Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
PENYESALAN


__ADS_3

Sheila masih bergelut dengan pikirannya. Ia masih melamun sedari tadi. Entahlah rasa penyesalannya begitu besar ia rasakan. Aldo sedari tadi hanya memperhatikan Sheila yang sedang melamun. Ia tersenyum dan yakin jika saat ini nasihatnya pasti sudah menggerakkan sisi baik Sheila untuk bisa berubah.


“Aldo…”panggil Sheila yang masih menundukkan kepalanya.


Aldo menoleh”ada apa Nona ?”Tanya Aldo.


“Bisakah kamu mengantarku ke rumah mas Erlan ?”Tanya Syila.


Aldo sedikit ragu.”Hmm bagaimana ya Nona, saat ini kan pak Erlan…”ucapnya tertahan karena Sheila langsung berbicara.


“Aku mohon Aldo, untuk kali ini bantu aku. Ayo cepat Aldo.”ujarnya sambil menarik tangan Aldo.


“Tapi Nona…”ujar Aldo ingin menahan Sheila, namun Sheila tak menggubrisnya. Ia terus menarik lengan Aldo.


Terpaksa Aldo menjalankan kembali mobilnya menuju kediaman Erlan. Dalam perjalanan ia tak henti berdoa semoga Sheila tak melakukan hal-hal yang bisa menyakiti istri dari bosnya itu.


Ya Tuhan semoga dia tidak akan melakukan apapun disana. Jika ia sampai melakukan sesuatu disana aku tak bisa menjamin bagaimana pak Erlan akan marah dan mungkin akan melakukan hal yang lebih untuk membalas nona Sheila.gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Jalanan sore itu tak begitu padat,kendaraan berlalu lalang dengan lancar. Begitu pun mobil yang dibawa oleh Aldo. 30 menit mereka tempuh untuk sampai ke kediaman Erlan. Saat ini mereka telah sampai di depan rumah kediaman Erlan. Sheila hendak turun dari mobil, namun Aldo menahan tangannya.


“Aldo ada apa ?”Tanya Sheila.


“Nona sebaiknya anda tidak melakukan hal ini, bu Asyila saat ini tengah mengandung. Jika sampai dia….”ucap Aldo tertahan karena Sheila melepaskan tangannya dengan kasar.


“Sudahlah Aldo, aku mohon untuk kali ini biarkan aku menemui mbak Syila. Aku hanya ingin mengejar kebahagiaan yang kau maksud tadi.”ujar Sheila yang segera keluar dari mobil Aldo.


Sheila sudah berada di depan pintu rumah Erlan. Ia ragu untuk memencet bel yang ada disana. Namun ia harus melakukan ini demi kebahagiaan yang mungkin akan ia rasakan di kemudian hari.


Ting…Tong..Ting..Tong… suara bel itupun berbunyi.


Tak lama pintu terbuka. Menampilkan wanita berjilbab dengan perut yang sudah terlihat membesar.


“Siapa ya ?”Tanya Asyila yang seketika terkejut dengan kedatangan Sheila.


“Assalamu’alaikum Mbak Syila..”ucap salam Sheila.

__ADS_1


Wajah Asyila mendadak pucat. Ia masih takut dengan Sheila. Bagaimana tidak, wanita di hadapannya ini tak pernah berhenti menganggu rumah tangganya bersama Erlan.”Wa-Walaikumsalam Sheila.. A-A-Ada apa kamu datang kemari?”Tanya Asyila dengan nada takut.


Sheila bisa melihat raut wajah Asyila yang ketakutan melihatnya. Ia memang jahat pikirnya. Sheila lalu bertekuk lutut, merendahkan tubuhnya di hadapan Asyila.


Asyila terlonjak dengan apa yang Sheila lakukan.”Loh Sheila ada apa ? kamu kenapa kaya gini ? ayo berdiri.”Tanya  Asyila.


“Tidak mbak Syila, biarkan aku seperti ini dulu. Hari ini aku ingin memohon maaf pada mbak atas segala perlakuan kasarku pada mbak sebelumnya. Maaf jika selama ini aku selalu menyakiti perasaan mbak, berbuat kesalahan dan terutama selalu berusaha menghancurkan pernikahan mbak dengan kak Erlan. Aku mohon maafkan aku mbak Syila, maafkan aku..”ujarnya dengan tulus sambil terisak.


Asyila menarik bahu Sheila dengan lembut. Ia hapus air mata Sheila dengan ibu jarinya, lalu ia bawa Sheila ke dekapannya.”Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf padaku Sheila. Aku sudah melupakan apapun yang pernah kamu lakukan padaku. Aku senang karena sekarang kamu bisa menyadari kesalahanmu. Itu cukup bagiku.”ujar Asyila sambil mengelus punggung Sheila.


Sheila terisak.”Mbak memaafkanku ? kenapa mbak ? Padahal aku sudah sangat menyakiti perasaan mbak Syila.”ucap Sheila.


Asyila lepaskan dekapannya lalu menangkup wajah Sheila.”Aku tidak berhak membencimu Sheila. Allah saja memaafkan kesalahan hamba-Nya meskipun kesalahan itu sebanyak buih di Lautan. Lalu aku ? yang hanya sebatas umat-Nya, apa bisa membencimu ? Aku tidak bisa Sheila. Lagipula aku tak pernah sedikitpun berpikir untuk membencimu atau marah padamu. Aku sudah melupakan semuanya. Kamu sama seperti Nayla yang sudah aku anggap sebagai adikku. Jadi sudah ya kita lupakan ini.”ujar Asyila sambil tersenyum.


“Mbak begitu baik. Pantas saja jika kak Erlan beribu kali jatuh hati pada mbak Syila, mbak mempunyai hati seperti bidadari. Mbak orang baik. Sheila menyesal mbak sungguh. Sheila ingin berubah menjadi orang yang lebih baik.”ujar Sheila bersungguh-sungguh.


Asyila tersenyum.”Mbak begitu bahagia karena kamu sudah menyadari kesalahanmu dan berniat untuk merubah segala sikapmu. Percayalah Sheila kamu akan mendapatkan kebahagiaanmu nanti. Mbak akan selalu mendoakanmu.”ujar Asyila sambil mengusap lembut wajah Sheila.

__ADS_1


“Terimakasih Mbak.. Mulai hari ini aku akan berubah menjadi orang yang baik seperti mbak Syila. Aku janji pada mbak, aku tidak akan melakukan hal seperti kemarin lagi. Aku ingin berubah menjadi wanita yang baik.”ujar Sheila berjanji sambil menggenggam tangan Asyila.


“APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI ? MENJAUHLAH DARI ISTRIKU !!!! JANGAN SAKITI DIA SHEILA.”Ujar Erlan yang terkejut saat melihat Sheila tengah menggenggam tangan istrinya.


__ADS_2