
Seorang wanita dengan jas berwarna putih tengah sibuk memeriksa wanita yang sedang terbaring lemah di brankar Rumah sakit. Ya.. saat ini dokter yang bernama Eva Maharani itu tengah memeriksa Asyila yang 1 jam lalu pingsan saat menghadiri acara resepsi Arkan dan Amanda. Ia tengan focus memeriksa Asyila. Mulai dari mengecek denyut nadi dan hal lainnya. Dokter Eva yang berprofersi sebagai dokter OBGYN itu tersenyum saat selesai memeriksa Asyila. Ia beranjak meninggalkan ruangan Asyila, namun saat membuka pintu
Erlan sudah menghadangnya. Wajah Erlan yang terlihat panic
membuat dokter obgyn itu tak kuasa untuk menahan tawanya.
“dokter bagaimana ? Istri saya sakit apa ?”Tanya Erlan tak sabaran.
“Begini Pak.. kondisi istri bapak ini wajar dialami oleh setiap wanita yang memang sedang mengandung.”ujar dokter Eva.
“Ma-maksud dokter bagaimana ?’tanya Erlan tak paham.
Dokter Eva tersenyum lalu berjabat tangan dengan Erlan yang masih tak mengerti maksud dokter itu.” Selamat Pak.. istri bapak tengah mengandung buah cinta kalian.”ujar dokter Eva
“ Istri saya hamil dok ?” Tanya Erlan masih tak percaya.
“ Benar Pak.. istri bapak tengah hamil saat ini, saya perkirakan usia kandungannya sudah memasuki minggu keempat. “ujar dokter Eva
“ Tapi kenapa dia bisa pingsan tadi dok ?” kali ini Nayla yang bertanya.
“ Ini biasa terjadi mba, apalagi pada usia kehamilan yang masih muda. Untuk itu tolong jangan sampai nona Asyila mengalami kelelahan atau stress, karena itu akan berpengaruh pada perkembangan janinnya.”jelas dokter Eva, lalu pandangannya beralih pada Erlan. “ Dan untuk anda Pak, sebaiknya dalam 3 bulan ke depan tidak melakukan HB bersama istri ya, mengingat janin masih sangat muda dan rentan untuk keguguran.” Tambah dokter Eva.
__ADS_1
“Ba-baik dokter.”ujar Erlan sedikit ragu. Ya Allah apa ini ? aku tidak bisa menyentuh istriku untuk 3 bulan ke depan. Apa aku bisa menahannya ?lirih Erlan dalam hati.
“Lalu apa Asyila harus dirawat dokter?” Tanya Bagas kali ini.
“Saya rasa tidak perlu Pak. Lagipula saat diperiksa semuanya normal. Jadi saat nona Asyila sudah sadarkan diri kalian bisa membawanya pulang.”ujar dokter Eva, lalu memberikan selembar kertas pada Erlan.” Saya sudah siapkan resep vitamin dan saya pesan untuk kembali datang 2 minggu ke depan untuk memeriksa kondisi janin dengan metode USG.” Saran dokter Eva
“Baik dokter.. Sekali lagi terimakasih.” Ujar Erlan sambil tersenyum.
“ Baik Pak.. saya permisi kembali jika begitu” ujar dokter yang dibalas anggukan oleh Erlan.
...……...
“ Kenapa aku bisa disini ? Awhhh….” Lirih Asyila
Erlan yang selesai menebus resep vitamin, tiba-tiba terkaget melihat Asyila sudah tersadar. Ia segera hampiri istrinya itu. ” Sayang… kamu udah sadar hmm?” Tanya Erlan sambil memegang bahu Asyila dan tak lupa mencium kening istrinya.
“Mas… kenapa aku bisa ada di rumah sakit ? aku kenapa ?”Tanya Asyila
“ Kamu tadi pingsan sayang saat di resepsi Bang Arkan. Apa yang kamu rasakan hm ?”Tanya Erlan
“Pusing sedikit mas..”lirih Asyila
__ADS_1
“ Kamu kenapa ga kasih tau mas sih sayang soal kondisi kamu hmm” ujar Erlan
“Kondisi aku ? emang aku kenapa ?” Tanya Asyila
Erlan tersenyum,lalu tangannya mengelus perut istrinya.” Kenapa ga bilang kalo kamu lagi hamil hmm ?”Tanya Erlan
Asyila membelalakkan matanya tak percaya“A-A-Aku hamil mas ?” Tanya Asyila
“ Kamu juga belum tau soal ini sayang ?”Tanya Erlan
Asyila menggelengkan kepala, lalu tangannya ikut terulur mengelus perutnya.’Aku hamil… Alhamdulillah terimakasih Ya Allah”lirih Asyila
Erlan membawa Asyila ke dalam pelukannya, tak lupa ia hadiahi kecupan di seluruh wajah Asyila.” Terimakasih sayang mas bahagia..I Love You istriku” ujar Erlan lalu mencium bibir Asyika dan sedikit **********.
“ Aku juga bahagia mas.. Akhirnya doa kita selama ini Allah kabulkan… Aku janji akan menjaga dia sampai waktunya tiba kita akan bertemu dengannya,” ujar Asyila sambil mengelus perut ratanya.
Erlan lalu mendekat ke perut Asyila, ia cium perut Asyila dan berbisik “ anak Ayah baik-baik di dalam perut bunda ya nak.. jangan buat bunda kesulitan sayang.. ayah dan bunda sayang kamu” ujar Erlan lalu kembali mencium perut Asyila.
“ Kami juga menyayangi ayah… I love you mas Erlan” ujar Asyila sambil tersenyum.
Erlan lalu mendekap erat Asyika dalam pelukannya. Terimakasih Ya Allah karena menitipkan anugerah terindah untukku dan juga Asyila… lirih Erlan dalam hati.
__ADS_1