
Sore telah berlalu digantikan oleh malam yang gelap. Hanya ada bulan yang meyinari. Menampakkan cahayanya untu menemani Insan di dunia yang sedang terlelap dalam mimpi indahnya.
Asyila kini tengah gelisah. Bagaimana tidak ? Ia tiba-tiba menginginkan makanan olahan seafood cumi saus Padang yang sore tadi ia lihat di acara memasak. Bahkan air liurnya pun hampir menetes jika mengingat bagaimana makanan enak itu saat ia bayangkan dalam pikirannya.
Sebenarnya sejak tadi sore ia sudah menahan hasratnya, namun ia tak kuat lagi menahan lebih lama.
Akhirnya Asyila bangun memiringkan badannya. Disamping kirinya ada Erlan yang tengah terlelap. Asyila elus pipi suaminya itu dengan tujuan membangunkan Erlan.
“ Mas….”panggil Asyila
Namun Erlan tak bergeming.” Mas Erlan bangun…”panggil Asyila sambil sedikit menggerakkan bahu Erlan.
“Hmmm Apaan Yank ? masih malem ini…”jawabnya sedikit bergumam.
“ Mas bangun dulu….”pinta Asyila
Erlan membuka perlahan matany dengan seikit terpaksa. “ Kenapa Yank ?” tanya Erlan.
“ Mas.. aku pengen makan cumi saus Padang…”ujar manja Asyila.
__ADS_1
Erlan memelototkan matanya seketika setelah mendengar keinginan Asyila. Ia bangkit dari tidurnya, lalu melirik jam weaker yang ada di nakas.” Sayang ini jam 1 pagi loh, dimana ada yang jualan jam segini?” Tanya Erlan.
Asyila mengerucutkan bibirnya.” Yaudah mau cumi saus Padangnya gajadi.”ujar Asyila sedikit marah bahkan kini ia kembali berbaring dengan membelakangi suaminya.
“Bukan gitu sayang, maksudnya itu….”ucap Erlan tertahan karena mendengar isakan dari istrinya.
Ya Allah sensitive banget yak istri gue sekarang. Sabar Erlan bumil emang sensitive. Hadapi,nikmati dan jalani Erlan. Inget lu harus jadi suami siaga mulai saat ini.gumamnya dalam hati.
Erlan elus kepala Asyila.” Maafin mas ya Yank, yaudah biar mas cari dulu siapa tau masih ada yang jual ya. Kamu tunggu disini hmm ?” ujar Erlan.
Seketika Asyila bangkit lalu mengusap air matanya dengan kasar.” Syila mau ikut mas, bentar pake jaket sama hijab instan dulu.”ujar Asyila yang membuat Erlan sedikit terbengong.
Perasaan baru aja dia nangis, kok ini kaya ga terjadi apa-apa gini. Bener-bener nih bumil moodyan.gumam Erlan.
Erlan tersadar dari lamunannya.”Yaudah ayok,, tapi ntar kamu jangan keluar dari mobil ya. Angin malem ga bagus buat kamu sama anak kita.”titah Erlan.
“Siap Papa sayang.”ujar Asyila sambil memberi hormat.
Keduanya pun berkeliling sekitaran kota, membelah jalanan dengan hembusan angina malam. Asyila mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan. Hingga akhirnya mereka menemukan satu penjual seafood yang masih buka di jam itu. Erlan segera memarkirkan mobilnya.
__ADS_1
“Kamu tunggu sini ya, biar mas yang pesankan. Mau makan sini atau di bawa pulang yank ?” Tanya Erlan.
Asyila tampak berpikir.”Hmm kayanya bawa pulang aja deh mas, jangan lupa beliin juga buat Bibi ya. Terus kalo udang goreng tepung masih ada pesen juga ya mas, Abang Vino suka soalnya.”pinta Asyila.
“Siap ratuku….pesanan anda sudah saya list.”canda Erlan sambil mengelus kepala Asyila.
1 jam berlalu, akhirnya Erlan kembali ke dalam mobil dengan membawa kantong plastic berisikan pesanan istrinya itu.” Nih special buat Adek nih cumi saus Padang.”ujar Erlan sambil mengelus perut Asyila.
Asyila melirik Erlan lalu menghadiahi satu ciuman pada pipi suaminya.” Makasih Papa…”ujar Asyila menirukan suara anak kecil.
“Cium doang ? Ga ada imbalan lain nih ?” ujar Erlan sambil menaikkan satu alisnya.
“ Mas nih gabisa ya sehari aja ngomongnya ga mesum.”ujar Asyila dengan cemberut.
“ Mesum sama istri sendiri ini kok. Sah-sah aja kan ?” ujar Erlan.
“Tau deh ah.. Dedek tuh Papa tuh seneng godain Mama tuh.”ujar Asyila sambil mengelus perutnya.
“Mama aduan ya Dek..”canda Erlan
__ADS_1
“Mas Ih.. udah yuk pulang pengen cepet-cepet makan ini si cuminya.”ajak Asyila
“ Iya Yank iya.. repot emang ya hadepin bumil..”ujar Erlan yang tak lama menyalakan mesin mobilnya dan berlalu dari tempat itu.