Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Berbagi Peluh


__ADS_3

Semua keluarga kini tengah kembali ke kamar Hotel masing-masing yang sudah Erlan pesankan sebelumnya. Berbeda dengan pasangan suami istri yang kini justru masih betah membuka matanya, seakan rasa kantuk masih jauh mereka rasakan.


"Sayang..."lirih Erlan yang tiba-tiba memeluk Asyila dari belakang


Asyila terlonjak akan perlakuan Erlan, namun ia pun tak menolak"Ih mas kebiasaan ngangetin deh."ucap Asyila sambil mengelus tangan suaminya yang berada di perutnya


"Dia udah ada disini ?"tanya Erlan sambil mengelus perut istrinya


"InsyaAllah kalo Allah SWT sudah menghendaki, dia segera hadir disini."ucap Asyila


"Aamiin Aamiin Yaa Rabb sayang.. semoga segera hadir ya buah cinta kita di perut kamu."ucap Erlan berharap


"Mas pengen banget ya punya anak ?"tanya Asyila


"Semua pasangan suami istri pasti menginginkan seorang anak, sayang"ucap Erlan yang semakin mengeratkan pelukannya


"Kalo seandainya aku gabisa kasih kamu anak gimana mas ?"tanya Asyila


Erlan membalikkan tubuh Asyila, ia tatap mata istrinya dengan dalam."Sayang denger ya, kita gaboleh mendahului kehendak Allah. Kalo emang Allah belum kasih, itu artinya kita harus puas-puasin pacaran dulu dan juga didik Vino anak kita."ucap Erlan menenangkan


"Kalo misalnya mas mau nikah lagi juga gapapa kok, aku ikhlas."ucap Asyila tanpa sadar


"Astagfirullah mas ga pernah ya berpikir kesitu sayang, mas ga punya niat buat kaya gitu. Cuma kamu yang mas mau buat jadi istri satu-satunya mas."ucap Erlan sambil memegang pipi Asyila


"Makasih ya karena mas udah milih aku jadi wanita di hidup mas."ucap Asyila sambil tersenyum


CUP


Erlan mencium kening Asyila."Kamu bukan pilihan sayang, tapi sebuah ketetapan yang sudah Allah siapkan untuk mas. Ada ataupun tidak adanya anak, mas akan selalu merasa bahagia bersama kamu. Karena kamu itu pelengkap hidup mas."ucap Erlan lalu membawa Asyila ke dadanya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu mas.. Sangat mencintaimu"lirih Asyila


Erlan lepaskan dekapannya, ia pegang pipi Asyila dan mengecup bibir istrinya sekilas."Mas juga mencintaimu.. lebih lebih mencintaimu"ucap Erlan


Asyila lalu mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Perlakuan istrinya ini membuat sesuatu dalam diri Erlan bangkit. Hasratnya tersulut.


"Mau godain mas ya ? Udah pinter nih istriku"ucap Erlan mengerlingkan matanya.


Asyila gelagapan. Ia tak ada niat untuk membuat suaminya terpancing. Dan tak disangka ia kini sudah ada dalam gendongan suaminya. Pasrah itulah yang Asyila lakukan kini.


"Mas mau berbagi peluh dengan istri cantik dari mas ini."goda Erlan


Asyila hanya mengangguk malu. Dan tak lama di dalam kamar itu kedua pasangan ini kembali memadu kasih, berharap buah cinta mereka akan segera hadir untuk menguatkan ikatan antara keduanya.


🌹🌹


Arkan tak bisa memejamkan matanya kali ini. Ia memilih berjalan mengelilingi hotel mewah itu. Tak sengaja ia berpapasan dengan Nayla di lobby hotel itu.


"Eh Kak Arkan.. kaka belum tidur ?"tanya Nayla


"Gabisa tidur lebih tepatnya."ujar Arkan


"Duduk di taman sana yuk kak."ajak Nayla


"Ayo boleh."ucap Arkan


Mereka kini tengah duduk di salah satu kursi di Taman Hotel itu. Angin malam sedikit menusuk kulit mereka, namun membuat mereka terusik


"Kak.. Nay boleh tanya sesuatu ?"tanya Nayla

__ADS_1


"Boleh dong, mau tanya apa emang ?"jawab Erlan


"Kak, ciri kalo kita lagi suka sama seseorang gimana sih ?"tanya Nayla


"Simpel aja Nay.. ketika kalian lagi deketan atau cuma sekedar ketemu, jantung kamu berdegup ga karuan aja gitu. Hmm kaka tebak nih, kamu lagi suka sama seseorang ya ?"ucap Arkan


" Kayanya gitu kak, hmm sebenernya aku kayanya suka sama sahabatnya kakak ipar deh."ucap Nayla menunduk malu


"Sama Bagas maksudnya ?"tanya Arkan


Nayla mengangguk. Saat tadi bertemu pertama kali dengan Bagas, ia tiba-tiba merasa aneh pada dadanya. Padahal ini pertemuan pertama kalinya.


"Jadi adeknya si Erlan tuh jatuh cinta pada pandangan pertama ceritanya, terus jatuh cinta sama Bagas lagi yang notabene nya dia kerja di Kantor gue hahaha"goda Arkan


"Ih kaka.. emang iya kak Bagas kerja di Kantor kaka ?"tanya Nayla penasaran


"Iya dia bagian marketing. Tenang aja Bagas tuh orangnya giat kok, belum lagi dia salah satu karyawan terbaik di Kantor."jelas Arkan


"Tapi kak Arkan jangan kasih tau dulu Abang ya soal ini. Nayla belum siap kalo ntar Abang malah ledekin Nay."pinta Nayla


"Iya siap.. rahasia kamu aman sama aku ko dek."ucap Arkan sambil mengelus kepala Nayla


"Udah yuk kak balik ke kamar, aku udah mulai ngantuk." ajak Nayla


"Yaudah kita balik, kayanya kaka juga udah mulai berat matanya."ujar Arkan


Arkan lalu mengantar Nayla sampai di depan pintu kamarnya. Ia akan berlalu darisana namun pandangannya mendadak berhenti saat melihat Amanda berada tak jauh dari sana.


Arkan melambaikan tangannya."Hai.. Manda"panggil Arkan

__ADS_1


Namun Amanda tak menyahut, ia membalikkan badannya lalu berlari dari sana dan masuk ke kamarnya. Dalam kamarnya ia menangis. Amanda sadar ia sudah menaruh perasaan pada kakak dari sahabatnya itu. Perasaan sesak yang sedari tadi ia rasakan adalah cemburu.


Ya Allah salahkan perasaan ini, bolehkah aku menyimpan perasaan ini untuk kak Arkan.Batin Amanda


__ADS_2