
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Asyila Lutfhia Gunawan Will You Marry Me ?"ucap Erlan sambil mengeluarkan cincin indah dari saku jasnya.
Asyila menutup mulutnya bahkan buket bunga yang tadi dipegangnyapun terjatuh, ia menitikkan air matanya. Benarkah ini ? lelaki yang selama ini ia tunggu melamarnya ? Ia menepati janjinya ?
"Terima...Terima....Terima..."ucap Amanda rusuh
"Ya Allah Manda gausah rusuh gitu deh"ucap Arkan
"Ishh Kak, aku ikut seneng liat sahabat aku di lamar kaya gitu. Kak Erlan romantis banget deh, jadi pengen dilamar juga."ucap Amanda
"Kamu ngode ya ?"usil Arkan
"Mau ngode siapa juga jangankan calon suami, pacaran aja ga dibolehin Ayah."ucap kesal Amanda
Arkan menahan tawanya melihat Amanda kesal.
"Kami merestui kalian nak, Ayo Mama dan Papa mendukung keputusanmu Syil"ucap papa Andhika
Asyila terkejut keluarga bahkan sabahatnya hadir juga disini. Selain itu ada Vino dan keluarga Erlan juga.
"Bismillahirrahmanirrahim atas izin dari Allah, restu dari Mama dan Papa aku Asyila Luthfia Gunawan menerima lamaran dari kamu Kak."ucap Asyila
"Alhamdulillah..."ucap mereka serempak
"Alhamdulillah terimakasih Syil, aku janji mulai dari hari ini hanya kebahagiaan yang akan aku berikan untukmu."ucap Erlan sambil memasangkan cincin di jari manis Asyila
"Bunda...Papa..."teriak Vino yang berlari menghampiri keduanya
Erlan membuka tangannya untuk menggendong Vino
"Vino senang ? Bunda akan jadi Mama Vino ?"tanya Erlan
"Senang Papa, nanti bunda akan bersama kita ya Papa ?"ucap Vino
"Iya Bunda nanti akan terus bersama Vino"mengelus puncak kepala Vino
"Aku harap kita akan terus seperti ini, Bahagia bersama."ucap Erlan
"Aamiin Yaa Mujiib Mas..Eh Kak maksudnya"ucap Asyila tergugup
"Jangan ubah panggilan itu lagi, mulai sekarang panggil aku dengan sebutan mas. Lagipula aku ini bukan Kakakmu tapi calon suamimu sekarang."pinta tegas Erlan
"I-i-iya mas maaf"Asyila tertunduk
"Hahahhhaa Bunda lucu"tawa Vino
"Iya sayang, bunda takut kayanya sama Papa"canda Erlan
"Ishh mas apa sih, Vino juga Bunda marah nih"Asyila merajuk
"Maaf Bunda..."ucap Vino. Cup "Vino sayang Bunda"ucap Vino sambil mencium pipi Asyila
"Bunda juga sayang Vino"ucap Asyila membalas mencium pipi Vino
__ADS_1
"Sekarang kamu cuma cium Vino aja nanti kalo kita udah sah aku dapet giliran juga kan ?"canda Erlan
"Ih Mas... apaan sih"ucap Asyila malu
Sementara dari kejauhan tampak orang tua dari mereka berdua memperhatikan betapa serasinya Asyila dan Erlan
"Lihatlah Ma, anak kita ternyata sudah dewasa. Sekarang Papa harus siap melepaskan dia untuk dibawa oleh calon suaminya."ucap papa Andhika sambil merangkul istrinya
"Papa benar, putri kecil kita sekarang sudah dewasa bahkan sebentar lagi akan menjadi istri seseorang. Semoga mereka selalu bahagia ya Pa. Lihat begitu serasinya mereka bahkan sudah seperti satu keluarga yang harmonis"ucap mama Vera yang melihat kemesraan antara keduanya di seberang sana
"Akhirnya mas,mbak kita kembali bertemu bahkan sebentar lagi akan berbesanan."ucap papa Herman
"Iya mbak kita sebelumnya bertetangga sekarang kita akan jadi besan"timpal mama Shindy
"Iya mbak semoga ke depannya anak-anak kita jadi pasangan yang harmonis dan rukun"ucap mama Vera
"Aamiin Ya Allah"ucap mereka serempak.
🌹🌹
Mereka kini tengah berada di salah satu Restoran ternama di Jakarta. Erlan sengaja mengajak mereka semua untuk makan malam bersama merayakan hari spesialnya kali ini
"Erlan kapan rencananya pernikahan kalian akan dilangsungkan ?"tanya papa Herman
"2 minggu ke depan kami akan melangsungkan pernikahan Pa."ucap Erlan
"Mas apa tidak terlalu cepat ?"tanya Asyila sedikit terkaget
"Ciee... udah berani pegang tangan sama panggil sayang sayang nih.. kiw" ledek Bagas
"Ada masalah sama lo ?"ucap Erlan memberi tatapan tajam pada Bagas
"Eh santai dong bro gausah marah gitu, Syil liat deh calon suami kamu tuh seneng banget marahin aku heran"ucap Bagas mengadu pada Asyila
"Ih mas udah deh, kamu juga Gas becanda mulu."ucap Asyila
"Bunda, Vino ingin ice cream itu"pinta Vino sambil menunjuk ke arah ice cream di atas meja
"Sini bunda suapi"ucap Asyila sambil menyodorkan sendok ice berisi ice cream ke mulut Vino
"Sayang biar Vino makan sendiri ya, kamu makan aja makanan kamu."pinta Erlan
"Gapapa mas aku seneng ko manjain Vino, mas jangan khawatir nanti setelah ini aku makan ko."ucap Asyila
"Sayang kamu makan aja makanan kamu, biar Vino mas yang suapi."saran Erlan
"Yaudah kalo gitu."ucap Asyila sambil memberikan mangkuk ice cream pada Erlan
"Duh Kak, Syila.. jiwa jombloku meronta nih"ucap Amanda
"Makanya cari calon suami juga, kurangi juteknya"timpal Bagas
"Ih apa sih Bagas ledekin aku terus."ucap kesal Amanda
__ADS_1
"Kak Arkan kalo diliat-liat Kaka sama Amanda cocok nih ?"timpal Erlan
"Loh ko lo jadi bawa-bawa gue ?"tanya Erlan
"Erlan bener kak, jodoh ga ada yang tau."mama Vera menimpali
"Nih mama juga malah dukung Erlan, yang anak mama siapa sih ?"ucap Arkan sedikit kesal
"Mama ga belain nak Erlan loh kak, tapi emang bener kita gatau jodoh kita siapa, tuh liat adek kamu ternyata dia sama Erlan berjodoh kan" mama Vera berucap seraya menatap sekilas kedua pasangan di hadapannya.
"Terserah mama deh"ucap Arkan malas
Malam itu mereka semua makan malam dengan dibarengi obrolan dan canda tawa.
🌹🌹
Seminggu berlalu..
Erlan tengah dalam perjalanan menuju rumah Asyila, ia berniat mengajak Asyila ke suatu tempat.
"Udah siap sayang ?"tanya Erlan pada Asyila yang kini sudah berada dalam mobilnya.
"Udah mas, ayo"jawab Asyila
Dalam perjalanan Asyila tampak bingung kemana Erlan akan membawanya, tadi di telepon dia hanya mengatakan akan mengantar Asyila ke Kantor, tapi ini bukan jalan yang biasa dilewati oleh keduanya.
"Mas.."panggil Asyila
"Hmm kenapa sayang ?"tanya Erlan yang meliriknya sekilas dan kembali fokus mengemudi
"Kita mau kemana mas ? ini bukan arah jalan ke kantorku"tanya Asyila
"Mas mau ajak kamu ke suatu tempat dulu, mas ingin mengenalkanmu dengan seseorang sayang."ucap Erlan
"Siapa mas ?"tanya Asyila
"Nanti kamu tau sendiri ko sayang." ucap Erlan
20 menit berlalu, keduanya telah sampai di salah satu Tempat Pemakaman Umum di Jakarta. Erlan mengajak Asyila menuju ke salah satu makam disana, sepanjang jalan ia menggandeng tangan Asyila dan tak lupa tangan satunya memegang buket bunga yang sudah Erlan persiapkan.
Mereka sudsh sampai di salah satu pusara makam dengan nisan bertuliskan nama "Mila Septiani"
"Sayang kemarilah aku ingin memperkenalkanmu dengan dia."ajak Erlan
Asyila kemudian berjongkok"Dia siapa mas ?"tanya Asyila sambil menyentuh nisan makam itu
"Kenalkan sayang, dia mila Ibu dari Vino"ucap Erlan
DEG
Seketika Asyila terdiam dan pikirannya kembali bergelut setelah mendengar perkataan Erlan.
Dia Ibu Vino ? berarti dia istri pertama mas Erlan ?Gumam Asyila
__ADS_1