghadiahi kembali suaminya dengan ciuman di bibir."I love you mas Erlan."ucapnya sambil berbisik karena malu
__ADS_1
Erlan lalu mendekapnya dan mencium pucuk kepala istrinya."I love you more my wife."ucap Erlan
🌹🌹
Seminggu berlalu..
Arkan kini tengah berbincang dengan kedua orang tuanya di Ruang keluarga mengenai rencananya melamar Amanda.
"Kak.. jadi kapan kita akan datang ke kediaman Amanda untuk membicarakan soal hubungan kalian ?"tanya papa Andhika
"Hmm Arkan berencana besok malam untuk membawa keluarga kita ke rumah Amanda Pa.."ucap Arkan
"Kamu sudah yakin dengan keputusan ini Kak ? Mengingat kalian belum lama saling mengenal."tanya mama Vera
"Insyaallah Arkan yakin Ma. Lagipula Arkan hanya tidak ingin dekat dengan dosa jika berhubungan tanpa ikatan yang suci dan halal dengan Amanda. Jika sudah menikah apapun yang kami lakukan adalah pahala dan itu tidak akan menyalahi aturan apapun kan Pa.."jelas Arkan
"Papa sangat bangga karena anak Papa sangat menjaga kesucian sebuah hubungan. Bahkan kamu sangat menjaga martabat wanita yang kamu cintai. Papa sangat beruntung karena Allah menghadiahi Papa anak-anak yang Sholeh dan Sholehah seperti kalian."ucap papa Andhika
"Baiklah Kak kita akan datang untuk melamar Amanda besok malam. Jangan lupa kamu hubungi Asyila ya Kak."ucap papa Andhika
"Akan Arkan hubungi sekarang saja ya Pa."ucap Arkan lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
*Assalamu'alaikum Syil, apa kaka menganggumu ? tanya Arkan
Tidak Kak, Asyila baru saja selesai menidurkan Vino. Ada apa Kak ? tanya Asyila
Hmm begini dek, besok kaka ingin memintamu untuk meluangkan waktu agar bisa hadir juga ke rumah Amanda. Kaka berniat untuk melamarnya besok malam. jelas Arkan
Melamar ? Kaka dan Amanda akan menikah ? Bagaimana bisa kalian ? Kaka ataupun Amanda tak ada yang cerita pada Asyila. Kalian tega sekali. ucap Asyila sedikit merenggut
Kaka akan ceritakan nanti sama kamu dek, tapi bisa kan kamu juga ikut untuk menemani kakak ? tawar Arkan
__ADS_1
Tentu Kak, aku justru sangat bahagia jika Kaka dan Amanda akan segera meresmikan hubungan kalian. Nanti Syila akan beritahu juga mas Erlan ya.. Kami akan datang bersamamu kak. Kaka tenang saja. ucap Asyila
Terimakasih ya dek.. Kamu juga bisa ajak Papa dan Mama mertuamu jika memang mereka juga bisa hadir.
Baiklah biar nanti Syila beritahu keluarga mas Erlan ya Kak. Syila tutup teleponnya kalo begitu. Kaka istirahat ya.. sampaikan salam Syila untuk mama dan Papa Assalamu'alaikum... ucap Syila
Walaikumsalam dek... balas Arkan*
🌹🌹
Setelah menelpon Kakaknya, Asyila kini tengah berada di ranjangnya sambil menunggu suaminya yang tengah berada dalam kamar mandi.
"Sayang siapa yang telpon ?"tanya Erlan yang sempat mendengar istrinya obrolan istrinya walau sekilas
"Kak Arkan yang telepon mas, dia kasih tau kalo besok mau lamar Amanda ke rumahnya."ucap Asyila
Erlan sedikit kaget, pasalnya yang ia tau Kakak iparnya ini sama sekali tak pernah membahas soal wanita ataupun sekedar memperkenalkan wanita pada Erlan atau istrinya, namun apa ini justru besok ia akan melakukan lamaran."mas tidak salah dengar kan sayang ? Kakakmu akan melamar Manda ? "tanya Erlan
"Aku juga sempet kaget mas saat Kakak menelpon, mungkin memang mereka ingin segera meresmikan hubungannya agar terhindar dari dosa. Lagipula dengan pernikahan semua yang dilakukan berbuahkan pahala."ucap Asyila sambil tersenyum
Erlan mengangguk." Kamu tadi ngomong soal pahala kan sayang ? Gimana kalo kita juga cari pahala ? Cari kehangatan juga nih, udara di luar luamayan dingin."ucap Erlan yang tiba-tiba menempelkan tubuhnya pada Asyila.
"Maksud mas ini apa sih ? "tanya Asyila yang tak mengerti
"Sekarang malem jumat kan ? Pas banget nih cari pahala dan menjalankan salah satu sunahnya rosul."ucap Erlan dengan nada menggoda.
BLUSH
Pipi Asyila merona karena godaan dari suaminya. Ia langsung berbaring menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya .
"Sayang yuk cari pahala... mas sedang ingin saat ini."ucap Erlan sambil berbisik dan setelahnya ia kecup ceruk leher Asyila dan meninggalkan tanda merah disana.
__ADS_1