
Flashback On
Erlan tengah berada di perjalanan untuk kembali pulang ke rumah setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Ia sengaja membawa mobil dengan kecepatan sedang, ia ingin menikmati perjalanan sorenya dengan damai.
Erlan menghentikan mobilnya sejenak karena di persimpangan, lampu menunjukkan warna merah. Ia melirik ke arah sekitar dan pandangannya terhenti saat melihat kerumunan orang di ujung jalan sana.
Apa yang terjadi disana ? Ramai sekali orang-orang. Apa ada yang membutuhkan pertolongan ?Batin Erlan
Lampu berganti hijau, Erlan menjalankan mobilnya dengan pelan lalu ia coba menepikan mobilnya sejenak untuk melihat kerumunan orang itu. Ia keluar dari mobil dan berjalan ke arah sana.
"Permisi Pak, ada apa ini ?" tanya Erlan pada salah satu orang itu.
"Itu nak ada wanita yang sedang kesakitan, sepertinya dia akan melahirkan. Kami sudah menghubungi rumah sakit terdekat untuk mengirim ambulance kemari, namun belum ada tanda-tanda ambulance datang."jelas lelaki itu
"Begini saja Pak, biar saya yang bawa wanita itu ke rumah sakit."tawar Erlan
"Alhamdulillah baiklah kalau begitu nak, bantu kam bawa dia ke mobil."ucap lelaki itu
Saat Erlan menghampiri wanita itu, ia terkejut karena yang ada di depannya adalah seseorang yang ia kenal.
"Mila.."teriak Erlan
"Kamu mengenalnya nak ?"tanya lelaki itu
"tentu Pak, ini teman saya. tolong bantu membawa dia ke mobil saya, ayo pak"ucap Erlan khawatir
Setelah mereka membawa Mila ke mobilnya, dengan cepat ia menancap gas lalu melajukan mobilnya segera ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan sesekali ia melihat wanita yang tidak sadarkan diri itu.
"Mila bertahanlah aku akan membawamu ke rumah sakit"ucap Erlan
15 menit menempuh perjalanan kini Erlan sudah sampai di rumah sakit. Ia lalu menggendong Mila menuju brankar yang disediakan disana.
"Sus tolong tangani segera, dia akan melahirkan."pinta Erlan
"Baik Pak, mohon untuk menunggu disini. Kami akan tangani pasien"ucap Suster lalu berlalu ke ruang IGD
"Ya Allah selamatkan Mila dan anaknya."gumam Erlan
Tak lama dokter keluar dari ruang IGD dan menghampiri Erlan.
Erlan beranjak dari kursi itu."Anda suami dari wanita itu ?"tanya Dokter
"Bukan Dok, saya temannya pasien. Bagaimana keadaannya ?"tanya Erlan
"Begini Pak, dia mengalami dehidrasi dan juga kurang asupan makanan. Selain itu air ketuban sudah merembes begitu banyak, dan tadi sedikit mengalami pendarahan. Jika tidak dilakukan tindak operasi segera dikhawatirkan akan membahayakan nyawa ibu dan anaknya."jelas Dokter
__ADS_1
"Lakukan yang terbaik Dok, biaya akan saya tanggung sepenuhnya. Tolong selamatkan nyawa mereka berdua."pinta Erlan
"Baik Pak, kami akan usahakan yang terbaik."ucap Dokter
2 jam berlalu..
Lampu ruang operasi kini sudah padam, menandakan operasi telah selesai. Dokter keluar dari ruangan itu dan menghampiri Erlan.
"Dokter bagaimana ?"tanya Erlan
"Berkat izin Allah operasinya berjalan lancar. Bayinya juga selamat namun ibunya masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius. Bayinya dibawa oleh Suster menuju kamar Bayi"jelas Dokter
"Baiklah terimakasih Dok, hmm boleh saya melihat bayinya ?"ucap Erlan
"Silahkan Pak, saya permisi kalau begitu"ucap Dokter
Erlan mengangguk, lalu dengan langkah cepat ia menuju kamar bayi.
"Sus.. maaf dimana bayi dari teman saya ?"tanya Erlan
"Oh bayi atas nama ibu Mila ya Pak ? ini dia Pak, anaknya laki-laki dia begitu tampan"tunjuk suster pada salah satu ranjang bayi
"MashaAllah tampan sekali kamu nak"gumam Erlan
"Maaf Pak, tapi babynya belum diazani."ucap Suster
Lalu ia mengazani baby tampan itu. Baby yang awalnya menangis seketika terdiam saat mendengar suara merdu Erlan. Ia tatap dalam bayi yang berada dalam gendongannya lalu iya mengecup dahi bayi itu dengan sayang.
"Kamu sabar ya son, mamamu akan segera menemuimu."ucapnya pada si bayi yang kini tengah terpejam
"Sus saya titip dulu bayinya, saya akan menemui ibunya sebentar."pinta Erlan
"Baik Pak."ucap Suster
Erlan berjalan menuju ruang rawat Mila. Saat ia membuka pintu tampaklah Mila sudah membuka matanya.
"Milaa...."lirih Erlan
"Er-Erlan ituu kamu ?"ucap Mila masih terbata
"Iya Mil, kamu tenang dulu. Kamu belum pulih pasca operasi"pinta Erlan
"Bayiku ? Dimana dia ? Dia baik-baik saja ?"tanya Mila panik saat merasakan perutnya sudah kembali rata.
"Kamu tenang Mil, bayimu selamat. Dia sedang berada di kamar Bayi."ucap Erlan menenangkan Mila
__ADS_1
"Terimakasih Erlan kamu sudah menyelamatkan kami"ucap Mila pelan
"Kamu temanku Mil, aku pasti akan membantumu. Oh iya aku ingin bertanya kenapa bisa kamu berada di jalan seperti itu ? Dimana suamimu Mil ?"tanya Erlan
"Damar teman kuliah kita adalah lelaki brengsek yang tega meninggalkan aku Erlan. Dia tidak mau bertanggung jawab terhadap bayinya sendiri. Dia memaksaku untuk menyerahkan hidupku untuknya tapi saat dia tau aku hamil, dia lari dari tanggung jawab dan hiks..hiks..hiks"ucap mila tertahan karena ia menangis
Erlan memeluk Mila mencoba menenangkannya"Kamu tenang Mil, sekarang prioritaskan hidupmu dan juga bayimu. Aku akan membantumu Mil. Kamu bisa bangkit dan buktikan kalo kamu wanita yang kuat dan tangguh. Sekarsng fokuslah untuk anakmu Mil, dia begitu tampan."ucap Erlan memberi semangat.
"Aaaa... Erlan perutku...."teriak Mila yang tiba-tiba mengalami kesakitan
"Mila apa yang terjadi ?"tanya Erlan. Dan seketika matanya terbelalak melihat darah di kedua kaki Mila. "Ya Allah kamu pendarahan Mil. Aku akan panggilkan dokter."ucap Erlan panik dan bergegas memanggil Dokter
Kini Mila sedang ditangani kembali oleh Dokter. Erlan tak henti-hentinya berdoa meminta keselamatan wanita malang itu. Tak lama Dokter keluar dan Erlan segera menghampirinya.
"Bagaimana Dokter ? Mila baik-baik saja ?"tanya Erlan
"Pasien ingin bertemu dengan anda Pak."ucap Dokter
Erlan segera menghampiri ruangan tersebut.
"Mila... "panggil Erlan
"Er-Erlan..."lirih Mila
"Ada apa Mil ? ada yang ingin kamu katakan ?"tanya Erlan
"Erlan bisakah aku meminta bantuanmu ?"tanya Mila
"Tentu saja. Apa yang bisa aku bantu ?"tanya Erlan sedikit panik
"Tolong jaga anakku Erlan, tolong rawat dan sayangi dia. Aku sudah tidak tahan lagi"ucap Mila sambil menarik nafas dalam
"Apa yang kamu bicarakan Mil ? Kamu sendiri yang akan merawatnya"ucap Erlan
"Aku sudah tidak kuat Erlan, sepertinya aku harus pergi"ucapnya sedikit terbata
"Tidak Mil, bahkan kamu belum menemui anakmu. Dia sangat tampan Mil kamu pasti senang setelah melihatnya."ucap Erlan mencoba menguatkan Mila
Suster datang ke ruangan Mila dengan membawa si kecil yang di gendongannya. Tadi sebelum Erlan menghampiri Mila, ia sempat meminta suster untuk membawa bayi itu ke ruangan Mila. Erlan yakin saat melihat bayi itu Mila akan kembali memiliki semangat.
"Lihatlah Mil, dia begitu tampan bukan ?"ucap Erlan menunjukkan wajah bayi itu ke hadapan Mila
Tangan Mila terulur menyentuh kepala si bayi."Kamu anak Mama nak, jadilah anak yang baik, jadilah anak yang Sholeh dan buat Mama bangga karena memilikimu."ucapnya sambil tersenyum. Lalu pandangannya beralih pada Erlan yang masih memangku si bayi. "Tolong jaga putraku Erlan, jadikan dia anak yang bisa membuatku bangga memilikinya"pinta Mila
"Tidak Mil.. jangan berbicara seperti..."ucapnya tertahan saat melihat Mila menutup matanya, bahkan tangannya terlepas dari genggaman Erlan.
__ADS_1
Flashback Off