
Asyila kini berada di depan hunian mewah tingkat 2 yang sudah dihias begitu indah. Asyila tengah berada di acara pertunangan Erlan dan Melanie. Ia ditemani oleh Bagas sahabatnya, mereka kini sedang menikmati jamuan yang disuguhkan di acara tersebut.
"Bunda.... "teriak Vino
Asyila menoleh lalu tersenyum pada Vino yang sedang berlari menghampirinya."Jangan lari-lari sayang, kalo Vini jatuh gimana ?"ucap Asyila khawatir
"Bunda kemana aja ? Vino rindu sekali sama Bunda, katanya bunda mau sering kesini buat ketemu Vino"ucapnya sedikit merenggut kesal.
Asyila berlutut mensejajarkan tinggi tubuhnya agar sama seperti Vino."Maafkan Bunda ya nak, hmm Vino tau kerjaan bunda akhir-akhir ini banyak banget bahkan bunda selalu pulang larut sampai rumah"ucap Asyila yang merasa bersalah pada Vino
Vino memeluk erat Asyila"Bunda gaboleh terlalu cape kerja, kalo Bunda sakit gimana ?"perhatian Vino
"Iya bunda selalu jaga kesehatan ko nak, Bunda gabisa janji tapi bunda usahakan bisa ketemu Vino lagi nanti."ucap Asyila
"Kita pergi beli ice cream lagi ya Bunda, terus Vino mau beli buku cerita yang banyak di toko buku, boleh ?"pinta Vino yang menggemaskan
"Siap laksanakan deh pokonya"ucapnya memberi hormat pada Vino"Oh iya nak, kalo bunda tidak salah dengar dari Oma, katanya anak Bunda ini sudah mulai masuk sekolah ?"tanya Asyila
"Iya bund, Vino punya banyak teman di sekolah. Vino bisa main sama banyak teman Vino bund, Vino bahagia sekalii"ucap Vino terlihat senang.
"Syila.."panggil Bagas
"Oh Bagas, hmm aku mau kenalin kamu sama anakku Gas. Kenalkan ini Vino, dia anaknya mas Erlan yang tempo hari sempat mengalami kecelakaan itu."ucap Asyila
"Halo anak tampan, Om ini sahabatnya mama kamu, kenalkan nama Om Bagas.."ucap Bagas sambil mengelus kepala Vino
"Halo om Bagas aku Vino"ucap Vino sambil menyalami Bagas.
Kini sudah ada di puncak acara, Erlan dan Melanie sudah berada di atas panggung dengan saling berhadapan dan bersiap untuk bertukar cincin.
Baiklah para tamu undangan untuk mempersingkat waktu mari kita saksikan acara tukar cincin dari pasangan serasi ini Erlan Putra Sebastian dan Melanie Adista Putri.ucap MC Acara
Melanie telah memasangkan cincin di jari manis sebelah kiri milik Erlan begitupun sebaliknya. Senyum terpancar dari bibir Melanie, namun tidak dengan Erlan yang sedari tadi hanya memasang wajah datar meskipun sesekali ia tersenyum tapi dengan senyum yang dipaksakan.
Semoga kamu bahagia Mas, Aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu.Batin Asyila
Kini keduanya turun dari panggung, Melanie menghampiri teman-teman modelnya, sementara Erlan menghampiri Vino.
"Nak, dari tadi Papa cari kamu, ternyata kamu disini"ucap Erlan seraya menatap Vino
__ADS_1
"Mas Erlan selamat ya atas pertunanganmu, semoga dilancarkan sampai acara pernikahan."ucap Asyila sambil tesenyum dan mengulurkan tangannya
"Terimakasih ya Syil"ucap Erlan menerima uluran tangan Asyila dan tak lama menatap dalam Asyila
Tatapan itu, kenapa aku justru melihat kesedihan di mata Asyila. Apa yang terjadi padamu Syil ? Batin Erlan
"Mas maaf sepertinya aku harus pulang sekarang, ini sudah larut."ucap Asyila mengalihkan pandangannya.
"Baiklah, kamu hati-hati" ucap Erlan yang masih bingung dengan sikap Asyila
Asyila sudah meninggalkan acara itu, kini ia dan Bagas tengah berada dalam perjalanan untuk pulang.
"Syil.."panggil Bagas yang melirik Asyila sebentar dan kembali fokus menyetir
"Hmmm"gumam Asyila
"Kamu baik-baik aja ?"tanya Bagas
"Emang aku kenapa ? Aku baik-baik aja"ucapnya sedikit bergetar
"Udahlah Syil, aku tau kamu itu gimana ga ada yang bisa kamu tutupin dari aku."ucap Bagas
"Terlihat memang ?"tanya Asyila
"Kamu terlalu mengenalku sepertinya Gas, entahlah aku udah coba buat lupain dan lepasin mas Erlan, aku udah coba buat melepaskan perasaan ini tapi kenapa selalu aja gabisa."ucap Asyila sedikit terisak.
"Kamu bukan gabisa, tapi hati kamu memang udah menautkan Kak Erlan terlalu dalam Syil. Sebenarnya kamu pernah ga sih mengungkapkan perasaan kamu atau sekedar bertanya soal janji dia sama kamu dulu ?"tanya Bagas penasaran
"Aku tak punya keberanian sebesar itu untuk bertanya, apalagi saat aku tau mas Erlan menerima pertunangannya dengan mbak Melanie."ucap Asyila
"Aku yakin Syil kebahagiaan sudah menanti kamu di depan sana, jadi tetaplah menjadi Asyila yang tegas dan kuat. Kamu wanita tangguh"pesan Bagas
Asyila hanya menanggapi dengan senyuman.
🌹🌹
Di Kediaman Melanie kini mereka tengah duduk di sofa meregangkan tangan dan kaki mereka setelah acara tadi.
"Pertunangan sudah terjadi, itu artinya rencana kita akan berhasil sebentar lagi. Tinggal 2 minggu lagi makan kita akan kaya raya HAHAHA."ucap Alex papa dari Melanie
__ADS_1
"Papa benar ga sia-sia kita berteman dengan keluarga bodoh itu, sebentar lagi mereka akan hancur di tangan kita"ucap Mitha mama Melanie.
"Aku ga sabar lo Ma Pa buat keruk abis semua harta mereka. Mama dan Papa tenang aja rencana kita ini selalu aman, meskipun sebelumnya ada yang sempat ingin menggagalkan acara pertunangan ini" ucap santai Melanie
"Hah maksudnya gimana Mel ?"tanya Mitha sedikit terkejut
"Mama tau ga wanita yang disebut Bunda sama anak si duda itu, Asyila mama tau ?"ucap Melanie
"Iya mama tau, lalu ?"tanya Mitha
"Dia sempat mendengar obrolanku dengan Niko waktu itu soal rencanaku yang hanya ingin mengeruk harta keluarga mas Erlan. Bahkan dia berniat untuk memberi tau soal ini pada mas Erlan kemarin malam, namun aku sudah lebih dulu menggagalkannya."
Flashback On
Melanie tengah berada di ruangan Erlan. Ia meminta diantar untuk mengecek kesiapan pertunangan mereka, ia sedang duduk menunggu Erlan yang kini tengah mengadakan meeting dengan Kliennya di ruang Meeting. Melanie tengah asik memainkan ponselnya, tak lama ia mendengar suara dering pada ponsel Erlan. Ia ambil ponsel Erlan lalu membukanya, ia buka pesan itu dan tertera pesan dari Asyila.
Asyila ? untuk apa ia mengirim pesan pada mas Erlan ?Gumam Melanie
Ia buka pesan itu, Melanie membelalakkan matanya dan sedikit menelan ludahnya dengan kasar. Pesan itu berisi bahwa Asyila ingin bertemu dengan Erlan untuk membicarakan soal dirinya.
Sial apa Asyila tau soal rencanaku pada mas Erlan ? Tapi bagaimana bisa ? Aku harus bertindak cepat kalo tidak semuanya bisa gagal sebelum terlaksana.umpat Melanie
Melanie segera membalas pesan itu, tak lama ia hapus percakapan Asyila di hp Erlan agar Erlan tak curiga.
Hahahaha selamat menunggu Asyila, sampai larut malampun mas Erlan ga akan pernah datang buat ketemu kamu. Kamu udah berani main-main sama aku jadi rasakan saja akibatnya.Gumam Melanie seraya tersenyum licik
Flashback Off
"Gitu ceritanya Ma.."ucap Melanie
"Kamu emang anak Papa yang pintar,ga sia-sia Papa mengandalkan kamu buat rencana ini."ucap Alex sambil mengelus bahu putrinya
"Rencana kita sebentar lagi berhasil dan ga akan ada Asyila atau orang lain lagi yang bisa gagalin semuanya."ucap Melanie seraya tersenyum licik
Mereka larut dalam obrolan itu, tanpa sadar ada yang sedang mengintai gerak gerik mereka bahkan dengan sengaja merekam apa yang mereka bicarakan dan rencana jahat yang mereka lakukan untuk keluarga Erlan.
Kalian emang lebih pintar, tapi gue 10x lebih terdepan dari kalian. Tunggu aja waktunya rencana kalian ga akan berhasil.gumam orang itu
Tak lama ia meninggalkan tempat itu dan menuju ke sebuah mobil yang sudah menunggunya di seberang jalan.
__ADS_1
"Gimana aman ? udah dapet buktinya ?"tanyanya pada orang itu
"Aman, semua bukti udah kita dapet. Sekarang kita jalan sebelum ada yang lihat dan mencurigai kita."jawab orang itu