Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Kenangan Tercipta di Paris


__ADS_3

Kini semua keluarga sudah berada di Bandara Soekarno Hatta. Mereka berniat untuk mengantarkan sepasang pengantin baru yakni Erlan dan Asyila. Erlan tengah berbincang dengan Papa mertuanya mengenai bisnis keduanya untuk ke jangka yang panjang. Sementara Asyila sedari tadi enggan melepaskan pelukannya dari Vino, ia bahkan terus memeluk erat anaknya itu. Erlan yang melihat pemandangan itu berjalan menghampiri keduanya.


"Bunda... udah dong pelukin Vinonya kasian tuh anaknya sesek gitu."ujar Erlan


"Mas ga paham sih aku gamau jauhan sama Vino, aku pasti kangen sama dia hiks..hiks..hiks"ucap Asyila sedikit terisak


Vino mengusap air mata di pipi Asyila, ia tatap mata Asyila dengan tatapan yang menggemaskan."Vino ga apa kok kalo bunda sama papa mau pergi. Kata papa kan pergi untuk membuat adik untuk Vino, iya kan bund ?"ucap Vino polos


Asyila mendelikkan matanya dengan tajam pada Erlan, bagaimana bisa suaminya itu membicarakan hal dewasa pada anaknya yang masih di bawah umur. Erlan hanya bisa tersenyum tanpa dosa."Sayang, kan emang bener kita mau buat adik buat Vino."ucap Erlan membujuk Asyila.


"Mas ini hal kaya gitu malah dibicarain sama Vino, dia masih anak-anak mas. Kamu tuh"ucap Asyila yang terus mengoceh


Hingga bibir Erlan dengan sengaja mengecup sekilas bibir Asyila, ia terkejut bisa-bisanya Erlan melakukan itu bahkan saat masih ada keluarga mereka disana.


"Mas apa-apaan sih malu tau, kalo mereka liat gimana ?"ucap Asyila sambil menunduk.


Erlan tersenyum"Lagian kamu bibir pake dimanyunin gitu ga tahan tau liatnya pengen cium terus"ucap Erlan santai


"Ih mas.."gerutu Asyila


"Sayang udah waktunya kalian pergi, sebentar lagi pesawatnya take off tuh"ujar mama Shindy


"Iya Ma"ucap Erlan, lalu tangannya terulur untuk memegang tangan Asyila."Ayo sayang kita harus berangkat sekarang."ajaknya pada Asyila

__ADS_1


"Mas bentar aku mau pamitan sama Vino."ucap Asyila, lalu berjongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Vino. "Sayang.. bunda sama Papa berangkat ya. Ingat Vino harus nurut apa kata Oma dan Opa. Jangan nakal dan membuat repot Oma dan Opa ya."ucap Asyila


"Siap Bunda..."ucap Vino sambil memberi hormat pada Asyila.


"Syil semoga segera ada kabar baik ya.. berikan kami cucu segera ya sayang."ucap mama Vera


Arkan melirik Erlan lalu merangkulnya"Lo jagain adek gue, jangan sampe lo gempur terus tiap waktu. Pokonya semoga tokcer deh bro. Sekali bobol langsung jadi tuh benih cinta lo sama Asyila."canda Arkan


"Kaka tenang aja, gue pastiin bakal segera ngasih lo ponakan yang lucu. Erlan junior I'm coming."canda Erlan


🌹🌹


Kini keduanya sudah berada dalam pesawat. Erlan terus saja mengenggam jari jemari istrinya yang terasa dingin sedari tadi. Ia yakin Asyila kali ini sedang gugup.


"Hmm dikit mas, padahal ini bukan kali pertama aku naik pesawat."Asyila semakin mengeratkan genggamannya


Erlan menarik kepala Asyila untuk bersandar di bahunya."Kamuu tidur aja, kalo udah sampe mas bangunin."pinta Erlan


"Iya mas."ucap Asyila seraya memejamkan matanya.


WARNING 17+ YANG BELUM CUKUP UMUR DISKIP AJA YA..


16 jam telah mereka lalui, kini mereka sudah sampai di salah satu Hotel milik sahabat Erlan di Paris. Asyila tengah menikmati pemandangan menafa Eiffel di balkon kamarnya. Hingga tak sadar ada sebuah tangan yang melingkar sempurna di perutnya.

__ADS_1


"Gimana sayang ? suka ?"tanya Erlan yang setia memeluknya


"Suka mas, pemandangan menara Eiffel keliatan banget dari sini loh. Makasih ya mas udah ajak aku kesini."ujar Asyila


"Makasih aja ? ini gak gratis loh sayang."ucap Erlan


"Terus aku harus kasih apa buat mas ?"tanya Asyila polos


"Aku mau kamu malam ini"ucap Erlan berbisik sensual pada Asyila. Tubuh Asyila meremang, bahkan perlakuan Erlan kali ini semakin membuat dirinya tak karuan.


"Mas udah ya geli "pinta Asyila pada Erlan yang terus menciumi tengkuk lehernya bahkan tak segan ********** hingga meninggalkan bekas kemerahan.


"Sttt diem aja, nikmati dan rasain aja gimana mas memanjakan kamu malam ini"ucap Erlan dengan nada sensual. Ia balik tubuh Asyila agar menghadap ke arahnya. Tak perlu menunggu lama kini Erlan dengan sigapnya mencium bibir Asyila, bahkan tangannya sudah mengabsen setiap inci dari tubuh Asyila


Asyila kini sudah terbaring pasrah di atas tempat tidur. Suaminya sudah menanggalkan semua yang menempel ditubuhnya, Erlan tersenyum bangga karena dialah yang pertama melihat itu.


Erlan sudah mengkungkung istrinya saat ini. Ia tatap dalam wanita yang ia cintai itu, ia arahkan tangannya untuk saling menggenggam dengan Asyila. Ia arahkan tangan Asyila ke atas kepalanya. Tak lama ia kembali mencium bahkan ******* bibir Asyila. Terdengar lenguhan dari Asyila yang semakin membangkitkan gairah dari suaminya


"Be mine baby ?"tanya Erlan berbisik


Asyila mengangguk, tak lama Erlan membacakan doa sebelum melakukan hubungan suami istri itu. Setelah itu akhirnya mereka memadukan kasih dan cinta mereka setelah sama-sama menunggu 8 tahun lamanya. Keduanya menciptakan kenangan indah mereka di Paris.


Erlan tatap istrinya yang kini tampak kelelahan. Ia kecup kening istrinya lalu bergulir ke samping.

__ADS_1


"Terimakasih sayang sudah menyerahkan semua untukku, kamu hanya milikku mulai saat ini dan selamanya."ucap Erlan seraya membenamkam wajah Asyila di dadanya.


__ADS_2