Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
TERBONGKAR


__ADS_3

Bagas telah kembali ke Kantor dengan perasaan yang kacau. Hatinya berkecamuk setelah mendengar pengakuan cinta dari Nayla. Entahlah dia bingung dengan perasaannya saat ini.


Bagas sudah masuk ke ruangannya. Disana ternyata sudah ada Arkan yang tengah duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Arkan menatap tajam padanya, namun pandangan dari kakak sahabatnya itu tak ia hiraukan. Ia dudukkan tubuhnya di kursi kerjanya.


“Bagus banget ya lo baru balik lagi kesini. Bukannya meeting udah selesai 2 jam yang lalu. Lo kemana dulu sih Gas ?”umpat Arkan sambil menatap tajam pada Bagas.


Bagas membuang nafasnya dengan kasar.”Ada urusan bentar tadi Bang, maaf ya. Tapi gue udah kelarin meetingnya kok dan klien suka sama ide dari proyek kita selanjutnya.”ujar Bagas sambil memutar jarinya di meja.


Arkan berjalan menghampiri Bagas.”Lu abis nemuin Nayla kan ?”Tanya Arkan.


Bagas terperangah, bagaimana Arkan bisa tau soal hal ini.”Abang kenapa tau ?”Tanya Bagas.


“Yang lu temuin tuh adek iparnya Asyila. Asyila adek gue ya pasti gue tau dari dia.”ujar Arkan sambil tersenyum sinis.


“Iya gue tadi ketemu sama Nayla bang buat minta maaf tapi kayanya dia ga semudah itu maafin gue.”ujar Bagas dengan sendu.


“Lah jelas dia ga gampang buat maafin lo, apa perlu gue ingetin apa yang udah lo bilang sama dia ?”ujar Arkan semakin memprovokasi Bagas.


“Please lah bang, gue lagi kalut banget ini.”ujar Bagas sambil memijat pangkal hidungnya.


“Lo mending datang kesini deh, dengan begitu lo bakal tau apa yang harus lo lakuin buat ke depannya.”ujar Arkan sambil melempar secarik kertas ke meja kerja Bagas.


“Ini kertas apaan bang ?”ujar Bagas sambil membuka kertas itu.”Ini nomor kamar hotel ? Tapi buat apa gue kesini ?”Tanya Bagas yang tak paham.

__ADS_1


“Udah lo kesana aja dulu, ntar juga tau apa yang harus lo lakuin.”ujar Arkans sambil melenggang pergi dari ruangan Bagas.


...….....


Setelah meminta izin dari Arkan untuk meninggalkan kantor lebih awal, kini Bagas tengah dalam perjalanan menuju hotel yang sebelumnya sudah Arkan sarankan untuk ia datangi.


Roda mobilnya berputar menembus jalanan yang tampaknya tak begitu ramai. Dalam perjalanan ia masih saja memikirkan apa yang sebenarnya Arkan siapkan di hotel itu.


15 menit berlalu, ia sudah sampai di tempat yang Arkan maksud tadi. Ia segera turun dari mobilnya setelah mobil itu ia parkirkan sempurna di tempatnya. Ia berjalan menuju nomor kamar hotel yang Arkan berikan padanya. Lantai 12 adalah tujuannya saat ini. Sebelumnya ia sudah menanyakan ini pada resepsionis hotel saat tadi berada di Lobby.


Ting…..


Suara lift berbunyi,pertanda jika ia sudah sampai di lantai yang ia tuju. Saat ia keluar dari lift, ia tak sengaja melihat seseorang yang begitu ia kenal sedang berjalan menuju salah satu kamar di hotel itu.


Ajeng… dia disini ? tapi untuk apa ? Gumam Bagas.


Ini nomor hotel yang sama yang diberikan oleh bang Arkan tadi. Lalu kenapa Ajeng ada disini juga ?gumam Bagas.


Bagas yang hendak menarik engsel pintu itu, seketika mengurungkan niatnya setelah ia mendengar sayup-sayup suara Ajeng yang sedang berbicara dengan seorang pria.


**Sayang sebentar lagi Bagas kekasihmu yang bodoh itu akan masuk ke dalam jebakan yang kita rencanakan.ujar Rian sambil tertawa jahat.


** Kamu benar sayang, sebentar lagi Bagas akan jadi sumber uang kita. Tak lupa ia juga akan mengakui anak kita sebagai ahli warisnya kelak.balas Ajeng sambil tertawa jahat.

__ADS_1


**Ingatlah kau harus bisa bermain cerdik nanti, jangan sampai kita gagal lagi kali ini.ancam Rian.


** Tenang aja sayang, aku jamin kalo rencana kali ini berhasil. Lagian penghalang kita kan ga ada lagi sekarang.ujar Ajeng sambil tertawa jahat.


** Untung saja saat itu aku tau jika Nayla sudah mengetahui rencana kita untuk memanfaatkan dan menjebak Bagas.ujar Rian.


** Kita satu langkah di depan Nayla, dia adalah orang yang paling berbahaya untuk rencana kita. Jadi saat kamu memberitahuku, aku langsung saja mengadu pada Bagas jika Nayla sudah menuduhku yang tidak-tidak. Untungnya Bagas yang bodoh itu percaya akan kebohonganku. Bahkan aku begitu puas saat melihat Nayla yang diberi makian dan kata-kata Bagas yang kasar. Hahaha Bagas memang bodoh. Dia malah mempercayai orang yang salah.ujar Ajeng.


**Sudahlah kita lebih baik bersenang-senang dulu sekarang, masih ada banyak waktu untuk pesta ulang tahun kekasihmu itu. Aku ingin menjenguk anak kita sayang. Aku merindukannya.ujar Rian menggoda.


**Aku jadi tidak sabar ingin segera membuat Bagas jatuh di perangkap kita. Setelah ini kita tidak akan tinggal di hotel seperti ini. Kita akan keruk semua kekayaan yang Bagas miliki. HAHAHAHAHA.ujar Ajeng sambil tertawa jahat.


Sedari tadi Bagas sudah mendengar apa yang dibicarakan oleh kekasihnya denga pria itu. Seketika darahnya mendidih, emosinya sudah berada di puncak. Bagaimana bisa ia sebodoh ini, ia sudah termakan dengan bujuk rayu dan segala kebohongan Ajeng. Bahkan ia sudah menyakiti hati seseorang yang justru berniat untuk membantunya agar tidak terjebak oleh rencana jahat kekasihnya.


Brengsek kau Ajeng, kau sudah membodohi dan mengkhianatiku.. Aku akan ikuti permainanmu.. Kita lihat apa yang bisa kau lakukan jika aku sudah berada 10x di depanmu.umpat Bagas sambil mengepalkan tangannya.


Ia segera pergi dari sana. Mengingat ia harus mempersiapkan diri untuk acara ulang tahunnya nanti malam. Tak mau berlama-lama, Ia segera meninggalkan hotel itu dan bergegas kembali ke rumahnya.


Sepanjang perjalanan ia hanya bisa mengumpat. Menyesal karena sudah tidak mempercayai nayla yang justru ingin melindunginya. Bahkan saat itu ia juga memaki dan melontarkan kata kasar pada Nayla. Ia mencengkram stir mobilnya dengan erat. Sesekali ia memukuli stir mobil itu dan memaki dirinya sendiri.


Lo emang bodoh Bagas, Lo tolol, Brengsek Lo Bagas… Shiitttttt. Umpatnya pada dirinya sendiri.


Nayla.. maafkan kakak karena sudah tidak mempercayaimu, kakak menyesal telah melakukan itu Nay, kakak memang bodoh Nay. Maafkan kakak…

__ADS_1


Bolehkah kakak egois jika setelah ini kakak ingin mendapatkan hatimu Nay ? Selama ini sepertinya hati kakak sudah menuntunku padamu Nay, tapi aku begitu bodoh karena tak bisa menafsirkan dengan jelas apa maksud dari hatiku. Kakak sudah tau jika saat ini perasaan kakak padamu bukan sekedar sayang untuk seorang adik, kakak mencintai kamu Nay. I Love You Nayla…


Kakak berjanji akan menyelesaikan semuanya. Setelah ini kakak akan berjuang untuk mendapatkan hati kamu. Kamu hanya milikku Nay, Milikku, Milik Bagas. Ujarnya sambil membayangkan wajah cantik Nayla.


__ADS_2