Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
POSITIF


__ADS_3

“Aku perlu memastikan ini esok pagi. Aku menduga aku sedang hamil saat ini. Tapi aku gamau dulu Abang tau, takut abang ntar kecewa." Ujar Amanda dalam hati.


Keesokkan paginya..


Amanda saat ini tengah berada di dalam kamar mandi. 20 menit yang lalu ia telah melakukan tes pada urinenya menggunakan testpack yang ia beli kemarin siang di Apotek.


Sebelumnya Amanda sudah menanyakan ini pada Asyila, dan jawabannya Asyila semakin meyakinkan dirinya tengah mengandung saat ini.


Amanda masih enggan menatap hasil dari alat tes kehamilan itu. Ia masih memikirkan kemungkinan terburuk jika hasilnya tidak sesuai dengan keinginannnya. Ia takut dirinya akan kecewa.


“ Udah 30 menit aku disini, apa aku liat aja ya hasilnya ?”ujar Amanda bermonolog


Rasa penasaran membuatnya menyerah dan ia pun segera mengambil alat tes kehamilan yang ia letakkan di atas wastafel. Ia mencoba meyakinkan hatinya agar tidak kecewa dengan hasilnya. Seketika matanya terbelalak saat melihat 2 garis merah yang terpampang jelas pada alat itu. Setetes air mata pun tanpa izin keluar dari mata indahnya.


“Alhamdulillah Ya Allah.. hasilnya positif akhirnya aku hamil”ujarnya sambil mengelus lembut perutnya yang masih rata dan tak sadar ia berjingkrak saking bahagianya.


Amanda beranjak ke luar dari kamar mandi itu. Saat pintu terbuka, ia dikagetkan dengan Arkan yang sudah berada di depan pintu kamar mandi.


“Abang ih kaget tau..”ujar Amanda dengan ekspresi terkejut.

__ADS_1


Arkan menarik pinggang Amanda dan memeluknya erat.”Lama banget di dalem, ngapain sih sayang ?”Tanya Arkan yang semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Amanda.


Amanda tahu jika sudah seperti ini, pasti Arkan ingin melakukan olahraga pagi yang melelahkan. Amanda segera menjauh dari Arkan yang sudah dipenuhi dengan gelora hasrat yang mendamba istri cantiknya itu.” Abang jangan sekarang ya, Manda mohon.”tolak Amanda dengan nada halus.


Lipatan di dahi Arkan menggambarkan ia terlihat bingung pada istrinya.”Loh kenapa ? Kamu ada tamu bulanan.”Tanya Arkan sedikit ketus.


Amanda menggelengkan kepalanya, lalu ia bawa tangan suaminya ke perut rata Amanda.” Amanda cuma khawatir Bang, umur dia masih terlalu rentan buat dijenguk sama Ayahnya.”ujar Amanda yang membuat Arkan semakin tak paham maksud dari istrinya.


“Kamu nih apa sih ? Jangan buat teka-teki deh sayang… Abang ga paham.”ujar Arkan dengan tangan masih berada di perut Amanda.


“Nih liat sendiri deh.”ujar Amanda sambil memberikan testpack itu pada tangan Arkan.


Amanda mengangguk.”Hmm kita akan jadi orang tua Abang.. aku hamil…”ujar Amanda antusias.


Arkan seketika memeluk dan mecium seluruh wajah istrinya.” Alhamdulillah Ya Allah… makasih sayang… Abang bahagia… Akhirnya kita bisa kasih mama papa dan Ayah cucu.”ujar Arkan yang saat ini tengah memeluk erat istrinya.


Amanda lepaskan dekapan itu.”Kita jaga dia bareng-bareng ya Bang.” Ujarnya sambil membawa kembali tangan Arkan di perutnya.


Arkan berjongkok lalu ia cium perut rata istrinya.” Anak Ayah baik-baik di dalam perut Bunda ya… Ayah sayang kalian.”ujar Arkan

__ADS_1


“Kami juga sangat menyayangi Ayah..”ujar Amanda sambil mengelus kepala suaminya.


“Kita periksa ke dokter ya hari ini, biar Abang cancel atau reschedule jadwal  meeting Abang bersama klien hari ini.”ajak Arkan.


Amanda menggeleng.”Abang meeting aja, jangan sampe kehilangan kontrak kerjasamanya. Abang harus profesional pokoknya. Papa udah kasih amanah sama Abang, jadi Abang harus tanggung jawab.”tolak Amanda.


“Tapi kita harus cek dia sayang, supaya tau juga umur kehamilan kamu sekarang berapa.”kekeh Arkan.


“Kita ke dokter setelah kembali ke Jakarta aja Bang, lagipula 2 hari lagi kan kita kembali. Abang selesaikan pekerjaan dulu,dia paham kok kalo Ayahnya juga sibuk kerja.”ujar Amanda sambil mengelus perutnya.


Arkan menangkup pipi Amanda.”Yaudah kalo maunya Bunda gitu, Ayah ikutin aja. Tapi setelah sampai Jakarta kita harus segera ya ke dokter. Abang gamau nunda-nunda pemeriksaan kamu.”tegas Arkan.


Amanda elus pipi suaminya.”Iya Abang, sekalian biar Manda ajak Asyila sama Erlan aja kalo gitu. Supaya pemeriksaannya bareng Bang. Gimana ?” Usul Amanda.


“Yaudah terserah kamu aja Sayang.”ujar Arkan.


Arkan kembali memeluk istrinya, dan menciumi seluruh wajah Amanda. Kebahagiaan sedang mereka rasakan saat ini. Benih cinta dan ikhtiar yang selama ini membuahkan hasil, Arkan junior akan lahir dari rahim Amanda. Arkan sangat bahagia karena ia akan mendapatkan seorang anak dari wanita yang sangat ia cintai..


Like,comment,hadiahnya yuk..😊🙏

__ADS_1


__ADS_2