Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
TEMAN ???


__ADS_3

Aldo dan Sheila dilanda keheningan. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil milik Aldo. Selepas berkunjung ke rumah Asyila tadi, Sheila memutuskan untuk pulang karena hari sudah hampir mendekakti pergantian menjadi malam. Sedari tadi kecanggungan masih dirasakan oleh kedua insan itu. Aldo hanya melirik sesekali tanpa mau lebih dulu memulai percakapan, begitu pun Sheila yang hanya diam dan matanya menatap ke luar jendela.


Tak tahan dengan keadaan mereka saat ini, Sheila memberanikan diri membuka suaranya.”Aldo…” panggilnya.


Aldo melirik sebentar.”Ya Nona ada apa ?” balasnya dengan mata yang kembali focus ke jalanan.


“Terimakasih untuk hari ini, kau sudah membantuku dan ya sudah menyadarkanku juga.”ujarnya dengan pelan.


Aldo tersenyum.”Sama-sama Nona.Oh ya jika nanti anda merasa butuh ketenangan, anda bisa berkunjung kembali ke tempat itu. Nona tenang saja, hanya kita berdua saja yang tau tempat itu.”ujar Aldo.


“Benarkah ? “Tanya Sheila tak percaya.


“Tentu Nona. Sebenarnya itu salah satu tempat yang selalu saya kunjungi ketika sedang merasa penat atau bersedih. Sekarang itupun bisa Nona jadikan sebagai tempat favorit Nona jika mau.”ucap Aldo.


“Kau sungguh baik Aldo. Terimakasih karena sudah menyadarkanku hari ini. Hmm entahlah jika kau tidak berbicara hal tadi sepertinya aku masih saja termakan oleh obsesiku sendiri.”ucap Sheila sambil menunduk.


“Sudahlah Nona lupakan segala yang pernah terjadi. Anggap itu sebagai pelajaran berharga dan jadikan acuan untuk Nona menjadi orang yang lebih baik lagi.”ujar Aldo sambil mematikan mesin mobilnya.”Kita sudah sampai Nona.”ujar Aldo lagi.


Sheila terkesiap. Ia lihat ke kanan dan ke kiri. Memang benar kini mobil Aldo telah sampai di depan rumahnya. Sheila terlalu nyaman berbincang dengan Asisten dari Erlan ini. Hingga ia terlarut dalam obrolan dan tak terasa jika ia harus menyudahi obrolan itu.


“Kau benar, tidak terasa jika aku sudah sampai”ujarnya sedikit gugup.”Hmm aku akan turun, terimakasih untuk hari ini Aldo. Aku harap kita bisa bertemu lagi nanti.”ujar Sheila yang hendak membuka pintu mobil.

__ADS_1


Aldo menahan lengan Sheila.”Hmm Nona tunggu sebentar.”ujar Aldo.


Sheila tersenyum.”Ada apa Aldo ?”Tanya Sheila.


“Sebenarnya saya ingin meminta nomer ponsel anda, apa boleh ?”Tanya Aldo.”Hmm Nona jangan salah paham, saya hanya diperintahkan oleh pak Erlan untuk mewakili beliau menangani kerjasama kembali dengan perusahaan Ayah anda.”ujarnya sambil menggaruk tengkuk lehernya.


“Tentu boleh. Bahkan jika bukan karena urusan pekerjaan pun, aku akan memberikannya padamu. Hmm siapa tau kita bisa jadi teman kan ?”tawar Sheila mengetikkan nomer teleponnya di handphone Aldo.


“Teman ????”Tanya Aldo terheran.


“Ya maukah kau berteman denganku Aldo ?”Tanya Sheila sambil mengulurkan handphone milik Aldo.


Aldo menerima kembali hanphone itu, dan sekilas ia mengulurkan tangannya pada Sheila.”Kita berteman Nona.”ujar Aldo.


Aldo tersenyum.”Baiklah Nona, hmm lebih baik sekarang anda masuk lalu beristirahat.”titah Aldo.


“Hmm Aldo bisakah tidak memanggilku seformal itu ? Panggil Sheila saja agar terasa lebih akrab.”pinta Sheila.


“Hmm ba-ba-baiklah Sheila.. Selamat malam”ujar Aldo sedikit gugup.


“Selamat malam Aldo. Kamu hati-hati ya..”ujar Sheila sambil melambaikan tangannya saat mobil Aldo perlahan berlalu dari rumahnya.

__ADS_1


...….....


Berbeda dengan Sheila yang sudah menyadari kesalahannya. Ajeng masih saja memikirkan berbagai cara untuk bisa menjebak Bagas. Bagas adalah incarannya sejak lama. Entahlah ia begitu sangat terobsesi dengan apa yang Bagas miliki. Harta, jabatan dan paras dari Bagas yang tampan tentu membuatnya menjadi seorang yang ambisius.


“Beib pokonya rencana ini harus berhasil, aku gamau ada kegagalan lagi.”ucap Ajeng dengan tegas pada suaminya.


“Kamu tenang aja sayang, untuk kali ini rencana yang kita susun pasti akan berhasil. Yang terpenting kamu harus selalu membuatnya percaya padamu.”ujar Rian.


“Aku yakin dia ga bakal bisa lari dari tanggung jawab. Apalagi kalo misalnya aku kasih tau aku hamil. HAHAHAHA “ujar Ajeng dengan senyum liciknya.


“Tapi ingat ini hanya karena kamu ingin memiliki hartanya. Awas saja jika sampai kamu berani mengkhianatiku.”ancam Rian.


“Suamiku sayang tenang saja. Aku hanya memanfaatkan hartanya saja. Lagipula aku hanya mencintai kamu dan calon anak kita.”ujar Ajeng sambil mengelus rahang Rian.


“Baiklah aku percaya padamu sayang. Acara ulang tahun dari kekasihmu itu akan segera di gelar. Aku sudah menyusun rencana dengan matang. Dan aku yakin ini tidak akan gagal. Kau hanya perlu mengikuti semua intruksiku.”ujar Rian.


“Baiklah aku serahkan semua padamu suamiku…”ujar Ajeng dengan manja.


“Bolehkah aku menjenguk anak kita ? aku begitu merindukannya.”mohon Rian.


“Sesukamu sayang. Aku bahkan akan memberimu jatah sepuasnya jika rencana kita berhasil.”ujar Ajeng dengan nada menggoda.

__ADS_1


“Baiklah aku akan memegang janjimu sayang.”ujar Rian yang setelah itu menggempur Ajeng dengan taka da habisnya.


LIKE, COMMENT, SAMA HADIAHNYA NIH JANGAN LUPA GUYS🥰


__ADS_2