
Bagas sedari tadi begitu resah padahal Ajeng selalu bersama dengannya sejak acara itu berlangsung. Matanya selalu melirik ke arah pintu masuk. Pikiran buruk tentang Nayla yang tak akan menghadiri pestanya selalu terngiang sejak pagi.
“Sayang.. ko liatin kesana terus sih ? Kamu lagi tunggu siapa ?”Tanya Ajeng yang sedari tadi bergelayut manja pada Bagas.
Bagas dengan perlahan melepas lengan Ajeng.”Aku lagi nunggu tamu yang lain aja ko, ini kayanya baru rekan kerja sama temen deket aku aja yang datang. Belum semua yang aku undang datang kesini.”kilah Bagas.
“Yaudah aku kesana dulu ya.. Aku mau cicip makanan.”ujar Ajeng sambil menunjuk ke arah makanan yang dihidangkan di atas meja.
*Akhirnya tuh cewe lepas juga. umpat Bagas dalam hati.
Tahan Bagas sebentar lagi semua berakhir. Ujarnya menyemangati dirinya sendiri.*
Tak berapa lama Erlan dan Asyila begitupun Arkan dan Amanda datang ke acara pesta itu. Kecantikan dan ketampanan 2 pasutri ini menjadi perhatian bagi tamu undangan lain. Bagas yang melihat mereka sudah datang dengan segera menghampiri kedua pasangan suami istri itu.
“Hai Bagas.. Selamat ulang tahun ya sahabatku, cepetan nikah.”ujar Asyila sambil mengulurkan tangannya pada Bagas.
Bagas tersenyum.”Makasih sudah menyempatkan datang ya bumil.”canda Bagas.
Mereka bergantian mengucapkan selamat pada Bagas, semua doa dan harapan dari mereka memiliki satu arti yang sama. Intinya mereka ingin Bagas segera mendapatkan pendamping hidup.
Bagas terlihat kecewa, pasalnya seseorang yang sedang ia tunggu sepertinya tidak akan datang. Asyila melihat raut wajah sahabatnya yang sedari tadi menunjukkan rasa kecewa segera ia hampiri.
“Hei kamu ko kaya ga happy gitu sih di pesta kamu sendiri. Kenapa Gas ?”Tanya Asyila yang sebenarnya sudah tau alasan dari Bagas terlihat murung.
__ADS_1
“Apa sih Syil, aku menikmati pestanya kok. “ucap Bagas berkilah.
“Please deh ya Bagas gausah bohong gitu, aku tuh udah kenal kamu lama. Kamu gabisa sembunyikan apapun dari aku.”ujar Asyila.
“Gak ada yang aku sembunyikan Syil, udah lebih baik kamu nikmati pestanya ya. Aku mau sapa tamu yang lain dulu.”ujar Bagas undur diri.
Asyila tersenyum. Aku tahu ko Gas, kamu sedang menunggu adik iparku kan ? Matamu tidak bisa berbohong jika kamu memang sedang menunggunya datang. Aku juga tahu saat ini kamu sudah menyadari perasaanmu pada Nayla. Kamu mencintainya kan ? Aku yakin Allah sudah merencanakan ini. Allah menginginkan kalian bersama. Semoga Allah permudah jalan kalian. Ujarnya dalam hati.
...…....
Sementara di kamar mandi Nayla masih menatap dirinya di cermin. Ia memang berdiam diri saja disana sedari tadi. Entahlah ia tidak siap jika harus berhadapan dengan Bagas saat ini. Dadanya selalu kembali sesak, begitupun hatinya yang selalu sakit saat melihat Bagas di depan matanya. Nayla selalu berpikir jika menaruh perasaan begitu dalam pada lelaki itu adalah sebuah kesalahan. Nayla tengah berusaha untuk sedikit demi sedikit mengikis perasaannya pada Bagas.
“Ayo Nay kamu harus melupakan dia. “gumam Nayla.
Sepanjang itu ia terus menghembuskan nafasnya dengan kasar guna menghilangkan debaran jantungnya yang selalu saja berdetak dengan ritme begitu cepat.
Nayla terlihat sedang mencari sesuatu. Ia sedikit kesulitan mencari kakak dan kakak iparnya di tengah tamu yang begitu banyak berlalu lalang di hadapannya. Ia membalikkan badannya untuk mencari ke tempat lain. Namun seketika ia mematung, Bagas ada di hadapannya saat ini. Debaran jantungnya kembali berdetak cepat. Bagas mendekat dan menatapnya begitu dalam, membuat Nayla seketika menunduk.
“Hai Nay…”panggil Bagas dengan nada lembut.
Nayla masih menundukkan kepalanya.”Selamat ulang tahun Kak, hmm ini hadiahnya. Maaf jika tak sesuai dengan seleramu. Doa yang terbaik untukmu Kak.”ujarnya sambil menyerahkan kado pada Bagas.
“Terimakasih ya Nay.. aku ga perlu kado ini. Cukup kamu datang itu udah buat aku senang kok.”ujar Bagas yang masih menatap Nayla.
__ADS_1
“Nayla permisi Kak.”ujar Nayla yang hendak pergi, namun Bagas dengan sigap menahan tangan Nayla.
“Temani aku disini sampai acaranya selesai. Aku mohon Nayla. Kenapa kamu harus pergi.. kita baru saja bertemu”pinta Bagas.
Nayla mendongakkan kepalanya.”Maaf kak aku..”ujanya terpotong saat melihat Ajeng datang lalu memegang tangan Bagas.
“Hai Nayla aku kira kamu ga datang.”ujar Ajeng dengan sombong.
Nayla tersenyum.”Kak Bagas sudah mengundangku kak, jadi jika aku ga datang rasanya ga sopan aja.”ujar Nayla dengan lembut.
Ajeng tak menghiraukan jawaban Nayla. Ia semakin mendekatkan dirinya pada Bagas.”Hmm sayang mau ditemani kesana dong, kita dansa ya..”ajak Ajeng.
“Ajeng aku lagi gak mau dansa, kamu aja ya.” Tolak Bagas dengan pandangan masih ke arah Nayla.
“Gamau aku mau dansa sama kamu. Ayo sayang..”paksa Ajeng yang langsung menarik tangan Bagas.
Nayla semakin merasa sesak melihat apa yang terjadi di depan matanya. Ia membalikkan badannya, lalu berniat pergi dari acara itu.
Ya Tuhan sesak sekali... please Nayla coba sedikit demi sedikit ikhlaskan saja dia.. kau sadar diri lah dia sudah bersama dengan orang dicintainya. lirih Nayla dalam hati.
SELAMAT TAHUN BARU 2022 🥰
INI EPISODE PERTAMA DI TAHUN YANG BARU GUYS... SELALU IKUTIN CERITANYA YA..
__ADS_1
LIKE, COMMENT, HADIAH JANGAN LUPA.. AUTHOR CINTA READERS SEMUA ❤❤