
Sesuai rencana Asyila hari ini, ia bersama Erlan akan pergi untuk memeriksakan kandungan Asyila. Tadi pagi seperti biasa Erlan sudah membuat janji bersama dengan dokter Eva, selaku yang menangani kehamilan Asyila.
“Mas gak apa-apa kalo harus ga ke kantor lagi ?”ujar Asyila merasa tak enak pada suaminya.
Erlan mengelus puncak kepala Asyila.”Kamu yang terpenting bagi mas saat ini.”ujar Erlan.
“Terimakasih karena selalu memanjakan Asyila, menjadi Papa siaga untuk Syila dan anak-anak kita.”ujar Asyila sambil mendekap Erlan.
Erlan tersenyum.” Peluk kamu nih sekarang agak usah ya Yank, kehalang sama dia nih.”ujarnya sambil mengelus perut Asyila yang buncit.
Asyila mencubit perut Erlan dan membuatnya sedikit tergelak.”Udah ah mas lebih baik kita berangkat, keburu kak Manda dan Bang Arkan tungguin kita kelamaan.” Ajak Asyila.
30 menit berlalu….
Saat ini Asyila tengah berbaring di ranjang rumah sakit. Saat ini ia akan melakukan pemeriksaan USG bersama dengan dokter Eva selaku dokter kandungan yang menanganinya. Erlan sedari tadi terus mengenggam jari jemari istrinya, menautkan jarinya dengan sang istri.
Dokter tengah mengoleskan gel di perut Asyila, lalu alat ultra sonografi diletakkan diperutnya. Dokter menggerakkan alat itu dan hasilnya akan ditampikan di layar monitor.
“Nah bisa bapak dan ibu lihat, itu adalah anak kalian ya.. Alhamdulillah semua lengkap normal. Bayinya juga sehat.”tutur dokter Eva.
__ADS_1
Asyila menitihkan air mata, menatap haru jika saat ini ada seorang bayi yang tengah tunbuh di dalam perutnya.”Itu anak kita mas..”ujarnya sambil melirik Erlan.
Erlan mencium tangan istrinya lalu beralih ke dahi Asyila.”Iya Sayang, anak kita…”lirih Erlan.
“Anak kalian bergerak begitu aktif ya bu, ini awal baik. Jika bisa selalu ajak anak kalian untu berkomunikasi ya, libatkan dia saat kalian tengah berbincang. “saran dokter Eva.
“Untuk masalah Hubungan suami istri, bapak dan ibu bisa melakukannya. Tapi harus diingat perlu berhati-hati dan tidak terlalu sering ya Pak.”tambahnya lagi.
Erlan tersenyum kikuk.Sepertinya dokter Eva sudah bisa membacaapa yang ingin aku tanyakan tadi.gumam Erlan.
“Apa kalian ingin tahu jenis kelaminnya?”Tanya dokter Eva.
Saat usia kandungan istrinya memasuki usia 18 minggu, Asyila dan Erlan juga memeriksakan kandungannya sekaligus untuk mengertahui jenis kelamin dari anak mereka, hanya saja saat itu sepertinya si bayi ingin menyembunyikan terlebih dahulu jenis kelaminnya. Sehingga saat itu Erlan baik Asyila tak mempermasalahkan mengenai jenis kelamin dari anak mereka.
“Baiklah kita coba ya Pak untuk sekarang, kita lihat apa anak kalian masih ingin menyembunyikan jenis kelaminnya.”ujar dokter Eva sambil menggerakkan alat USG itu.
Dokter Eva tersenyum.”Sepertinya saat ini anak kalian tidak ingin membuat kalian penasaran lagi Pak,Bu. Saya tidak ingin menyalahi kehendak-Nya, namun yang saya lihat kalian akan memiliki seorang putri cantik.”tutur dokter Eva.
Erlan menautkan alisnnya.”Maksud dokter anak kami perempuan ?”Tanya Erlan.
__ADS_1
“Benar sekali pak Erlan.”ujar dokter Eva.
Pemeriksaan usai, Asyila pun keluar dari ruangan itu. Disana ada Amanda dan Arkan yang telah menunggu mereka.
“Gimana Syil ?”Tanya Arkan.
“Alhamdulillah Bang, hasilnya baik.”ujar Erlan.
Asyila beralih menatap sahabatnya, tangannya pun mengelus perut Amanda. “ Lalu bagaimana dengan hasil pemeriksaan Kak Manda, bang ?”Tanya Asyila.
“Alhamdulillah bayinya kuat Syil, Abang khawatir karena kemarin sempat membawa Amanda bepergian dengan pesawat. Tapi tadi dokter menjelaskan itu tidak menganggu ke kehamilan Amanda. Janinnya juga sehat dan kuat.”tutur Arkan.
“Berapa usia kandungannya Bang ?”Tanya Asyila.
“Usia kehamilannya memasuki minggu ke 7 Syil.”sahut Amanda.
“Sehat terus ya bumil-bumil.”canda Erlan yang mendapat delikkan tajam dari mata Asyila.
Arkan dan Amanda hanya tertawa melihat pasangan suami istri itu.
__ADS_1