Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
USG LAGI


__ADS_3

Kedua pasangan baru itu kini sudah sampai tepat di depan rumah Nayla. Deru mesin mobil pun sudah dimatikan oleh Bagas. Nayla yang sedari tadi merasakan debaran pada jantungnya yabg berirama begitu cepat hanya bisa menundukkan kepalanya, bahkan ia tak menyadari jika kini sudah sampai di depan rumahnya.


"Masih mau nunduk terus nih ?"tanya Bagas menggoda Nayla.


"Kakak please kenapa mobilnya berhenti lagi sih ?"ujarnya masih menundukkan kepala.


Bagas tergelak."Jangan nunduk terus makanya, ini udah sampe depan rumah kamu loh."ujarnya dengan tawa yang tertahan.


Nayla mendongakkan kepalanya."Ish kakak tuh kenapa ga bilang sih."ujar Nayla sambil melepas seatbeltnya.


Bagas menahan lengan Nayla yang hendak keluar dari mobilnya."Terimakasih ya Sayang."ujar Bagas sambil membelai pipi lembut Nayla.


Sekujur tubuh Nayla berdesir hebat, ia bahkan kini hanya bisa diam dan menatap Bagas dengan dalam."Untuk ??"ujar Nayla melontarkan satu kata saja pada Bagas.


Bagas menggenggam tangan Nayla."Terimakasih karena sudah memberi kesempatan orang bodoh ini untuk bisa mencintai kamu dengan tulus Nay."ujar Bagas dengan lembut.


Nayla hanya menganggukkan kepalanya. Ia pumln merasa bahagia hari ini, karena cintanya kini tidak akan bertepuk sebelah tangan seperti sebelumnya.


Bagas menangkup pipi Nayla.”Aku akan segera melamarmu Sayang. Niat baik ini harus segera dilaksanakan. Lebih cepat lebih baik. Allah akan menyukai hamba-Nya yang selalu menyegerakan sesuatu hal yang baik. Dan lagi kakak tidak ingin berlarut dengan dosa jika kita berhubungan tanpa ikatan yang halal Nay. “ujar Bagas.”Dan juga kakak akan membuat semua lelaki yang tertarik padamu untuk mundur dan tidak berharap bisa memilikimu.”tambahnya degan nada ancaman.


Nayla tergelak.“Nayla menunggumu kak. Nay juga akan berdoa semoga semua niat baik kakak dan Nay akan dimudahkan oleh Allah.”ujar Nayla sambil tersenyum.”Sekarang bisakah Nay turun dari mobil ? Mama sudah menunggu Nay di dalam kak.”pinta Nayla dengan lembut.


Bagas mengecup dahi Nayla.”Suka lupa waktu kadang kalo abis ungkapin cinta sama cewe..”goda Bagas.


“Ishh Kakak nih…”umpat Nayla yang saat ini wajahnya sudah begitu merona.


“Akhirnya ya setelah menunggu beberapa waktu, nih hati ga ngerasa sesak lagi. Udah berubah nih jadi berbunga-bunga karena si gadis abis nerima cinta dia.”sindir Bagas.


“Kak Bagas jangan godain terus…”pinta Nayla yang sudah begitu malu dengan Bagas yang terus menggodanya.


“Iya…iya deh sayangku… calon istriku…”ujar Bagas yang masih menggoda Nayla...”ujar Bagas sambil mencubit pipi Nayla.


“Kak Bagas….”umpat Nayla yang hanya ditanggapi dengan cengiran oleh Bagas. Seketika Nayla segera keluar dari sana dengan jantung yang sudah berdetak tak beraturan begitupun dengan wajah yang sudah memerah dengan perlakuan Bagas beberapa menit lalu.


Menggemaskan sekali kamu, Sayang..ujar Bagas sambil tersenyum.


.................


2 hari berlalu...

__ADS_1


Saat ini Asyila tengah berada di rumah sakit untuk mengecek perkembangan calon bayinya. Dengan ditemani oleh Nayla, adik iparnya.


"Gugup ya Kak ?"tanya Nayla yang menggenggam tangan Asyila yang terasa dingin.


Asyila mengangguk."Entahlah padahal kakak sudah sering melakukan pemeriksaan USG tapi selalu saja gugup."ujar Asyila.


"InsyaAllah kakak dan baby baik-baik aja. Gausah khawatir hmm."ujar Nayla menenangkan.


"Mas Erlan jadi menyusul kesini ?"tanya Asyila.


Nayla mengangguk."Sedang dalam perjalanan Kak."ujar Nayla.


Tak lama Erlan datang dengan begitu tergesa. Ia tak ingin melewatkan satu waktu pun untuk melihat perkembangan calon anak mereka.


"Kamu udah dipanggil, Sayang ?"tanyanya sambil mencium dahi istrinya.


Asyila menggeleng."Setelah ini baru Syila yang masuk mas."ujar Asyila sambil tersenyum.


"Nyonya Sebastian..."panggil suster pada Asyila.


Asyila beranjak dari duduknya dengan dibantu oleh suami dan adik iparnya.


Ketiganya kini sudah berada di dalam ruang dokter Kandungan. Asyila sudah berbaring dengan nyaman disana.


"Relax ya Bu."ujar dokter Eva sambil menggerakan alat di perut Asyila.


Tak selang beberapa waktu, monitor menunjukkan pergerakan dari calon bayi Asyila dan Erlan.


"Ibu bisa lihat, anak kalian begitu aktif bergerak di dalam sana."ujar dokter sambil terus menggerakkan alat itu.


Erlan menggenggam tangan istrinya."Lihat Sayang, itu anak kita."ujarnya sambil menitihkan air mata haru.


"Wah ponakan aku lagi gerak aktif gitu kak."ujar Nayla antusias.


Asyila mengangguk."Princessnya Mama dan Papa akan segera hadir sebentar lagi."ujar Asyila lirih.


Pemeriksaan sudah selesai. Dengan dibantu oleh suaminya, Asyila turun dari tempat pemeriksaan itu dengan hati-hati.


Sementara Nayla, ia sudah berlalu beberapa menit lalu untuk menebus resep dokter yang diberikan untuk Asyila.

__ADS_1


"Pak, Bu jika dilihat dari pemeriksaan kali ini sepertinya semua menunjukkan kondisi yang baik. Jalan lahir juga sudah terlihat, kondisi bu Asyila juga sangat baik. Kemungkinan untuk lahiran normal sangat besar, Pak, Bu."jelas dokter Eva.


"Lalu kapan kiranya istri saya melahirkan, Dok ?"tanya Erlan antusias.


"diperkirakan 9 sampai 10 minggu lagi, Pak."ujar dokter Eva.


"Saya tidak sabar untuk menanti kelahiran buah hati kami."ujar Asyila sambil mengelus perut buncitnya.


"Dokter untuk hal itu apa boleh ?"tanya Erlan ambigu.


Dokter Eva tersenyum."Saya mengerti apa yang ingin bapak tanyakan. Untuk berhubungan intim memang sangat dianjurkan saat kehamilan sudah memasuki trimester ketiga. Itu juga bisa membantu terbukanya jalan lahir Pak."jelas dokter Eva.


Asyila melebarkan matanya, lalu ia melirik suaminya dengan tatapan begitu tajam. Tak malu sekali suaminya ini pikirnya.


"Tak apa Bu, saya sudah terbiasa menghadapi para suami seperti pak Erlan."ujar dokter yang tau saat ini Asyila begitu malu dengan pertanyaan dari Erlan."Disarankan untuk sering menjenguk si baby ya Pak. Selain untuk mempermudah terbukanya jalan lahir, itu juga akan meningkatkan mood bagi calon ibu."jelas dokter Eva.


"Sayang denger kan ?? kita harus sering-sering mulai sekarang."ujar Erlan pada Asyila dengan berbisik.


Dokter Eva tersenyum."Tapi harus tetap diingat ya Pak. Saat melakukan hubungan intim, diusahakan untuk tidak terlalu kasar. Karena dikhawatirkan juga membuat si baby tidak nyaman. Begitupun posisi saat berhubungan harus bisa membuat nyaman istri Bapak."ujar dokter Eva.


"Baik dokter, tentunya saya akan memperhatikan segala sesuatunya."ujar Erlan begitu antusias.


Asyila hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Sudah terlanjur malu dengan kelakuan suaminya yang begitu semangat menanyakan sesuatu yang seharusnya menjadi kepentingan untuk mereka saja.


..........


Di tempat lain, Sheila tengah menunggu seseorang di depan rumahnya.


"Kamu jadi Sayang mengunjungi sepupumu di lapas ?"tanya mama Sheila.


Sheila mengangguk."Jadi Ma, ini lagi nunggu temenku jemput."jawab Sheila.


"Temen apa temen nih ?"goda mama Sheila.


Sheila tergugup."Ishh Mama nih malah godain anaknya."ujar Sheila malu.


Mama Sheila tergelak."Semoga temen yang kali ini bisa bawa anak mama cepet-cepet ke pelaminan."goda mama Sheila lagi.


"Mama ihh udah deh godain Sheila mulu..."ujar Sheila sebal.

__ADS_1


__ADS_2