Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Rumah Baru


__ADS_3

Hari ini pasangan suami istri beserta keluarganya itu telah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Keduanya memang sudah terbang dari Paris sejak pagi kemarin. Kini mereka telah sampai dengan selamat di Indonesia.


Asyila kini sudah berada di dalam mobil bersama suaminya dan juga Vino. Supir mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota di Siang hari ini. Namun saat ini Asyila sedikit kebingungan karena rute perjalanan menuju rumah Erlan tidak melewati jalan ini.


"Loh maaf Pak ini sepertinya bukan jalan menuju rumah mas Erlan."ujar Asyila, lalu melirik suaminya yang tengah memainkan ponselnya."Mas kita mau mampir kemana dulu ?"tanya Asyila


"Ke suatu tempat"jawab Erlan singkat


"Loh mau kemana dulu emangnya ? Ini Vino kasian mas dia udah kelelahan sampe tidur gini."ujar Asyila yang sesekali melihat Vino yang terlelap di pangkuannya.


"Udah kamu diem aja."perintah Erlan, ia lalu memasangkan kain hitam di mata Asyila."Kamu pake ini dulu, jangan coba dibuka."pinta Erlan


"Ishh iya iya mas.. huft menyebalkan"ujar Asyila sedikit kesal


Erlan melirik Asyila sambil menahan tawanya. Ia sangat senang jika menggoda istri cantiknya ini. Gemesin banget kamu sayang kalo lagi cemberut gitu.Batin Erlan


Kini mobil yang ditumpangi mereka telah sampai di sebuah hunian mewah berlantai 2 dengan halaman yang luas dan ditumbuhi dengan berbagai macam tanaman. Erlan keluar dari mobil dan meminta salah satu pelayan untuk membawa Vino masuk ke dalam. Sementara ia akan membawa istrinya yang sedang ditutup matanya oleh selembar kain.


"Sayang ayo kita sudah sampai."ajak Erlan sambil merangul pundak istrinya.


"Ini dimana mas ? Penutup matanya udah boleh dibuka belum ?"tanya Asyila


Erlan kemudian membuka penutup mata itu."Selamat datang di Rumah kita, Sayang.."ucap Erlan.


Asyila terhenyak. Hunian di depannya adalah Rumah yang akan ia tempati saat ini ? Rumah ini begitu mewah dan besar jika ditempati oleh mereka bertiga saja."Mas ini rumah kita ? Tapi aku rass terlalu besar kalo di tempati cuma sama kita bertiga."ujar Asyila


Erlan tersenyum. Ia memuji kerendahan hati dari istrinya. Meskipun selama ini Asyila tinggal dengan serba kemewahan dan berkecukupan,namun tak membuat ia sedikitpun menjadi orang yang besar kepala dan sombong. Ia selalu bersikap rendah hati dan mengedepankan kesederhanaannya.


"Kata siapa kita disini cuma bertiga, sayang.."jawab Erlan


"Emang sama siapa aja ?"tanya Asyila

__ADS_1


"Sama calon anak kita nanti. Rumah ini akan ramai dengan tawa dan canda dari anak-anak kita, Sayang."jawab Erlan yang tiba-tiba memeluk istrinya dari belakang dan menghadiahi sebuah ciuman di leher istrinya.


"Ih mas ngapain sih ? Malu kalo ada yang liat."ujar Asyila yang tak habis pikir akan kelakuan suaminya.


"Kita masuk yuk,Sayang. Kita lihat kamar kita."ajak Erlan lalu menggendong istrinya ala bridal style.


"Ih mas turunin.. aku bisa jalan sendiri.. aku berat loh."pinta Asyila yang spontan melingkarkan tangannya ke leher Erlan.


"Udah kamu diem aja jangan bawel atau mau aku cium sampe kamar kita biar pelayan di rumah pada liat."ancam Erlan


Asyila lalu menutup mulutnya dan menelusupkan wajahnya ke dada Erlan."Hahaha gemesin emang punya istri cantik kaya gini."goda Erlan


Keduanya sudah sampai di Kamar pribadi mereka. Kamar inilah yang nantinya menjadi tempat mereka berbagi lelah dan berbagi cinta untuk ke depannya. Asyila sudah turun dari gendongan suaminya. Ia mengedarkan pandangannya pada ruangan bernuansa cat putih berwarna abu-abu muda itu.


"Gimana sayang,, suka sama desain kamarnya ?"tanya Erlan sambil memeluk Asyila dari belakang.


"Suka mas. Terlihat sederhana,klasik tapi ga ninggalin kesan elegan. Kamu emang paling jago desain kaya gini. Makasih ya mas."ujar Asyila sambil mengelus pipi Erlan


Asyila tahu ke arah mana suaminya ini berbicara."Mas ga lihat ini masih siang loh, malem aja ya mas."tolak Asyila secara halus, namun tak membuat suaminya ini putus harapan. Erlan dengan segera membawa istrinya itu menuju ranjang.


"Gapapa siang gini biar makin panas Yank."ujarnya dengan nada sensual dan tangan yang sudah membuka kerudung dari istrinya.


Asyila telah berada di bawah kungkungan Erlan. Saat suaminya ini akan mencium bibirnya, ia menahan dada Erlan sejenak."Apalagi sih sayang ? mas udah gabisa nahan nih. Dari kemarin ga sentuh kamu karena kita lagi perjalanan pulang. Mas mau vitamin siang-siang gini "ujarnya yang sudah dipenuhi kabut ***** di matanya.


"Mas kunci dulu pintunya. Kalo ada yang masuk mas juga kan yang nanti marah-marah"ujar Asyila sambil membelai rambut Erlan


Erlan melirik ke arah pintu disana. Memang saat mereka masuk tadi, ia hanya menutup tanpa mengunci pintu itu."Oke laksanakan ratuku.."ujar Erlan lalu berjalan ke arah pintu dan menguncinya.


Setelah itu mereka kembali berbagi peluh dan memadu kasih di Kamar baru mereka.


"Kenangan kita akhirnya tercipta juga disini ya sayang."ujar Erlan yang masih menghentakkan sesuatu di bawah sana

__ADS_1


"I..i..iya mas"jawab Asyila.


🌹🌹


Berbeda dengan pasangan suami istri yang sedang asik-asik di Kamar mereka, Arkan kini tengah dalam mobil bersama Amanda. Ya tadi saat mereka tiba di Bandara, mama Vera memintanya untuk mampir terlebih dahulu ke rumahnya. Dan saat ini Arkan tengah dalam perjalanan untuk mengantarkan Amanda kembali ke rumahnya. Selama perjalanan mereka sama-sama terdiam, bahkan Amanda hanya fokus pada ponselnya. Sementara Arkan yang tidak menyukai suasana ini tiba-tiba membuka suaranya.


"Manda.."panggil Arkan


"Hmm.. ada apa Kak ?"jawabnya namun masih setia dengan ponsel di tangannya.


Arkan kesal karena merasa diacuhkan oleh Amanda. Ia tepikan mobil itu terlebih dahulu dan merebut ponsel di tangan Amanda.


"Kak Arkan kembalikan ponsel Manda kak."pinta Manda


Arkan tak menggubris permintaan Amanda, ia memasukkan ponsel amanda ke saku celananya.


"Kak please ponsel Manda kak."pinta Manda kembali


"Aku bakal balikin ponsel kamu kalo jawab pertanyaan aku dulu."ujar Arkan


Amanda mengalihkan tatapannya dari Arkan."Apa yang mau kakak tanyakan ?"tanya Amanda


"Ada apa sama kamu ? Sedari kita di Paris sikapmu berubah dingin sama aku. Bahkan terkesan menghindariku. Ada apa Manda ? apa aku berbuat kesalahan ?"tanya Arkan


Kakak ga salah tapi aku yang seharusnya sadar diri. Kenapa bisa aku menyimpan perasaan lebih sama kamu Kak. Batin Amanda


"Amanda jawab, kenapa kamu diem aja sih ?"teriak Arkan yang membuat Amanda terkejut bahkan air matanya pun sudah membasahi pipi Amanda.


Arkan yang melihat Amanda mengeluarkan air matanya seketika tersadar atas apa yang ia katakan pada Amanda."Manda aku ga maksud buat marah atau berteriak sama kamu, aku cuma..."perkataan Arkan tertahan karena Amanda tiba-tiba keluar dari mobilnya.


Shittttt. umpat Arkan

__ADS_1


__ADS_2