
Erlan sedang berkutat dengan pekerjaannya. Hari ini sepertinya pekerjaan membuat dirinya sibuk, bahkan hingga tak sadar jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya.
"Hai mas Erlan.."sapa seorang wanita
Erlan mendongak." Sheila ?"ucapnya sedikit terkejut
Tanpa diduga tiba-tiba Sheila menghampirinya dan kemudian memeluk leher Erlan. Semua perlakuan itu membuat Erlan tak nyaman. Ia bangkit dari duduknya kemudian menarik tangan Sheila.
"Sheila apa-apaan kamu ? Jaga sikap kamu di Kantor saya."ucap Erlan sedikit berteriak
"Aww mas sakit tau. Mas ini kenapa sih ?"sahut Sheila sambil meringis merasakan nyeri di pergelangan tangannya.
"Saya gak suka ada orang yang sembarangan masuk ke ruangan saya tanpa izin. Lebih baik kamu keluar sekarang atau saya panggilkan security buat seret kamu keluar."ancam Erlan
"Aku ga takut mas, lagian aku kesini mau ketemu sama kamu mas.. aku kangen banget."ucap Sheila tanpa malu
"Jaga bicara kamu Sheila!!! Sudah saya bilang kamu pergi dari ruangan saya sekarang."ancam Erlan kembali
"Aku ga akan mau keluar dari sini mas.. Mas aku udah cinta sama kamu semenjak pertama kita ketemu di London waktu itu. Aku mau jadi istri kamu mas jadi ibu dari anak-anak kamu. Lagipula aku sahabat Nayla dan otomatis pasti Nayla merestui hubungan kita."jelas Sheila yang lalu menghampiri Erlan
"Saya hanya menganggap kamu sama seperti Nayla. Hanya sebagai adik tidak lebih Sheila."ucap Erlan sedikit berteriak
"Aku cinta sama kamu mas Erlan.. cinta banget.."ucap Sheila lalu dengan sengaja ia mencium bibir Erlan.
Ceklek
Pintu ruangan Erlan terbuka menampilkan seorang wanita cantik yang cukup terkejut dengan sesuatu yang terjadi di dalam sana.
"Assalamu'alaikum mas...."ucap Asyila pelan dan terlihat ia menormalkan pandangannya
__ADS_1
"Sa..sa..sayang... Syila kamu udah datang ?"panggil Erlan yang juga terkejut karena istrinya sudah ada di ruangannya.
"Hmm mas ini aku bawakan makan siang buat kamu, maaf kalo aku ganggu waktu kamu. Kalo gitu aku permisi ya mas.. Assalamu'alaikum.."ucap Syila sambil menyimpan kotak makan siang di meja Erlan, kemudian ia bergegas pergi dari sana dengan sedikit menyeka air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
Erlan menahan tangan istrinya yang hendak pergi."Sayang tunggu dulu jangan pergi, ini gak seperti apa yang kamu lihat. Mas bisa jelaskan semuanya."ucap Erlan dengan lembut.
"Kamu selesaikan semuanya sama dia mas, aku gamau ganggu. Aku permisi Assalamu'alaikum"ucap Asyila yang bahkan tak mau memandang Erlan, ia lalu lepas cekalan tangan Erlan di lengannya dan bergegas meninggalkan ruangan suaminya.
Erlan mendelikkan matanya menuju wanita yang membuat istrinya salah paham."Kamu lihat apa yang kamu lakukan ? Dia jadi salah paham sama aku Sheila."ucap Erlan marah
"Dia ? Kamu hanya memikirkan perasaan dia mas ? lalu aku ?"tanya Sheila sambil berteriak.
"Dia itu ISTRIKU... Dan dengar ini baik-baik."ucap Erlan sambil memegang bahu Sheila dengan kuat bahkan Sheila sampai meringis karena sakit."Aku hanya mencintai istriku. Dan kamu hanya aku anggap sebagai adikku. Jika sampai kamu berani datang kembali kesini dan membuat kekacauan, aku ga akan segan untuk memanggil pihak kepolisian untuk menangkapmu."Ancam Erlan sambil melepaskan pegangan tangannya pada bahu Sheila bahkan ia sampai sedikit terdorong ke belakang.
Erlan berlalu dari ruangannya untuk mengejar istrinya.Sayang maafkan mas, karena selalu membuatmu menangis seperti ini.gumam Erlan
Sementara di ruangan Erlan, seorang wanita masih mengepalkan tangannya dan raut wajahnya masih terlihat menahan amarah karena diperlakukan kasar oleh Erlan.
🌹🌹
Asyila baru saja menjemput Vino di Sekolah. Kini mereka sedang dalam taksi menuju ke rumahnya.
"Ma.. dari tadi ko mama diem aja ? Mama kenapa ?"tanya Vino pada Asyila yang memang sedari tadi hanya diam tak banyak bicara
Asyila menyeka air matanya lalu melirik Vino."Hmm Mama gak apa-apa ko sayang."ucap Asyila sambil tersenyum paksa
"Loh mama habis nangis ya ? mama kenapa ?"tanya Vino yang menatap mata Asyila yang terlihat menyembab
"Mama nangis ? Engga kok sayang, tadi mata mama kemasukan debu makanya mama jadi keluar air matanya."ucap Asyila berbohong
__ADS_1
Taksi kini sudah sampai di depan kediaman Asyila, ia bergegas membawa anaknya masuk setelah membayar biaya perjalanan. Asyila menyuruh Vino untuk mengganti baju lalu makan siang, sementara dirinya kini sibuk membereskan peralatan di dapur.
"SAYAANGGGG...." panggil Erlan yang berteriak bahkan membuka pintu rumah dengan keras.
Asyila melirik ke arah suara itu berasal, lalu ia kembali menyibukkan dirinya sendiri. Erlan melihat jika istrinya sedang berada di dapur, namun saat ia akan menghampirinya Vino malah memanggilnya."Papaa....." panggil Vino sambil berteriak dan berlari ke arah Erlan
"Hai sayang.. Vino sudah pulang sekolah ?"tanya Erlan sambil mengelus kepala Vino dan matanya sesekali melirik istrinya.
"Iya Papa.. Papa ko tumben udah pulang ? Kangen mama ya ?"goda Vino dengan nada menggemaskan.
"Iya Papa kangen kalian makanya Papa pulang cepet dari Kantor."ucap Erlan sambil tersenyum pada Vino, namun matanya masih terus sesekali melirik Asyila.
"Papa tadi Mama menangis di dalam taksi sampai matanya menyembab. Vino tanya kenapa,mama bilang kalo matanya kemasukan debu."ucap Vino polos
Erlan kembali dirundung perasaan bersalah. Kejadian di ruangannya tadi pasti sudah membuat Asyila merasa sakit hati."Hmm Vino ke kamar dulu ya, Papa mau bicara sama mama."titah Erlan dan direspon anggukan oleh anaknya.
Vino bergegas masuk ke kamarnya, namun Asyila justru berucap."Vino makan dulu ya sayang, setelah itu mama temani membuat PR. Kemari sayang mama suapi."titah Asyila
Vino berjalan ke arah Asyila, sementara Erlan menarik nafasnya dalam. Istrinya seperti sedang menghindar darinya saat ini. Erlan tak bisa berbuat apapun, ia kemudian berjalan ke arah kamarnya dengan gontai dan dengan perasaan bersalah.
Erlan tengah merebahkan dirinya di kasur. Tak lama pintu kamar terdengar dibuka oleh seseorang dan menampilkan istrinya yang terlihat lelah dengan segala pekerjaan yang ia lakukan di bawah sana.
"Sayang..."panggil Erlan
Asyila hanya melirik lalu ia bergegas masuk ke kamar mandi. Erlan gusar melihat istrinya yang seakan menjauhinya saat ini. Ia tak bisa diperlakukan seperti ini. 15 menit berlalu kini Asyila sudah terlihat lebih segar, ia kemudian berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengambil hijab instantnya.
GREP
Erlan dengan cepat memeluk Asyila dari belakang, menaruh kepalanya di ceruk leher Asyila dan menghirup aroma memabukkan dari istrinya.
__ADS_1
"Udah ya marahnya. Mas ga tahan kamu diemin kaya gini."ucap Erlan manja sambil memejamkan matanya.