Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Maaf


__ADS_3

Polisi dengan sigap menangkap Melanie dan keluarganya setelah Erlan mengajukan laporan penangkapan untuk keluarga itu. Awalnya Melanie menyangkal, namun dengan bukti yang Erlan miliki Melanie tak bisa berkutik. Akhirnya keluarga itu mendapat ganjarannya, hukuman penjara pantas mereka dapat karena perbuatan mereka sendiri.


Setelah melaporkan kasus itu ke Kantor Polisi, Erlan berniat untuk mengunjungi Asyila ke Kantornya. Mobil yang dikendarai Erlan kini tengah sampai di GNW Corp, ia dengan segera masuk ke dalam bangunan itu untuk bertemu Asyila. Namun baru saja sampai di Lobby, ia sudah mendapat pukulan dari Bagas.


Bugh.. Bugh..


"Dasar brengsek buat apa lo ada disini ?"emosi Bagas


"Gue cuma mau ketemu Asyil, lo minggir"ucap Erlan berusaha untuk tetap berjalan namun Bagas terus menghadangnya.


"Gue ga akan biarin laki-laki pengecut dan brengsek kaya lo bisa nyakitin lagi hati sahabat gue, apalagi setelah apa yang lo lakuin malem itu."ucap Bagas sambil menarik kerah kemeja Erlan


Erlan mengerutkan dahinya."Gue ga ngerti sama apa yang lo omongin barusan"ucap Erlan


"Lo tau malem sebelum hari tunangan lo sama Melanie, Asyila pengen ketemu sama lo, dia nunggu lo di Taman Bougenville sampe jam 10 malem."tunjuk Bagas


"HA ngaco lo, jelas-jelas gue liat kalo lo sama dia pelukan di Taman itu."ucap Erlan sarkas


"Gue peluk Asyila karena saat itu dia lagi ketakutan. Asyila nungguin lo sampe larut malem berharap lo dateng buat nemuin dia. Tapi bukan lo yang dateng justru 3 preman yang dateng buat gangguin dia. Lo tau Asyila hampir diperkosa sama preman-preman itu, kalo gue dateng terlambat bisa lo pikir apa yang bakal terjadi sama Asyila kan ?"ucap Bagas sambil mencoba menstabilkan emosinya.


Ya Allah Asyila... Maafin mas.Lirih Erlan


"Ada apa ini ?"ucap Asyila yang tiba-tiba muncul karena mendenga keributan di Kantornya.


"Asyila.."lirih keduanya sambil menoleh


"Bagas, Mas Erlan kalian berkelahi disini ? di Kantor saya ?"tanya Asyila


"Syil lelaki brengsek ini maksa buat ketemu sama kamu"ucap Bagas


"Syil ada yang ingin mas bicarakan sama kamu, makanya mas datang kesini."ucap Erlan


"Lo lebih baik pergi sekarang dari.."ucap Bagas tertahan karena Asyila berbicara.

__ADS_1


"Bagas udah gapapa lebih baik kamu balik ke kerjaan kamu, aku mau tau ada perlu apa Kak Erlan kesini."ucap Asyila dengan tegas bahkan sekarang ia kembali memanggil Erlan dengan sebutan "Kak" bukan "mas"


Bagas dan karyawan yang tadi sempat melihat kejadian itu kembali ke aktivitas mereka. Sementara Asyila mengajak Erlan ke ruangannya.


"Kakak duduk disini dulu Asyila akan obati luka lebam di wajah kaka dulu."Asyila beranjak menuju kotak P3K di ruangannya.


"Mas ga butuh obat itu, lagipula lukanya ga sesakit luka kamu."ucap Erlan


"Maksudnya kak ?"tanya Asyila sambil menghampiri Erlan


"Udah cukup Syil kamu sembunyiin luka kamu, kamu akan berusaha tegar dan kuat sampai kapan ?"tanya Erlan


"Kak jujur aku ga paham apa maksud.."ucapnya tertahan karena Erlan tiba-tiba berlutut di hadapannya.


"Maafin mas Syil, maaf karena selama ini mas gapeka sama perasaan kamu, maaf juga mas udah salah paham sama kamu selama ini, maaf juga mas menyakiti hati kamu dengan kata-kata mas,maaf karena malam itu mas..."ucapnya terpotong karena Asyila menutup mulut Erlan dengan tangannya.


"Cukup Kak, gausah bahas soal itu. Syila sudah memaafkan Kakak"ucap Asyila


Asyila tersenyum walaupun hatinya merasa sesak mendengar Erlan berbicara soal wanita yang dicintainya."Kejarlah dan raihlah apa yang menurut Kakak baik untuk masa depan dan hidup Kaka bersama Vino. Asyila selalu dukung langkah Kakak, ingat selalu berdoa dan meminta pada Allah untuk dilancarkan segala-Nya. Semoga wanita yang Kaka cintai adalah wanita yang tepat untuk Kakak."ucap Asyila sambil mengalihkan pandangannya.


"Pasti Syil, bahkan mas yakin dia yang terbaik"ucap Erlan yang masih menatap Asyila dengan dalam.


"Luka lebam Kakak udah Syila obati, Syila harus pergi Kak ada meeting dengan klien Papa dan Syila yang mewakili. Maaf karena Asyila tidak bisa bicara banyak dengan Kakak."ucap Asyila


"Baiklah Semangat meetingnya ya "ucap Erlan


"Makasih Kak"ucap Asyila sambil tersenyum


Mas tau kamu sedang menyembunyikan sesak di dada kamu saat mas membicarakan soal wanita yang mas cintai. Kamu ga tau Syil cuma kamu yang mas cintai hingga sekarang. Tunggu kejutan dari mas ya Syil. Mas janji setelah ini hanya ada kebahagiaan untuk kamu, dan mas janji hanya kamu yang mas cintai.Batin Erlan


🌹🌹


Erlan kini tengah menemui Arkan di salah satu Restoran di Jakarta. Ia berniat membicarakan soal niat baiknya untuk melamar Asyila.

__ADS_1


"Sebenernya kenapa lo tiba-tiba ngajak gue ketemu disini"tanya Arkan


"Gue perlu bantuan lo Kak, gue mau ngelamar adek lo "tegas Erlan


Arkan yang sedang minum terkejut bahkan hingga terbatuk


"uhuk..uhuk.. Lo becanda ? ga salah denger gue ? lo mau lamar Asyila ?"tanya Arkan


"Gue udah bertekad buat lamar Asyila, gue bakal tepatin janji gue buat dia 8 taun lalu, janji pernikahan itu bakal gue wujudkan Kak. Asyila udah nunggu gue terlalu lama bahkan udah terlalu banyak sakit hati gara-gara gue."jelas Erlan


"Gue bakal bantuin lo, tapi balik lagi sih semua keputusan ada di Asyila, gue hanya membantu lo menyiapkan lamaran lo buat Asyila. Selebihnya tergantung Asyila mau nerima lo atau engga "tegas Arkan


"Makasih ya Kak. Gue janji bakal bahagiain adek lo."Janji Erlan


Arkan hanya mengangguk.


🌹🌹


Seminggu berlalu....


Asyila tengah berada di kamarnya. Ia baru selesai solat subuh dan bersiap untuk lari pagi bersama Arkan.


"Adek... Adek... cepetan dong dek keburu siang nih"teriak Arkan


Asyila keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan langkah cepat."Ya ampun Kak, gausah teriak gitu aku denger ko"ucapnya merenggut kesal


"Yaudah maaf deh maaf gausah ngambek masih pagi."canda Arkan


"Ishh kaka nyebelin.."ucapnya kesal


"Lah emang nyebelin kalii... baru tauu"ucap Arkan menjulurkan lidahnya


"Ih Kaka tungguin dong"ucap Asyila sambil berlari menyusul Arkan.

__ADS_1


__ADS_2