Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
MEMAAFKAN


__ADS_3

“APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI ? MENJAUHLAH DARI ISTRIKU !!!! JANGAN SAKITI DIA SHEILA.”Ujar Erlan yang terkejut saat melihat Sheila tengah menggenggam tangan istrinya.


Erlan baru saja sampai di rumahnya 10 menit lalu. Hari ini ia bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan cepat hingga tak perlu pulang larut malam. Erlan awalnya tak mengenali siapa yang sedang berbicara dengan istrinya. Namun saat melihat wanita itu dari arah samping, ia sudah mengenal siapa wanita itu. Ia khawatir jika istrinya akan disakiti oleh Sheila, seketika Erlan berteriak. Lalu ia berlari untuk menjauhkan istrinya dari Sheila.


“Apa yang kamu lakukan disini Sheila ?”Tanya Erlan. Lalu ia menoleh pada istrinya.”Sayang kamu gak apa-apa kan ? Hmm ? Ada yang luka ?”tanyanya pada Asyila dengan nada khawatir.


Asyila tersenyum dan coba menenangkan suaminya.”Syila gapapa mas… Lagipula Sheila kesini Cuma…”ucapan Asyila tertahan karena Erlan memotongnya.


“Kamu ingin menyakiti istriku Sheila ? Sudah aku katakan berapa kali jangan sakiti istriku Sheila. Jika kamu berani menyentuh Asyila sedikit saja maka kamu akan benar-benar hancur.”ancam Erlan sambil menunjuk wajah Sheila.


Asyila memegang tangan Erlan.”Astagfirullah mas. Kamu apa-apaan sih ? Sheila ga sama sekali menyakitiku mas, dia kesini untuk meminta maaf karena kesalahannya. Dia ingin berubah dan ya saat ini dia hanya ingin menyampaikan permintaan maafnya pada kita.”ujar Syila menjelaskan.


Erlan menoleh pada istrinya.”Dia ingin meminta maaf ? Dia ? wanita ini ?”ujar Erlan sambil meledek Sheila.


Sheila hanya menunduk.”Aku kesini Cuma mau minta maaf kak, maaf atas semua kejahatan, kesalahan yang pernah aku lakukan pada kakak dan mbak Syila. Aku benar-benar sudah menyesal kak maafkan aku.”ujar Sheila sambil terisak.

__ADS_1


“Lihat kan mas, Sheila hanya ingin meminta maaf pada kita. Percayalah padaku saat ini Sheila sudah menyesali semuanya. Mas maafkan Sheila juga ya mas.”ujar Asyila sambil memohon pada suaminya.


“Bu Asyila benar Pak, nona Sheila memang sudah menyesali semuanya. Saya bisa jadi jaminannya jika anda tidak percaya.”ujar Aldo yang tiba-tiba datang.


“Aldo ? sejak kapan kamu disini ? bukankah kamu meminta izin untuk pulang lebih awal karena kamu merasa tidak enak badan ?”Tanya Erlan bingung.


“Maaf pak Erlan saya sebenarnya tidak pulang setelah mengunjungi salah satu proyek kita tadi siang. Saya pergi untuk menemani nona Sheila yang tadi sedang bersedih sehabis anda mengusirnya saat di Kantor.”ujar Aldo menjelaskan.


Asyila terperangah.”Mas mengusir Sheila ? Kenapa mas ?”Tanya Asyila.


Asyila menangkap itu sedari tadi, ia tersenyum dan sejenak berpikir jika ada perasaan dalam diri Aldo untuk Sheila.


“pak Erlan tak perlu cemas, nona Sheila tidak akan melakukan hal bodoh lagi seperti sebelumnya.”ujar Aldo dengan yakin.


Erlan membuang nafasnya dengan kasar.”Baiklah aku memaafkanmu Sheila, semoga kamu sadar dan bisa berubah menjadi orang yang lebih baik.”ujar Erlan.

__ADS_1


Sheila mendongakkan kepalanya. Ia lalu berlutut di depan Erlan.”Terimakasih Kak… Aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi.”ujar Sheila mantap.


Erlan menarik bahu Sheila dengan lembut.”Sudahlah tidak usah seperti ini, sebaiknya kamu pulang ini hampir malam.”ujar Erlan.


“Baiklah kak, Sheila pamit ya..”ujar Sheila undur diri.


“Hati-hati di jalan ya Sheila, lain kali berkunjung lagi ya kesini. Jengukin ponakan kamu nih.”ujar Asyila sambil mengelus perutnya.


Sheila tersenyum.”Baiklah mbak, nanti aku kabari jika akan berkunjung.”ujar Sheila.


“Aldo tolong antar Sheila pulang. Pastikan dia selamat hingga sampai di rumahnya.”ujar Erlan memberi perintah pada Aldo.


“Baik Pak.. Kalau begitu saya permisi. Selamat sore Pak, Bu Assalamu'alaikum..”ujar Aldo undur diri.


“Walaikumsalam..Sore juga Aldo.”ujar Asyila dan Erlan bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2