Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
AMARAH ERLAN


__ADS_3

Pagi ini Erlan tengah disibukkan dengan segudang pekerjaan. Mulai dari meeting dengan beberapa klien,  tanda tangan beberapa berkas dan juga memeriksa beberapa laporan dari bagian-bagian terkait. Waktunya saat ini ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ia telalu focus hingga tak menyadari jika ada seorang wanita yang masuk ke ruangannya.


“Selamat pagi mas…” sapa wanita itu pada Erlan.


Erlan yang mendengar suara tak asing itu, lantas menoleh. Saat ia tau siapa yang datang, wajahnya ia pasang dengan datar seakan malas untuk berhadapan dengan orang itu.


“ Untuk apa lagi kamu kemari ?”Tanya Erlan dengan nada datar.


Wanita itu tak sungkan menghampiri Erlan bahkan dengan tak tahu dirinya ia langsung duduk di pangkuan Erlan.” Mas nih marah-marah aja, santai kali mas.”ujar Sheila sambil mengelur rahang Erlan.


Ya wanita itu adalah Sheila. Ia tak henti untuk mengejar dan mendapatkan Erlan.Baginya hanya Erlan  lah dunianya. Hingga ke ujung dunia pun mungkin Erlan akan ia kejar hingga bisa ia dapatkan.

__ADS_1


Erlan terlonjak dan tak segan mendorong Sheila hingga Ia tersungkur ke lantai. “Apa yang kamu lakukan Sheila ? Kau gila.. jaga sikapmu saat berada di Ruanganku dan di Kantorku.”bentak Erlan.


Sheila perlahan bangun dan sedikit merapikan penampilannya.”Kamu ini apa-apaan mas, sakit tau. Aku ini wanita dan kamu memperlakukanku seperti itu ? Tega kamu mas…”ujar Sheila yang kesakitan karena tadi didorong oleh Erlan.


“Aku tidak ada waktu untuk melayani omong kosong dan bujuk rayumu itu Sheila. Lebih baik kamu pergi dari hadapanku sekarang juga, sebelum saya melakukan hal yang kasar padamu. Menyerahlah Sheila, sampai kapanpun tak sedikitpun aku menyimpan perasaan padamu. Ingat aku sudah menautkan nama Asyila di dalam hatiku. Dan ya bahkan sebentar lagi buah dari cinta kami akan hadir ke dunia. Jadi saya mohon mundur dan sudahi obsesimu pada saya Sheila.”ucap Erlan dengan tegas.


Sheila bertekuk lutut di depan Erlan sambil menangsi tersedu“Kamu keterlaluan mas. Hargailah perasaanku sedikit saja mas. Aku berhak untuk menyimpan perasaan ini untukmu. Aku mohon mas jangan menjauh dariku lagi, aku rela dijadikan yang kedua olehmu.”ucap Sheila memohon sambil memeluk kaki Erlan.


“Mas aku mohon mas…. Aku hanya ingin kamu mas. Itu saja..”ucapnya masih memohon.


Erlan hilang kesabaran hingga akhirnya ia pun nekat menarik kasar tangan Sheila hingga ke arah pintu keluar di Ruangannya.

__ADS_1


“Aku muak dengan sikapmu ini Sheila… lebih baik kamu pergi sebelum aku panggilkan security untuk mengusirmu.”ucap Erlan dengan tegas bahkan ia hempaskan tangan Sheila dengan kasar.


Sheila terhuyung ke lantai, ia tak terima diperlakukan seperti ini. Ia bangkit dan mengusap kasar air matanya.”Apa yang kurang dari diriku mas, Aku juga mencintaimu mas… Aku mau kamu mas.. Aku tidak ingin perasaan ini tak berbalas.”ujar Sheila sambil menangis.


Erlan menarik dagu Sheila dengan kasar.”Hentikan segala obsesimu itu Sheila. Aku hanya akan mencintai istriku dan anak-anakku. Kamu hanya terobsesi ingin memilikiku Sheila, perasaan dalam hatimu itu sesaat. Kamu hanya terobsesi Sheila. Ingat hanya obsesi.”ucap Erlan dengan tegas. Dan saat itupun pintu di ruangan Erlan ditutup sang pemilk ruangan. Di depan ruangan itu hanya ada Sheila yang seketika terduduk lemas dengan air mata yang masih membasahi wajah cantiknya.


Tidak adakah sedikitpun perasaan dalam hatimu untukku mas Erlan…lirih Sheila dalam hati.


Ia mengusap air matanya dengan kasar. Dan saat itu sebuah uluran tangan berada tepat di depan wajahnya. Ia mendongakkan kepalanya, disana berdiri dengan tegap seorang pria yang begitu ia kenal.


“Kau ???”ujar Sheila.

__ADS_1


__ADS_2