Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
Nayla itu Adikku


__ADS_3

Asyila menoleh dan sedetik kemudian dia terkejut. Semua keluarga bahkan sahabatnya ada disini. Sejak kapan ? Asyila tak menyadari kehadiran mereka saat itu.


"Mas kenapa bisa semua keluarga kita ada disini ? Bahkan Amanda dan Bagas juga ada disini."tanya Asyila pada suaminya


"Ini salah satu kejutan buat kamu sayang. Mas ingin di hari spesial kamu, semua keluarga kita turut hadir."jelas Erlan


Asyila kembali memeluk suaminya. Betapa beruntungnya ia mempunyai suami seperti Erlan. Walaupun sebelumnya ia dibuat sesak oleh Erlan karena rencananya ini."Terimakasih mas... Syila bahagia sekali.. Terimakasih.. Aku cinta sama mas Erlan."ucap Asyila yang masih setia berada dalam pelukan suaminya.


"Mulai bucin nih istriku..hahahaha"goda Erlan


"Biarin yang penting cuma kaya gini sama suami, bukan sama selingkuhan"ujar Asyila


"Berani kamu selingkuh, mas hukum kamu ya sayang. Mas kunciin di kamar terus."ancam Erlan


"Ih mas nakutin.."ujar Asyila sambil tertawa


"Sampe kapan nih kalian peluk-pelukan gitu ? Kita dilupain nih kayanya."ujar Amanda


Asyila melepas pelukannya dari Erlan, ia hampiri semua keluarganya.


"Mama..Papa.. Syila kangen"ucap Asyila sambil bergantian memeluk orang tuanya


"Selamat ulang tahun ya kesayangan Mama dan Papa, semoga sehat selalu dan bahagia selalu dengan keluarga baru kamu."ucap Mama Vera


"Selamat ulang tahun anak manja Papa, semoga bisa menjadi istri dan ibu yang baik ya nak."ujar papa Andhika


"Selamat ulang tahun adikku tersayang, semoga cinta selalu ada di sekeliling kamu ya dek."ujar Arkan


"Makasih ya Ma..Pa.. Kak.. Syila bahagia sekali hari ini kalian bisa hadir disini, sebuah kejutan buat Asyila. Makasih banget.."ucap Asyila senang


Kedua mertuanya pun menghampiri Asyila."Selamat ulang tahun ya nak, mama doakan semoga kamu segera bisa memberi kami cucu yang cantik dan tampan."ucap mama Shindy


"Selamat ulang tahun ya mantu Papa, semoga segera ada Erlan junior ya nak."ujar papa Herman


"Pa.. Ma.. tenang aja Erlan junior on Proses kok."canda Erlan


"Ih mas apaan sih.."ucap Asyila sambil mencubit perut Erlan."Makasih ya Ma..Pa.. doakan Asyila segera hamil."ucap Asyila


Tiba-tiba seseorang berlari ke arah Asyila dan memeluk pinggang Asyila.


"Bunda... Vino kangen sama bunda"ujar Vino

__ADS_1


Erlan kemudian memangku Vino."Bunda dan Papa juga rindu sama Vino. Gimana sekolah kamu sayang ? kamu ga nakal kan ? nurut sama Oma dan Opa kan ?"tanya Asyila sambil mengelus kepala Vino


"Kamu tenang aja Syil, dia anak penurut ko."timpal mama Shindy


"Bunda selamat ulang tahun ya bund."ucap Vino sambil mencium pipi Asyila


"Makasih anak kesayangan bunda."ujar Asyila membalas mencium pipi Vino


"Syil selamat ulang tahun ya.. gue sama Amanda berdoa semoga lo selalu bahagia sama keluarga kecil lo."ujar Bagas


"Makasih ya Gas.. Manda.. kalian udah menyempatkan jauh-jauh kesini buat aku."ujar Asyila


"Gue niatnya ga bakalan ikut Syil, cuma si Manda nih maksa katanya dia mau sekalian modus tuh ama kaka lo."goda Bagas pada Manda


Amanda mendadak salah tingkah."Ish apa sih, yang dibilang Bagas gak bener Syil. Aku emang dihubungi oleh Kak Erlan kok."ucap Amanda sedikit kesal pada Bagas


"Yaudah si kalo lo emang jadi deket sama kakaknya Syila gapapa. Ada yang salah emang ?"ucap Bagas yang terus menggoda Amanda


"Jangan asal bicara gitu, kayanya kakak bukan tipe cowok yang Amanda suka juga.ucap Arkan tiba-tiba bergabung dengan mereka.


Amanda melirik pria itu. Hatinya seakan tak rela saat Arkan mengatakan jika dia bukan tipe pria idaman Amanda. Entahlah beberapa hari ke belakang ini hubungan Arkan dan Amanda memang lebih dekat, namun Amanda masih menyangkal jika dia memiliki perasaan pada Kakak dari sahabatnya itu.


Tiba-tiba saat Asyila tengah berbincang dengan keluarganya, wanita yang tadi sempat mengacaukan perasaan Asyila menghampirinya. Wanita itu mengulurkan tangannya pada Asyila."Selamat ulang tahun kakak ipar. Bahagia selalu ya"ujar wanita itu.


"Kakak ipar ko canggung gitu sih ?"tanya wanita itu, lalu beralih mendekat pada Erlan."Ish Kak liat deh gara-gara rencana Kakak, tuh Kak Syila jadi canggung sama aku."ujar wanita itu.


Erlan menurunkan Vino dari pangkuannya, lalu ia berjalan mendekati Asyila yang terlihat canggung pada wanita itu. Ia raih tangan Asyila dan digenggamnya dengan erat.


"Sayang kenalin dia Nayla, adik kandungku."ujar Erlan


Asyila seketika mengerinyitkan dahinya."A..A..Adik kamu mas ?"ucap Asyila sedikit terbata


"Iya dia adikku."ucap Erlan


"Tapi kok mas selama ini ga pernah cerita soal Nayla sama aku ?"tanya Asyila


"Sejak umur dia 5 tahun, Om dan Tante bawa dia ke London untuk di sekolahkan disana. Dan sekarang dia akan kembali ke Indonesia bersama kita. Mas bukan gamau cerita soal Nayla sama kamu. Mas pikir biar nanti aja pas Nayla balik Indonesia baru mas kenalin."jelas Erlan


"Jadi kakak ipar aku minta maaf sebelumnya ya sama kakak, serius deh ga ada niat aku buat bikin kakak nangis kaya tadi. Aku disuruh aja nih sama Abang."ujar Nayla sambil melirik Erlan


"Gapapa kok Nay"ucap Asyila sambil tersenyum

__ADS_1


"Kak aku jadi pengen banyak cerita deh sama kakak, pokonya aku mau berbagi segala cerita aku sama kak Syila."ujar Nayla


"Yaudah boleh, jangan sungkan sama aku ya."ucap Asyila


"Siap deh Kak. Eh iya calon ponakan aku udah ada disini belum kak ?"tanya Nayla


"Doain aja ya Nay, semoga Allah kasih cepet."ucap Asyila sambil tersenyum


🌹🌹


Arkan terlihat menjauhi keluarganya yang sedang asik berbincang. Ia lebih memilih berdiam di sudut sambil memainkan ponselnya. Arkan tengah merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Jantungnya selalu berdegup setiap berdekatan dengan Amanda sahabat dari adiknya itu. Apa ini cinta ? Entahlah ia pun sulit menerka hatinya sendiri.


"Kak.. kenapa gak gabung sama yang lain ? ko sendirian disini ?"tanya seseorang yang Arkan bahkan asing dengan suaranya.


Arkan menoleh"Kamu siapa ?"tanya Arkan bingung


"Oh sorry.. kenalin aku Nayla adikknya bang Erlan"ucap Naya memperkenalkan diri


"Saya Arkan, kakaknya Asyila."timpal Arkan


"Oh iya Kak, kembali ke pertanyaan awal. Kaka ko sendirian disini ?"tanya Nayla


"Aku ga terlalu nyaman kalo ada di suasana yang banyak orang. Lebih seneng suasana sepi dan damai aja."ujar Arkan


"Kaka sama banget kaya aku, bukan males sih sebenernya cuma lebih seneng kalo ga banyak orang aja gitu kan. Rasanya telinga ini perlu ketenangan"ujar Nayla sambil bercanda


Arkan tersenyum."Erlan ternyata punya adik yang selera humornya lebih tinggi. Beda sama dia ternyata"timpal Arkan


"Jangan samain aku sama bang Erlan, kak. Dia tuh datar dan dinginnya kelewatan beda sama aku yang supel ini."ucap Nayla menyombongkan diri.


"Wah nih aku bilangin loh sama bang Erlan."canda Arkan yang berniat meninggalkan Nayla


"Eh kak jangan dong." ucap Nayla sambil memegang tangan Arkan


"Becanda kali, takut amat hahahaha"ucap Arkan


"Ih kak Arkan juga ternyata selera humornya sama kaya aku, mulai sekarang kita temen ?"tawar Nayla sambil mengulurkan tangannya.


"Temen"ucap Arkan menerima uluran tangan Nayla


Setelah itu mereka larut dalam obrolan dan candaan ringan yang diselingi dengan tawa keduanya. Aktivitas mereka sedari tadi ternyata tak luput dari pandangan seorang gadis. Siapa lagi kalau bukan Amanda. Entahlah saat melihat Arkan bisa tertawa dengan lepas bersama Nayla, ia merasakan sesak di dadanya.

__ADS_1


Kenapa dada aku sesak gini tadi liat Nayla dan kak Arkan bedua gitu.Batin Amanda


__ADS_2