Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Lagi ?


__ADS_3

Pagi ini Erlan tengah berkutat dengan alat dapur. Ia bersemangat membuat nasi goreng spesial untuk istri tercintanya Asyila. Istrinya yang semalam habis digempur tanpa henti olehnya kini masih meringkuk di atas kasur karena kelelahan. Selepas subuh tadi Asyila kembali memejamkan matanya karena masih merasa mengantuk. Erlan yang merasa bersalah tak berniat sedikitpun untuk membangunkannya.


Akhirnya nasi goreng spesial buat kamu udah jadi, Sayang.. Semoga kamu suka.Gumam Erlan


Erlan lalu menaiki tangga menuju kamarnya. Ia buka pintu kamar itu dan dilihatnya Asyila yang masih setia memejamkan mata dengab posisi membelakanginya. Erlan tersenyum melihat wanita yang ia cintai tidur dengan damai. Ia lalu hampiri ranjang mereka dan sebelumnya menaruh nasi goreng itu di nakas samping ranjangnya. Ia elus puncak kepapa istrinya dan ia hadiahkan kecupan di dahi Asyila


CUP


"Morning kiss Sayang, semoga kamu selalu mencintaiku dengan segala kelebihan dan kekuranganku."ucap Erlan yang masih menatap istrinya begitu dalam


Asyila sedikit menggeliat karena perlakuan suaminya. Kelopak matanya terbuka dan tentu pemandangan pertama yang ia lihat adalah Erlan yang sedang menatapnya dengan tatapan cinta. Asyila tersenyum lalu ia elus pipi Erlan dengan tangan mulusnya.


"Selamat pagi mas, mas sudah bangun ?"ucap Asyila dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sudah sayang, mas juga sudah siapkan sarapan untukmu. Bangun dulu yuk."ucap Erlan sambil mengelus kepala Asyila.


"Mas siapkan sarapan ? Kenapa mas gak bangunin Syila mas ?"tanya Asyila


"Hei mas ga tega bangunin kamu Yank. Mas lihat kamu begitu kelelahan karena semalam kita.."ucap Erlan tertahan karena Asyila menutup mulutnya.


"Itu kewajiban Syila sebagai istrinya mas. Mas meminta hak mas kapanpun Syila tidak boleh menolak. Dan iya selelah apapun Syila harus selalu melayani mas baik lahir dan batin. Mas jangan merasa bersalah karena hal apapun. Ini sudah kewajiban Asyila mas."ucap Asyila sambil tersenyum dan mengelus rahang Erlan


"Mas mencintaimu sayang. Mas merasa beruntung karena mas lah yang berhasil menjadikan kamu sebagai istri mas."ucap Erlan yang masih menatap dalam istrinya.


"Syila lebih mencintai mas Erlan."ucapnya sambil mengelus rahang Erlan


Mereka saling memandang satu sama lain. Bahkan Erlan sudah mendekatkan wajahnya ke wajah Asyila. Ia sedikit memiringkan kepalanya lalu mencium benda kenyal yang sudah menjadi candu bagi Erlan. Asyila hanya memejamkan matanya menikmati dan juga sedikit membalas ciuman Erlan. Peraduan bibir itu semakin dalam,bahkan Erlan sudah mengeksplor semua yang ada di dalamnya. Asyila melenguh dan menikmati apa yang dilakukan suaminya. Bahkan kali ini mereka sama-sama sudah terbaring di ranjang. Erlan sudah mengkungkung istrinya di bawah kendali Erlan.

__ADS_1


"Mas boleh melakukannya ?"tanya Erlan yang sudah dikelilingi dengan hasrat.


Asyila tersenyum dan mengangukkan kepalanya."Asyila tidak mau jadi istri durhaka mas. Lakukanlah hingga mas Erlan merasa puas."ucapnya sambil mengelus rahang Erlan


Hasrat Erlan semakin tinggi untuk menyentuh istrinya itu. Ia kemudian kembali mencium benda kenyal itu bahkan hingga **********. Tangannya tak tinggal diam, ia membuka satu persatu kancing piyama milik istrinya hingga terbuka semua. Hingga beberapa waktu kemudian semua yang menutup tubuhnya dan Asyila sudah terbuka sempurna bahkan berserakan tanpa aturan di bawah ranjang mereka.


Ciuman itu bukan hanya di bibir. Bahkan Erlan mencium ceruk leher istrinya dan meninggalkan bekas kemerahan disana. Asyila hanya bisa melenguh menikmati semua perlakuan manis Erlan. "Kamu siap Sayang ? "tanya Erlan meminta izin pada istrinya


"Lakukanlah mas"ucap Asyila sambil mengelus rahang Erlan


Tak menunggu lama ia kemudian mengarahkan sesuatu di bawah sana untuk masuk ke sebuah kenikmatan. Hentakkan yang awalnya lembut berubah menjadi cepat karena Erlan begitu bersemangat menggempur istrinya. Asyila hanya bisa mende**h dan menikmati yang Erlan lakukan toh ini bukan dosa justru mengundang pahala pikirnya.


"M-m-mas Erlan.."desah Asyila sambil memejamkan mata karena malu


"Iya sayang ?"jawab Erlan lalu kembali mencium bibir istrinya


Asyila merogoh ponselnya di nakas dengan posisi tubuhnya yang masih berada di bawah kungkungan suaminya.


"Siapa yang telepon sayang ?"tanya Erlan yang masih menghentakkan miliknya pada Asyila


"Ahhh... Ma-Mama mas."ucap Asyila yang sesekali mendesah nikmat


"Yaudah angkat aja."ucap Erlan dan direspon anggukan oleh istrinya.


*Ha-halo Assalamu'alaikum Ma.. ucap Asyila sambil menormalkan suaranya.


Walaikumsalam sayang, maaf Mama menganggu hanya ingin memberitaumu saja kalau Vino nanti biar Mama yang jemput ke sekolahnya ya. Dan lagi Vino biar menginap saja di rumah Mama, kalian fokus dulu saja membantu Arkan mempersiapkan lamarannya. Sampaikan salam mama Ya Syil.

__ADS_1


Ahh...Oh iya Ma nanti biar Syila sampaikan pada kakak. Maaf ya Ma harus direpotkan mengurus Vino. Ahh...


Tak apa Sayang.. Kamu sedang apa Syil kenapa suaramu seperti tertahan begitu ?


Hmm a-anu Ma itu...


Ya Allah maaf ya sayang mama menganggu kalian, sepertinya mama akan segera menimang cucu hihihi. Ya sudah mama tutup teleponnya ya Assalamu'alaikum..


Ahh... Walaikumsalam Ma*.


Sambungan telepon terputus, Asyila merasa malu karena mertuanya mungkin tau apa yang sedang ia lakukan saat ini. "Mama kenapa sayang ?"tanya Erlan yang masih terus menghentak di atas sana.


"Ahh.. i-itu mas soal Vino yang dititip di Mama.. dan sebenarnya Syila malu karena sepertinya Mama tau kalo kita sedang..."ucapnya tertahan dan sedikit tersenggal


Erlan tersenyum."Gausah malu, mama juga pernah di posisi seperti ini saat dengan Papa. Lagipula kita harus rajin melakukan olahraga ini supaya si kecil segera hadir di perut kamu, Sayang."ucap Erlan menggoda dan masih setia melakukan hentakkan pada istrinya.


Asyila memeluk leher suaminya dengan erat, dan Erlan tau jika Asyila akan sampai di puncak kenikmatan. Segera ia percepat tempo hentakkannya, dan tak lama...


"Ahhhh..... "suara mereka bersamaan ketika sesuatu sudah keluar dalam diri mereka. Erlan segera bergulir ke samping istrinya lalu menghadiahi kecupan di dahi Asyila. Mereka masih mengatur nafas mereka saat ini. Asyila menarik selimut ke dadanya untuk menutupi tubuh polosnya. Erlan sudah beranjak dari sana dan segera memakai celananya.


Ia kemudian menghampiri istrinya dan kembali mencium dahi Asyila."Yuk sarapan dulu sayang, setelah itu kita mandi."ucap Erlan sambil menyodorkan sesendok nasi goreng ke mulut istrinya.


Asyila tersenyum lalu membuka mulutnya untuk melahap sarapannya."Hmmm enak mas, nasi goreng buatan kamu enak banget. Makasih ya mas."ucap Asyila sambil mengambil sendok sarapannya dan menyodorkan ke mulut Erlan.


Erlan tersenyum."Nasi goreng spesial untuk orang spesial juga. Dibuat dengan cinta dan dibumbui dengan kasih sayang...."goda Erlan lalu melahap makanannya.


"Haduhh gombal terussss... suami aku udah kena virus bucin kayanya."ucap Asyila

__ADS_1


__ADS_2