Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Setelah mengecek kandungannya ke dokter 3 jam yang lalu, kini sepasang suami istri itu berencana untuk berkunjung ke kediaman Sebastian.Asyila merindukan kedua mertuanya dan tentu ia berencana untuk menjemput anaknya Vino yang sebelumnya ia titipkan sebelum ia pergi ke dokter kandungan.


Mobil Erlan sudah terparkir sempurna di pekarangan rumah orang tuanya. Ia segera memutarkan badannya untuk membantu Asyila turun dari mobil. Mengingat kini perut Asyila yang sudah membuncit membuatnya sedikit kesulitan. Erlan sebagai suami dan Ayah yang siaga tentunya akan selalu membantu istrinya itu agar tidak mengalami kesulitan. Pintu mobil Asyila telah dibuka, namun saat masih dalam perjalanan Asyila tertidur. Dengan sayang Erlan mengusap kepala istrinya tak lupa ia hadiahi kecupan di dahi Asyila.


“Sayang kita sudah sampai…”ujar Erlan sambil mengelus pipi lembut Asyila.


“Hoammm”Asyila membuka matanya. Ia baru menyadari jika sudah berada di kediaman  suaminya.


“Mas dari kapan kita sampai ?”Tanya Asyila.


“Baru kok, kamu pulas banget boboknya sih. Sampe ga sadar kan kalo udah sampe. Yuk turun.”ujar Erlan sambil menjulurkan tangannya.


Dengan hati-hati Asyila turun dan mereka melangkah masuk ke dalam rumah.


Ting…Tong…


Suara bel itu berbunyi. Tidak lama pintu terbuka dan menampilkan mama Shindy yang saat itu kebetulan tengah berada di Ruang tamu.


“Assalamu’alaikum Mama…”ujar keduanya sambil bergantian menyalami tangan wanita paruh baya itu.


“Walaikumsalam.. Kalian akhirnya sampe juga. Mama dari tadi nungguin loh.”jawab mama Shindy.


“Biasa mah di jalan sedikit macet. Mama sehat ?”ujar Erlan seraya mengajak istrinya masuk


“Alhamdulillah Mama sehat nak.”jawab mama Shindy.


Pandangannya langsung tertuju pada menantu kesayangannya itu.” Kamu sehat nak ? Gimana cucu Mama ? Sehat ? Dia nyusahin mamanya ga nih.”Tanya mama Shindy pada Asyila sambil mengelus perut buncit Asyila.


“Alhamdulillah Syila sehat Ma.”jawab Asyila lalu ia ikut mengelus perutnya sendiri.”Cucu Oma ini anteng banget kok, Kamu ga rewel ya sayang..”tambahnya lagi.


“Ga sabar deh udah pengen oma gendong.”timpal mama Shindy.


“Sabar Ma.. 2 bulan lagi.”ujar Erlan sambil merangkul pundak Asyila.


“Yaudah kebetulan Mama tadi sama Bibi udah masak, sekalian aja kalian makan siang disini.”ajak mama Shindy.

__ADS_1


“Papa dimana Ma ? Kok Erlan ga lihat ?”Tanya Erlan.


“Papa lagi main sama Vino di taman belakang. Sebentar biar mama panggilkan mereka. Kalian langsung aja ke meja makan ya.”pinta mama Shindy.


Keduanya mengangguk.


 


...…....


Tak jauh beda dengan Asyila, kini Amanda juga telah sampai di rumah mertuanya. Memang Arkan dan Amanda tinggal bersama dengan orang tua Arkan di rumah kediaman Gunawan. Namun seminggu ke belakang Arkan beserta istrinya melakukan perjalanan bisnis, tentunya membuat Amanda sangat merindukan kedua mertuanya itu.


Ceklek…


Pintu dibuka oleh Arkan. “Assalamu’alaikum….”ujar keduanya.


Mama Vera yang tengah berada di ruang TV langsung menghampiri anak dan menantunya.”Walaikumsalam… Akhirnya kalian pulang juga..”ujar mama Vera sambil memeluk mereka bergantian.


Papa Andhika juga tak lama menyambut kedatangan keduanya.”Alhamdulillah kalian sudah sampai di Jakarta dengan selamat.”ujar papa Andhika memeluk anaknya.


Mereka lalu duduk di ruang keluarga.”Pa.. Ma.. Arkan ingin menyampaikan sesuatu pada kalian.”ujar Arkan terlihat serius.


“Ada apa nak ? Apa perjalanan bisnis kemarin mengalami kendala ? Klien tidak merasa puas dengan kinerja perusahaan kita ?”Tanya papa Andhika bertubi-tubi.


“Bukan soal itu Pa.. Ini soal….”ujar Arkan menahan omongannya.


“Ada apa Bang ? Jangan membuat kami penasaran.”timpal mama Vera.


“Maaf Ma.. Arkan sepertinya sudah mencintai orang lain selain Amanda.”ujar Arkan gamblang.


Amanda menyembunyikan senyumnya, ia tahu jika suaminya ini ingin menjahili kedua mertuanya. Di perjalanan Arkan memang sudah merencanakan kejahilannya pada sang istri.


“Apa maksud kamu Arkan ? Kamu mau mengkhianati istrimu ?”Bentak papa Andhika.


“Iya Pa… dan ya perasaan itu baru muncul 2 hari yang lalu.”ujar Arkan kembali.

__ADS_1


“Abang berniat untuk menduakan Amanda begitu ? Abang tau ini salah kan ?”ujar mama Vera yang masih menahan amarahnya.


“Tapi mama dan papa tenang aja, aku juga tidak terburu-buru untuk mencintainya. Aku harus menunggu 8 bulan lagi untuk bisa sepenuhnya memiliki dia.”ujar Arkan sambil melirik istrinya yang tengah menahan tawa.


“Kamu berniat menikahinya ? Kami kecewa padamu Arkan. Papa bahkan tak pernah mengajarkanmu untuk menyakiti hati perempuan.”bentak papa Andhika.


“Papa dan Mama jangan emosi dulu, kalian baca baik-baik surat ini dulu. Setelah itu pasti kalian mengerti, alasan mengapa Arkan mengatakan hal ini.”ujar Arkan sambil memberikan surat pemeriksaan Amanda dari Rumah sakit.


Mama Vera perlahan membuka surat itu. Ia membaca satu persatu kata yang tertulis di dalam surat itu. Hingga sejenak ia tersenyum, lalu mengalihkan pandangannya pada Amanda.” A-a-apa ini benar ? Menantu mama sedang mengandung?”Tanya mama Vera.


Amanda mendongakkan kepalanya.”Iya Ma, sebentar lagi Papa dan Mama akan memiliki cucu dari bang Arkan dan Amanda.”ujar Amanda sambil tersenyum.


Mama Vera segera memeluk menantunya.”Syukur Alhamdulillah sayang.. Mama sangat senang.”ujarnya dengan mata berkaca-kaca.


Papa Andhika sedari tadi masih dilanda kebingungan. Ia belum mengerti apa yang dimaksud oleh ketiga orang di depannya itu.”Ma, ini sebenarnya bagaimana ?”Tanya papa Andhika.


“Anakmu ini Pa, dia tadi mencoba menjahili kita sepertinya. Yang dia maksud mencintai orang lain itu ya darah dagingnya sendiri. Amanda sedang hamil Pa, kita bakal punya cucu.”jelas mama Vera sambil memukul lengan anaknya.


“Amanda hamil ?”Tanya papa Andhika pada menantunya. Amanda hanya merespon dengan anggukan kepala.


“Iya Pa, sebentar lagi Papa dan Mama akan punya cucu. Arkan junior sudah hadir disini.”ujar Arkan sambil mengelus perut rata istrinya.


“Alhamdulillah benarkah itu nak ? Papa akan punya cucu ?”tanyanya pada Amanda.


“Iya Pa.. Amanda tengah mengandung calon cucu Papa. Usianya kini sudah masuk di 5 minggu.”ujar Amanda sambil tersenyum.


“Maaf ya Pa, Ma.. tadi bikin kalian sedikit emosi. Arkan ingin memberitahu kabar bahagia ini dengan cara yang ekstrim biar seru gitu.”ujar Arkan sambil menapilkan cengirnya.


Papa Andhika menghampiri Arkan.”Dasar anak nakal, kamu hampir membuat Papa dan Mama benar-benar kecewa padamu tau gak ?”ujar papa Andhika yang langsung menjewer anak lelakinya itu.


“Aduh Pa sakit… Papa main jewer aja sih. Kalo telinga abang putus gimana ?”keluh Arkan.


“Siapa suruh becandanya kaya gitu bang, Papa pasti marah lah.”ujar mama Vera sambil tertawa.


Amanda hanya tertawa melihat suaminya.

__ADS_1


Sehat-sehat di perut Bunda ya nak, lihat bahkan Oma dan Opa begitu senang mendengar kamu sudah hadir di Rahim bunda. Bunda jadi tidak sabar menantikanmu.Ujar Amanda dalam hati.


__ADS_2