
Dokter tengah memeriksa kondisi Vino saat ini. Sementara Asyila, Erlan dan Mama Shindy tengah menunggu di luar.
"Mas.. tenang ya serahkan semua sama Allah."ucap Syila seraya mengelus bahu Erlan
"Aku bukan Papa yang baik untuknya Syil, aku lalai menjaga Vino, aku lalai menjaga putraku."ucap Erlan yang terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
"Tidak ada yang bersalah disini mas, ini semua kecelakaan jadi jangan salahin diri kamu ya"ucap Syila menguatkan Erlan
Tak lama dokter keluar dari ruangan Vino. Semua yang tengan duduk lantas berdiri dan menghampiri dokter.
"Bagaimana anak saya dokter ?"ucap Asyila dan Erlan bersamaan
Dokter sedikit tersenyum lalu berkata "Pak, Bu tenang saja anak kalian sudah melewati masa kritisnya. Sungguh hari ini saya baru bisa menyaksikan bagaimana kebesaran-Nya, sungguh ini sebuah keajabain. Tadi saya sempat menyesal karena tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien, namun atas kehendak-Nya pasien bisa kembali bersama kalian. Ini tidak lepas juga dari peran Nona tadi, sepertinya ikatan batin antara Nona dan pasien itu sangat kuat."jelas Dokter
"Tapi sekarang dia sudah sadar dok ?"tanya Asyila
"Untuk saat ini pasien masih belum sadarkan diri, berdoa saja dalam beberapa hari ke depan pasien bisa segera siuman. Dan satu lagi mengenai pendonor yang akan mentrasfusikan darah untuk pasien sudah ada ? kami harus segera mentransfusikan darahnya ke tubuh pasien, karena kondisi pasien ditakutkan mengalami ketidakstabilan lagi."ucap Dokter
"Saya belum menemukan orang yang berkenan Dok, tapi Papa saya sedang mencari. Bisa dokter bersabar sedikit"ucap Erlan terlihat lesu
"Maaf mas, apa golongan darah Vino ?" tanya Asyila
"AB rhesus negatif, keluargaku tidak ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan Vino."ucap Erlan menyerah
"Mas gausah khawatir, aku akan donorkan darahku untuk Vino, golongan darahku juga sama seperti Vino."ucap Asyila
Erlan mendongakkan kepalanya, menatap sekilas Asyila yang kini ada di hadapannya."Benarkah Syil ? Kamu tidak keberatan ?"tanya Erlan.
"Vino sudah seperti anakku juga mas, aku akan melakukan apapun demi Vino. Bahkan nyawaku pun siap aku berikan untuk Vino"ucap Asyila sambil tersenyum
"Terimakasih banyak Syil"ucap Erlan tanpa sadar memeluk Asyila
"M-m-mas.."ucap Syila gugup
Erlan melepaskan pelukannya dari Syila."maaf aku tadi spontan karena.."ucapnya tertahan
__ADS_1
"Tak apa mas, aku paham ko. Kalo gitu aku akan pergi untuk mendonorkan darahku untuk Vino, aku permisi mas."ucapnya pada Erlan
"Tante, aku permisi sebentar ya.."ucapnya pada mama Shindy
2 jam berlalu
Asyila kini kembali ke koridor tempat Erlan dan mama Shindy menunggu. Donor darah yang dilakukannya kini sudah selesai. Asyila kembali menghampiri Erlan yang tengah duduk di kursi koridor.
"Mas Erlan.."panggilnya
"Syil, sudah selesai ?"tanya Erlan
"Sudah mas, transfusi sedang dilakukan oleh Dokter. Kita berdoa semoga Vino akan kembali lekas pulih secepatnya."ucap Asyila sambil tersenyum
"Nak.."panggil mama Shindy yang tiba-tiba menghampiri Asyila
"Ya Tante ? Ada apa ?"tanya Asyila
"Terimakasih nak karena kamu sudah menyelamatkan nyawa cucu Tante, terimakasih juga karena kamu sukarela mendonorkan darahmu untuk cucu Tante. Tante tidak tahu harus membalasnya dengan apa. Bahkan dengan uangpun sepertinya tidak cukup nak."ucap mama Shindy seraya memegang tangan Asyila
Dokter tiba-tiba menghampiri mereka."Permisi semua,saya hanya ingin memberi tahu kondisi pasien saat ini sudah stabil namun masih dipengaruhi oleh obat bius, pasien akan siuman dalam 24 jam ke depan. Jika keluarga ingin menemui pasien silahkan."ucap Dokter.
"Baik terimakasih dok."ucap Erlan.
Dokter pamit meninggalkan mereka, dan saat itu merekapun bergegas masuk ke ruangan Vino. Asyila dan Erlan bergantian mencium dahi dan pipi Vino.
"Segera buka matamu ya sayang, Bunda rindu sekali padamu"ucap Asyila sambil mengelus kepala Vino
"Papa juga merindukanmu sayang, Ayo segera sembuh kita bermain lagi bersama Bunda"timpal Erlan sambil menatap sekilas Asyila
Asyila hanya menunduk untuk menyembunyikan senyuman dan kegugupannya."Nak, apa tidak sebaiknya kamu pulang ? Kamu sudah terlalu lama disini, tante tidak berniat untuk mengusirmu tapi kamu juga perlu istirahat nak."ucap mama Shindy
"Tak apa tante aku juga baik-baik aja, aku sudah mengabari mama dan papa kalau aku akan menginap di rumah sakit dan mereka sudah mengizinkan."ucap Asyila
"Baiklah tante akan minta perawat menyediakan kasur untuk kamu istirahat ya."tawar mama Shindy
__ADS_1
"Tidak usah tante, aku akan menemani Vino sampai dia siuman, aku tidak akan bisa tidur dengan tenang bila belum melihat Vino membuka matanya." tolak Asyila
"Sebaiknya mama pulang aja, gausah khawatir sama kondisi Vino ma, Erlan dan Asyila disini menemani Vino. Mama harus perhatikan juga kesehatan mama, jangan khawatir perkembangan Vino ma,akan Erlan kabari mama jika Vino sudah siuman."ucap Erlan
"Baiklah kalo gitu mama pulang ya nak, Asyila tante pulang dulu ya nak." pamit mama Shindy
"Iya tante hati-hati ya."ucap Syila sambil tersenyum
Kini dalam ruangan itu hanya ada Erlan dan Asyila. Suasana sedikit canggung namun Erlan memulai percakapan untuk menghilangkan rasa kecangunggan masing-masing.
"Syil, kamu perlu sesuatu ?"tanya Erlan.
"Engga ada mas, aku lagi ga pengen apa-apa." jawab Syila
"Kamu yakin mau semalaman menjaga Vino ?"tanyanya lagi
"Aku gabisa tinggalin anakku sendirian mas, kalo misal Vino siuman dan ga ada siapapun disini kasian kan Vino." ucap Asyila sedikit memanyunkan bibirnya
"Kalo kamu lupa Syil, dia juga anakku loh. Yaudah iya deh bundanya Vino, papa nurut aja."canda Erlan
"Mas Erlan apaan sih. Mas sebaiknya tidur udah malem juga, mas pasti besok harus ke Kantor kan."ucap Syila
"Aku tidak akan datang ke Kantor sebelum Vino pulih, lagipula ada Aldo yang bisa menghandle segala pekerjaanku Syil."ucap Erlan
"Yaudah terserah sih."ucap Asyila malas.
Rasa kantuk perlahan menyerang Asyila, dengan posisi duduk di sebelah ranjang Vino dan terus menggenggam tangan anaknya itu perlahan Asyila mulai masuk ke dalam mimpinya. Erlan yang melihat Asyila tertidur dengan posisi itu sedikit menarik bibir tipisnya. Ia perlahan menghampiri Asyila dan Vino. Ia elus kepala Vino dan tak lupa memberi ciuman selamat malam di dahi Vino.
"Selamat malam jagoan Papa."bisiknya pada Vino
Kini ia beralih menatap Asyila, ia tatap begitu dalam pemilik mata indah itu. Tangannya terulur untuk mengelus kepala Asyila yang tertutup hijab. Perlahan kepalanua ia dekatkan ke wajah Asyila dan...
CUP
Tanpa sadar Erlan mencium dahi Asyila. "Selamat malam wanitaku, Aku mencintaimu"bisik Erlan
__ADS_1