
Pagi ini cuaca sedikit mendung dan sepertinya langit pun malas untuk tersenyum. Terbukti matahari sampai saat ini masih betah bersembunyi . Sepasang suami istri pun kini sedang bergulung hangat sambil berpelukan di dalam selimut. Selepas shubuh tadi Asyila memutuskan kembali ke pembaringannya, rasa malas tiba-tiba melanda pada dirinya. Entahlah mungkin itu sebagian dari faktor hormon kehamilan yang dialami Asyila.
Lalu dimanakah Erlan ? Ya saat ini suami dari Asyila itu pun masih betah memejamkan matanya. Sama halnya dengan Asyila, Erlan pun dilanda rasa malas yang teramat, bukan karena faktor hormon kehamilan ya,, tapi karena cuaca mendung yang mendukungnya untuk tetap berada di pembaringan.
Asyila membuka mata indahnya, dan di tatapnya makhluk ciptaan Tuhan di sebelahnya. Ia elus wajah suaminya sambil tersenyum. Ia dekatkan wajahnya pada Erlan lalu menicium pipi suaminya sekilas.
“ Morning kiss Ayah..” ujarnya manja
Erlan membuka matanya dan tersenyum saat melihat Asyila tengah menatapnya penuh cinta.” Morning too Bunda…”balas Erlan
“Mas ga mau berangkat kantor gitu ?”Tanya Asyila dan masih menatap dalam Erlan.
“ Malas… pengen terus sama bunda aja nih.. boleh ga ?”Manja Erlan
“ Mas manja deh… Dedek lihat tuh Ayah manja banget sama Bunda.” Ucap Asyila mengajak janin di rahimnya untuk berkomunikasi.
Erlan bangkit dari tidurnya lalu mendekatkan wajahnya pada perut Asyila. Ia cium perut istrinya itu.”Pagi kesayangan Ayah, sehat ya nak di perut Bunda. Jangan buat bunda kesakitan dan anteng di dalam sana. I Love You buat dedek.”ujar Erlan.
__ADS_1
Asyila yang menyaksikan itu mengulurkan tangannya. Mengelus rambut Erlan sambil tersenyum.”Terimakasih Mas…”ujar Asyila
Erlan mendongakkan kepalanya, beralih menatap istrinya dan menangkup wajah Asyila. Ia kecup dahi istrinya itu lalu berkata.” Mas yang harusnya mengucapkan terimakasih sayang.. Terimakasih sudah mau menerimaku, menjadi istriku, mengandung anak kita dan menjadi ibu juga untuk kakak Vino.”ujar Erlan.
Erlan mendekatkan wajahnya, berniat untuk mencium bibir Asyila. Namun seketika Asyila berlari ke kamar mandi karena merasakan sesuatu hal tak enak dari mulutnya. Sedari tadi rasa mual sudah menderanya dan Asyila tak bisa menahannya.
Huekk..Huek..Huek
Cairan kekuningan dikeluarkan Asyila. Beberapa kali ia muntahkan cairan itu sampai tubuhnya terasa lemas. Erlan menyusul istrinya menuju kamar mandi. Ialu membantu Asyila dengan memijat tengkuk belakang leher Asyila.
“Masih mual sayang ?’tanya Erlan
Erlan bersihkan mulut Asyila lalu membawa istrinya itu ke dalam dekapannya. “ Eh kok nangis sayang ? Mas salah bicarakah ?”Tanya Erlan.
Asyila menggeleng.” Mas jadinya kerepotan tiap pagi gara-gara aku.” Ujar Asyila yang memang akhir-akhir ini begitu sensitif.
“ Mas ga merasa repot, harusnya mas minta maaf karena kamu harus kerepotan gini karena anak kita. Mas sudah konsultasikan ke dokter Eva juga, kalau mual di pagi hari memang wajar bagi wanita yang sedang hamil seperti kamu. Kayanya dedek pengen dimanjain sama Ayah dan Bunda ya nak..” Ujar Erlan sambil mengelus perut rata istrinya.
__ADS_1
“ Dedek minta maaf Ayah udah nakal..”ujar Asyila dengan menirukan suara anak kecil.
Erlan menggendong Asyila lalu merebahkannya di ranjang dengan hati-hati“ Yaudah biar mas buatkan kamu teh hangat ya, supaya rasa mualnya sedikit berkurang. Kamu berbaring lagi aja.” Ujar Erlan
“ Maaf mas jadi repotin kamu.”ujar Asyila tak enak.
“ Mas ga merasa direpotkan kok sama istri tersayang mas ini.”goda Erlan
Erlan berniat meninggalkan istrinya, namun tangannya ditahan oleh Asyila. “ Mas…”panggil Asyila
Erlan menoleh.” Kenapa lagi sayang hmm ?’tanya Erlan
Asyila tersenyum.” Aku mencintaimu mas” ujar Asyila.
Erlan kecup dahi istrinya.” Mas lebih mencintai kamu.”
LIKE, COMMENT, HADIAHNYA JANGAN LUPA YA GUYS...
__ADS_1
MAAFKAN AUTHOR GHOSTING.. PEKERJAAN DI DUNIA NYATA BEGITU MENYITA WAKTU. AUTHOR AKAN SEMPATKAN UNTUK UP JIKA MEMANG SEDANG SENGGANG.