
Berbeda dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh Erlan dan Asyila, pasangan pengantin baru Amanda dan Arkan yang baru beberapa jam lalu menyelesaikan acara resepsinya kini tengah berada dalam kamar hotel yang sudah disiapkan oleh Erlan khusus untuk kakak ipar dan istri barunya itu.
Ceklek..
Arkan membuka handle pintu kamar hotel. Ia sempat terkaget saat melihat dekorasi kamar hotel yang sudah dihias seperti kamar pengantin pada umumnya. Taburan bunga mawar yang bertebaran di ranjang, tak lupa 2 handuk yang sudah dirangkai seperti 2 angsa yang tengah berciuman ada di tengah-tengah ranjang mereka. Si Erlan bener-bener niat banget nih pengen gue gol malem ini juga. Umpat Arkan dalam hati.
“Yuk sayang…” ajak Arkan pada istrinya.
“Iya Bang…” sahut Amanda
Mereka sudah masuk ke dalam, Amanda sedikit canggung dengan keadaannya kali ini. Bagaimana tidak malam ini adalah kali pertama ia berada dalam ruangan yang sama dengan seorang laki-laki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.
“ Kamu duluan aja sayang yang mandi, biar abang tunggu disini..” perintah Arkan
“I-I-iya Bang..” ujar Amanda yang masih sedikit gugup
Amanda bergegas mempercepat langkahnya masuk ke dalam kamar mandi. Arkan tersenyum dibuatnya, menggemaskan itu yang ada di pikiran Arkan saat melihat istrinya itu.
15 menit berlalu Amanda selesai dengan ritual mandinya itu. Ia masih berada di dalam kamar mandi dan betah menatap dirinya di depan cermin. Ia masih malu jika harus keluar dengan penampilannya malam ini. Bagaimana tidak ? Ia harus menggunakan gaun tidur yang sengaja disiapkan Asyila dan mama mertuanya. Gaun malam ini terkesan terbuka pada bagian paha dan dadanya. Ya ampun gue udah kaya cewe murahan aja, cewe penggoda. Mama sama Syila ya ampun bener-bener deh. Umpat Amanda.
“ Ayo Amanda bagaimanapun sekarang bang Arkan adalah suami kamu, hadapi dan ikhlas.. kamu bisa hufftt” ujarnya menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Amanda keluar dari kamar mandi dengan perasaan tak karuan. Dilihatnya Arkan masih sibuk dengan ponselnya.
“Ekhemmm… Abang mau mandi kan ? Manda udah beres..” panggil Amanda
Arkan mendongak dan mendadak ia terpaku dengan penampilan istri barunya itu. Ia sampai menelan salivanya kuat-kuat akan pemandangan yang menggoda iman di depan matanya. Tak mau terburu-buru, ia buang pandangannya dan berlalu secepatnya ke kamar mandi.
Arkan telah selesai dengan ritual mandinya, rambut yang masih basah bahkan tetesan air masih terlihat di belahan rambutnya itu. Ia keluar dengan handuk yang melingkar di pinggangnya, dadanya terekspos semakin menambah kesan karismatik pada dirinya. Ia hampiri Amanda yang tengah berdiri menghadap ke jendela hotel, ia sepertinya sedang menikmati suasana malam ibukota yang indah.
Arkan melingkarkan tangannya di pinggang Amanda. Memeluk erat istrinya itu dari belakang, dengan wajah Arkan yang berada di bahu Amanda.
“ Lagi apa sih hmm ?” goda Arkan
“ Lamunin apa sih hmm? Sampe suaminya dianggurin” ujar Arkan sambil mencium ceruk leher Amanda.
Amanda memejamkan matanya,perlakuan Arkan sedikit membuatnya tak karuan.”Manda gak mikirin apa-apa kok Bang…. Abang pake baju dulu sana” ujar Amanda yang sudah melepaskan pelukannya lalu menghadap di depan Arkan.
“ Abang ga bakal pake baju,lagian ntar juga dibuka lagi sayang”goda Arkan yang tak lama mendekatkan Amanda ke tembok.
“ Abang… jangan kaya gini..”ujar Amanda menundukkan kepalanya.
Arkan tersenyum lalu mengangkat wajah Amanda dan menatapnya dalam.” Abang mau kamu malam ini Sayang,, bolehkah ?” Tanya Arkan
__ADS_1
Amanda tanpa sadar menganggukkan kepalanya.” Lakukanlah Bang… Manda punya Abang malam ini dan seterusnya..”ucapnya tanpa sadar.
Setelah mendapat lampu hijau, Arkan langsung mencium kening, turun ke mata, pipi dan terakhir ke bibir ranum Manda, bahkan saat menyatukan bibir mereka, Arkan sengaja **********. Amanda melenguh karena merasakan kenikmatan untuk pertama kalinya.
“Mmmpphhh… Abang…”lenguh Amanda
Arkan lalu menggendong Amanda ala bridal style tanpa melepaskan perpaduan bibir itu. Ia rebahkan istrinya dengan pelan di ranjang,lalu tanpa menunggu ia kembali menyambar bibir manis itu, tak lupa ia pun membuka segala penghalang antara mereka. Hingga kini mereka telah sama-sama polos, Amanda pasrah di bawah kungkungan suaminya.
“ Kamu siap sayang ?”Tanya Arkan yang diangguki oleh Amanda
Arkan lantas berdoa sebelum penyatuan itu terjadi, ia berharap secepatnya tumbuh buah cinta antara dirinya dan Amanda di Rahim istrinya nanti.
“Ini akan sedikit sakit, kamu tahan sedikit ya Sayang…”pinta Arkan
Tak lama penyatuan itu terjadi. Awalnya Manda menjerit ketika intinya dirobek oleh kepemilikan Arkan, namun tak lama hanya suara ******* dari kedua insan yang sedang memadu kasih dalam ikatan yang halal tentunya. Hingga pelepasan terjadi, Arkan ambruk di samping istrinya.
“Terimakasih Sayang, karena sudah menjaganya untuk Abang… maaf membuatmu kelelahan dan kesakitan..” ujar Arkan yang terus menghadiahi Amanda ciuman di dahi istrinya.
“Sudah kewajiban Manda,, Abang…”ujar Amanda yang masih betah berada dalam dekapan Arkan.
Tak lama Arkan pun kembali meminta haknya pada istrinya itu, Entah berapa kali mereka melakukan itu yang pasti malam ini adalah milik pasangan baru Amanda dan Arkan.
__ADS_1