
MASIH PART ALDO AND SHEILA NIH GUYS...
LANJUT YUKK....
Sementara Aldo mengajak Sheila untuk sejenak menenangkan hatinya di Danau tempat Aldo mengajaknya pertama kali saat itu. Ia tahu jika saat ini perasaan Sheila tengah kacau, mengingat beberapa jam lalu Ajeng seolah-olah menyalahkan Sheila atas apa yang terjadi pada Ajeng saat ini.
Sheila mengerinyitkan dahinya saat Aldo memberhentikan kendaraannya di tempat itu. “Kok kesini ?”Tanya Sheila heran.
“Aku tau perasaan kamu lagi kacau, makanya aku bawa kesini supaya kamu bisa sejenak tenangin pikiran kamu.”ujar Aldo sambil tersenyum.
Sheila terharu akan perlakuan apapun dari Aldo untuknya. “Al terimakasih karena selalu menemani aku di saat seperti ini.”ujar Sheila sedikit terisak.
Aldo mengelus puncak kepala Sheila.”Udah yang terpenting buat aku adalah kebahagiaan kamu.”ujar Aldo.”Yaudah yuk turun”ujarnya lagi seraya mengulurkan tangannya pada Sheila.
Sheila mengangguk.”Iya Ayo.”ujar Sheila sambil tersenyum.
Keduanya sudah turun dalam mobil. Aldo tak melepaskan genggaman erat tangannya pada Sheila. Sheila sedari tadi memperhatikan kedua tangan yang saling bertaut.Hatinya berdesir hangat saat melihat sikap Aldo yang begitu lembut padanya.
Saat Aldo akan mengajaknya ke tepi Danau, Sheila menahan langkahnya. Aldo yang terheran seketika membalikkan badannya.”Loh kenapa ?”Tanya Aldo.”Kita ke tepi danau, biasanya kan kamu suka kesana.”ajak Aldo.
Sheila menggeleng.”Aku mau disini aja.”ujar Sheila pelan.
“Yaudah aku beli minum dulu kalo gitu ya.”ujar Aldo seraya berlalu dari hadapan Sheila.
Setelah beberapa menit kemudian...
“Nih minumnya Sheila.”ujar Aldo sambil memberikan satu botol minuman dingin.
Sheila menerimanya.”Makasih ya Al.”ujar Sheila sambil tersenyum.
Aldo menganggukkan kepalanya.”Sudah merasa baikan ?”Tanya Aldo.
__ADS_1
Sheila menahan tawanya.”Apa sih Al ? Aku ini tidak sedang sakit, ko Tanya aku sudah baikan.”ujar Sheila diselingi candaan.
“Ya ampun, dia sudah bisa bercanda rupanya.”canda Aldo.
Sheila tergelak.”Aku banyak belajar darimu Al.”ujar Sheila.
“Aku bukan gurumu Sheila, untuk apa belajar sama aku.”ujar Aldo.
“Kau bukan guruku memang, tapi aku banyak belajar mengenai hidup darimu Al. Jujur aja selama ini aku ga pernah memiliki teman ataupun pasangan yang sifatnya sepertimu.”ujar Sheila.
“Kamu tau ga Sheila kalo terus-terusan kamu puji aku kaya gitu, hidungku pasti terbang.”canda Aldo.
Sheila tertawa lepas.”Pinokio kali hidungnya terbang.”ujar Sheila.
“Pinokio hidungnya panjang kali bukan terbang. Hahahhaha”ujar Aldo yang juga tertawa.
Sheila menatap Aldo.”Terimakasih Al karena selalu bisa mengembalikan senyumku dan mengembalikan moodku kembali menjadi baik.”ujar Sheila.
Aldo membuang pandangannya dari Sheila. Ia memperhatikan langit yang begitu indah di pandang mata. Sementara Sheila masih betah menatap dalam pria yang ada di sampingnya kini.
Beberapa waktu ia lalui bersama dengan Aldo, ada perasaan yang Sheila rasakan. Perasaan yang pernah ia rasakan saat mendapat perhatian dari Erlan dulu. Namun kini perasaan itu jauh lebih kuat bahkan selalu sukses membuat hatinya berdesir hangat. Dadanya kembang kempis jika Aldo memperlakukannya lembut seperti saat ini. Ya Sheila menaruh perasaan pada Aldo. Ia menyadari itu saat beberapa hari lalu bermain ke rumah Asyila, saat itu tak sengaja ia terus memperhatikan Aldo yang sedang membicarakan pekerjaan dengan Erlan.
*Mbak tau Sheila kamu pasti menaruh perasaan pada Aldo kan. Mbak bisa melihat jika perasaan kamu begitu dalam untuknya. Mbak juga bisa melihat jika Aldo begitu tulus padamu. Terlebih lagi dia juga yang sudah membuatmu menjadi pribadi yang jauh lebih baik sekarang. Terus berdoa Sheila semoga Aldo lah jawaban dari setiap doamu. Mbak doakan yang terbaik untukmu.* perkataan Asyila yang selalu mengganggu pikiran Sheila beberapa hari ini.
Larut dalam lamunannya, Sheila menatap ke arah langit. Langit mulai menampakkan jingganya yang begitu indah. Setiap orang pasti sangat menyukai situasi ini. Senja datang menyapa setiap insan dengan keindahannya.Warna kuning jingga itu menampilkan sebuah keindahan yang teramat.
Namun bagi beberapa orang, terkadang ada yang mengartikan kedatangan senja justru membuatkan merasakan sakit. Senja memang indah, namun keindahannya sesaat. Ia menampilkan keindahan itu hanya sementara, jika malam sudah tiba maka senja akan pergi begitu saja digantikan oleh malam yang begitu kelam.
Sama seperti Sheila yang menganggap jika senja hanya mampu menyakiti dirinya. Keindahan senja yang sesaat tak disukai oleh Sheila. Entahlah ia pun tak tau mengapa ia tak menyukai senja, mungkin masa lalu mempengaruhinya atau bisa juga sebuah kejadian membuatnya tak bisa melupakan jika senja hanya bisa menyakiti hatinya. Sheila masih betah memandang langit di atasnya. Ia tersenyum sinis menatap senja yang perlahan hadir disana.”Senja itu jahat ya Al.”ujar Sheila tiba-tiba.
Aldo menoleh.”Jahat karena dia hanya memancarkan keindahannya sekejap. Hanya ingin menghipnotis penyukanya sesaat kan. Senja hanya datang untuk pergi lagi.”jelas Aldo yang juga tak suka dengan kehadiran Senja.
__ADS_1
Sheila terkesiap dan menoleh kearah Aldo yang berada di sampingnya.“Sedalam itu kamu mengartikan senja ?”Tanya Sheila sambil menatap Aldo."Aku pikir hanya aku saja Al yang tidak menyukai kehadiran senja. Ternyata kamupun begitu."tambahnya lagi.
Aldo menoleh.”Awalnya aku juga suka dengan keindahan senja. Namun karena senja juga yang membuat dia berpisah denganku.”ujar Aldo.
DEG
Seketika Sheila merasakan dadanya sesak teramat. Aldo mempunyai masa lalu dengan seorang gadis.
Ya Tuhan sesak sekali. Ayo Sheila kuatkan dirimu. Gumam Sheila menyemangati dirinya sendiri.
“Kamu sepertinya mempunyai kisah lama yang begitu menyesakkan dada ya ? dan itu terjadi saat senja datang. Benar ?”Tanya Sheila yang penasaran.
Aldo mengangguk.”hmm.. Senja mungkin tau jika dia yang aku temui saat itu adalah seorang gadis yang mampu mencuri hatiku sampai saat ini. Senja ingin gadis itu seperti dirinya, datang sekejap lalu pergi lagi.”ujar Aldo.
Benar dugaanku.. dia mencintai seorang gadis. Ayolah Sheila kuatkan dirimu. Sheila terus bergumam dalam hati.
“Kisah yang menarik Al, siapa gadis itu ? Beruntung sekali dia karena bisa membuat hatimu tercuri olehnya.”ujar Sheila yang saat itu berusaha untuk tersenyum meskipun merasakan sesak yang teramat di dadanya.
“Gadis cantik yang sudah menolongku saat aku hampir saja tertabrak motor 15 tahun lalu. Gadis cantik yang saat itu mengalami luka di bagian lututnya karena menyelamatkan ku.” Ujar Aldo sambil menatap langit di atas sana.
15 tahun lalu ? Tertabrak motor ? Sepertinya kejadian itu tidak asing untukku. Gumam Sheila.
“Aku berniat untuk menanyakan namanya, namun saat itu ia terlanjur pergi karena kedua orang tuanya sudah membawanya ke dalam mobil. Aku ingin menanyakan siapa namanya, namun ia sudah pergi menjauh saat itu. Tapi senja memberiku kenangan indah darinya saat itu, dia sepertinya tidak sengaja menjatuhkan gelang mutiaranya. Dan aku selalu menyimpan rapi juga gelang ini di dalam dompetku. Setiap hari saat senja datang, aku mencoba kembali ke tempat itu berharap dia pun ada disana. Tapi harapanku sia-sia, dia tak datang lagi hingga saat ini.”jelas Aldo sambil menunjukkan gelang itu.
Sheila terkesiap saat melihat gelang mutiara yang ditunjukkan oleh Aldo saat itu.
”Ini…”ujar Sheila tertahan.
SORRY YA GUYS KEMARIN AKU GAK UP, HABIS VAKSIN BOOSTER NIH GUYS, EFEKNYA SANGAT TERASA BAHKAN SAMPE HARI INI😭😭. TAPI BUAT PARA READER SETIA AKU USAHAKAN UNTUK UP HARI INI...🥲🥰
SEMOGA SELALU SUKA DENGAN CERITA CINTA DALAM PENANTIAN YA GUYS...
__ADS_1
SALAM SAYANG DAN CINTA DARI AKU 🥰🥰