Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Pernikahan


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba, Erlan akan melangsungkan pernikahan dengan Asyila. Saat ini Erlan tengah duduk di meja pelaminan dan sedang berhadapan dengan seorang penghulu dan tentunya papa Andhika sebagai wali nikah dari Asyila, tak lupa di samping kiri dan kanan ada Arkan dan papa Herman selaku saksi di acara akad nikah ini.


Sementara Asyila, kini tengah berada di kamarnya. Ia sedang dirias sedemikian rupa oleh penata rias profesional. Kebaya putih yang sederhana namun terkesan elegan tak lupa dengan hijab yang dibalut dengan hiasan siger semakin menambah aura kecantikan Asyila


"Subhanallah.. Mashaallah anak mama cantik banget hari ini."ucap mama Vera


"Iya tante, Asyila cantik banget. Kayanya mas Erlan bakal pangling sama calon istrinya"canda Amanda


Asyila tersipu malu."Mama sama Manda bisa aja deh godain aku. Hmm Ma.. mas Erlan sudah sampaikah ?"tanya Asyila


"Sudah nak, sebentar lagi ia akan mulai mengucapkan ijab kobulnya. Semoga Allah memberi dia kemudahan dan kelancaran."ucap mama Vera


"Aamiin Yaa Rabb"ucap Asyila dan Amanda bersamaan.


Sementara itu, acara akad nikah akan segera dimulai. Sedari tadi Erlan tak henti-hentinnya menarik nafas dalam untuk mengusir kegugupannya.


"Baik nak Erlan, anda sudah siap ?"tanya Penghulu


"Bismillah saya sudah siap pak." ucap Erlan lantang seraya menerima uluran tangan papa Andhika


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Asyila Luthfia Gunawan binti Andhika Gunawan dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 500 juta rupiah dan perhiasan seberat 500 gram dibayar tunai."ucap papa Andhika


Dengan lantang Erlan mengucap "Saya terima nikah dan kawinnya Asyila Luthfia Gunawan binti Andhika Gunawan dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar 500 juta rupiah dan perhiasan seberat 500 gram dibayar tunai." sahut Erlan dengan satu tarikan nafas


"Bagaimana para saksi ?"tanya Penghulu


"SAH.. SAH...SAH..."ucap saksi


"Alhamdulillahirabbil 'Alamin" ucap Erlan


Setelah akad penghulu membacakan doa, dan kini Asyila tengah dibawa oleh mama Vera dan Amanda menuju Erlan yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Senyum terpancar dari Asyila saat matanya tak sengaja saling berpandang dengan Erlan. Tamu yang hadir saat itu pun menatap takjub akan kecantikan dari mempelai wanita ini. Mata Erlan bahkan tak berkedip saat melihat Asyila yang begitu cantik sudah berada di depannya.


Subhanallah.. begitu cantiknya ciptaan-Mu Yaa Rabb.. tolong jagalah dia dan izinkan aku untuk selalu membahagiakannya.Batin Erlan

__ADS_1


Penghulu kemudian membaca doa setelah akad. Setelah itu Asyila meraih tangan kanan Erlan untuk diciumnya pertama kali dan dibalas dengan Erlan yang mencium dahi Asyila. Dan tak lupa Erlan memasangkan cincin pernikahan di jari manis sebelah kanan tangan Asyila begitupun sebaliknya.


"Baiklah hari ini kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Semoga selalu berbahagia"ucap Penghulu.


Setelah akad nikah selesai dilaksanakan. Kini acara berlanjut ke resepsi yang dilaksanakan di salah satu Hotel berbintang milik Erlan. Kini Erlan dan Asyila kompak mengenakan pakaian berwarna coklat muda. Asyila yang cantik menggunakan gaun yang elegan tak lupa hijab yang berwarna senada yang menutupi kepalanya, begitu pun Erlan yang terlihat tampan menggunakan jas yang selaras dengan gaun Asyila, membuat mereka berdua menjadi raja dan ratu sehari.


Kini keduanya sedang menyambut dan menerima ucapan selamat dari banyaknya tamu undangan. Asyila yang sedari tadi merasa pegal di kakinya sedikit merasa tidak nyaman dan itu tak luput dari pandangan Erlan.


"Pegel ya sayang ?"tanya Erlan


"Dikit mas, high heelsnya terlalu tinggi bikin kaki aku ga nyaman."ucap Asyila


"Kamu duluan aja ke kamar ya, nanti mas nyusul."pinta Erlan


"Gapapa mas, Syila gaenak sama tamu."ucap Asyila


"Gapapa sayang lagian tamu undangan mas rasa sudah semakin berkurang, kamu istirahat aja ya sayang"pinta Erlan


"Yaudah kalo gitu Syila duluan ke kamar ya."ucap Syila


Huft pegel banget kaki aku. Gumam Asyila


Tak lama pintu terbuka, Erlan mendapati istrinya itu sedsng memijat kakinya sendiri.


"Sayang biar mas bantu."pinta Erlan sambil mengangkat kaki Asyila ke pahanya


"Eh mas gausah ga harus kaya gini, aku bisa sendiri ko"ucap Asyila yang merasa tak enak


"Gapapa sayang, sini biar mas pijit kakinya."ucap Erlan


"Terimakasih mas."ucap Asyila


Asyila yang kini sudah merasa pegal di kakinya sedikit berkurang, berjalan pelan ke arah meja rias guna membersihkan make up yang menempel di wajahnya.


"Mas sebaiknya bersih-bersih dulu, Syila mau membersihkan make up ini dulu."ucap Syila

__ADS_1


"Yaudah mas mandi duluan ya sayang." ucap Erlan yang diangguki oleh Asyila


15 menit berlalu Erlan kini sudah tampak lebih segar. Kaos polos dengan celana pendek semakin menambah kesan tampan untuk Erlan Sebastian. Erlan mendapati istrinya sedikit kesulitan untuk melepas gaunnya, berniat untuk mendekati Asyila. Ia peluk Asyila dari belakang dengan menempelkan wajahnya di bahu Asyila.


"Ada yang bisa mas bantu hm ?"tanyanya yang membuat Asyila sedikit terlonjak.


"Mas udah selesai ? Hmm sebenernya Syila sedikit kesulitan buka resleting gaunnya."ucap Asyila sedikit malu


"Biar mas bantu ya sayang."ucap Erlan


Asyila meremang saat suaminya sedikit demi sedikit menurunkan resleting gaunnya. Ia belum siap jika harus berada dalam situasi ini. Setelah resleting sempurna terbuka, Asyila segera berlari ke kamar mandi. Erlan tak mampu menahan tawanya melihat tingkah Asyila yang malu.


Menggemaskan sekali sih kamu istriku.Batin Erlan


15 menit berlalu Asyila tampak sudah segar setelah melakukan ritual mandinya. Piyama lengan panjang tak lupa kerudung instan yang menutupi kepalanya. Asyila tersenyum mendapati suaminya yang sedang bersandar di tempat tidur dengan tangan dan mata sedang fokus pada ponselnya.


"Mas.."ucap Asyila sambil tersenyum


Erlan sedikit menoleh. Ia letakkan ponselnya di nakas lalu tersenyum" kamu udah selesai sayang ? Kenapa berdiri disitu ? Sini"pinta Erlan


Asyila menghampiri suaminya, ia duduk di samping suaminya sambil tersenyum.


"Mas sangat bahagia hari ini, janji mas padamu akhirnya terpenuhi. Kamu bahagia ?"ucapnya sambil mengambil tangan Asyila lalu menciumnya


Asyila tersentuh dengan perlakuan suaminya. Romantis pikirnya.


"Syila bahagia mas, terimakasih sudah memilih Syila sebagai istrimu dan ibu untuk Vino" ucap Syila sambil menundukkan kepalanya karena malu


Erlan memegang dagu Asyila, mengangkat wajah istrinya itu. Lalu ia tatap dalam Asyila. Erlan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya tak lama ia mencium bibir Asyila. Asyila terlonjak dan membelalakkan matanya. Ia mencoba terlepas dari Erlan namun tenaganya tak cukup untuk melawan tenaga Erlan. Erlan terus mel***t bibir Asyila, perlahan ia baringkan Asyila ke tempat tidur, ia sudah melepaskan perpagutan bibirnya dengan Asyila. Ia buka hijab Asyila untuk pertama kalinya.Subhanallah cantik sekali istriku.Batin Erlan. Ia tatap dalam istrinya dan..


Cup


Asyila merasakan benda kenyal menyentuh keningnya, ia sedari tadi memejamkan matanya saat mendapati perlakuan Erlan terhadapnya. Ia buka matanya dengan lebat dan bertemu dengan mata Erlan yang masih menatapanya begitu dalam


"Aku mencintaimu istriku.. Istirahatlah malam nanti kita akan terbang ke Paris."ucap Erlan yang hanya diangguki oleh Asyila

__ADS_1


Aku tidak akan memintanya sekarang, aku ingin saat di Paris lah kenangan kita terukir untuk pertama kalinya.Batin Erlan seraya memejamkan matanya.


__ADS_2