
Asyila berada di Taman saat ini. Bersama kakaknya, ia akan selalu melakukan rutinitas ini. Keduanya berjalan sambil sesekali bercanda dan bercerita.
"Dek istirahat disini dulu yuk."ajak Arkan sambil menunjuk salah satu kursi
"Ayo kak"ujar Syila yang langsung duduk
Tiba-tiba seorang anak laki-laki menghampirinya dan memberikan sebuah paperbag.
"Kak ini untuk Kakak dari seseorang, di dalamnya ada surat tolong dibuka dan baca"ucapnya sambil berlalu pergi
"Hei dek tunggu ini dari siapa ?"ucap Asyila berteriak, namun sepertinya tidak terdengar karena anak itu sudah jauh pergi dari tempat Asyila berdiam saat ini
"Coba buka dulu dek, siapa tau isinya bom atau teror"canda Arkan
"Ishh Kaka ah jangan bikin aku takut"ucap Asyila sambil membuka paperbag itu. Asyila lalu membuka paperbag itu, matanya tak berkedip saat melihat gaun berwarna abu tua yang lengkap hijab yang senada memberikan kesan elegan jika seorang wanita memakainya. Tak sampai disitu, Asyila juga tertarik pada secarik surat yang bertuliskan "Asyila",karena penasaran lalu ia membuka dan membaca isi surat itu.
Temui aku di danau dekat Taman malam ini pukul 8, gunakan gaun yang sudah aku siapkan. Aku menunggumu🤍
"Siapa dia ? Dia ingin bertemu denganku ?"gumam Asyila
"Udah gausah kebanyakan mikir, pake gaunnya terus dateng aja ntar kamu bakal tau sendiri tujuan dia apa kan ?Sekarang kita pulang yuk dek"ucap Arkan
"Kaka bener juga, yaudah yuk"jawab Asyila
🌹🌹
Pagi berganti malam, Asyila kini sudah tampil cantik dengan gaun yang diberikan seseorang tadi pagi. Tak lupa ia poleskan make up di wajahnya yang semakin menambah kecantikan untuk Asyila. Kini ia sudah bersiap untuk pergi, namun saat sudah di depan rumah ia melihat sebuah mobil yang asing sedang menunggunya.
"Nona Asyila kan ?"tanya supir itu
"Iya benar, Bapak mencari saya ?"tanya Asyila
"Saya hanya ditugaskan untuk mengantarkan nona malam ini ke danau karena tuan muda sudah menunggu disana."ucap supir itu
Tuan muda ? Sebenernya siapa dia ?Guman Asyila
"Silahkan nona"ucapnya seraya membukakan pintu mobil
"Oh Baiklah Pak,terimakasih"ucap Asyila
__ADS_1
Selama perjalanan Asyila hanya berdiam. Pikirannya saat ini masih tentang siapa dia yang ingin menemuinya malam ini. Bahkan dia seperti sudah mempersiapkan dengan baik rencana pertemuannya. Asyila bahkan tak menyadari jika sekarang ia sudah sampai di tempat itu.
"Nona.. kita sudah sampai.. Silahkan"ucap supir itu seraya membuka pintu mobil
"Ah iya Pak, maaf tadi saya melamun. Terimakasih" ucap Asyila seraya keluar dari mobil.
"Nona sekarang tinggal ikuti tanda panahnya, karena tuan sudah menunggu. Saya permisi"ucap supir itu
Gelap sekali disini, dimana dia ?Gumam Asyila
Asyila mengikuti intruksi yang diberikan sopir tadi, ia terus berjalan mengikuti tanda panah yang ada disana. Hingga tanda panah berakhir, Asyila masih berdiri dengan dilanda kebingungan.
Dimana orang itu ? Gumam Asyila
Ia terus mencari kesana kemari namun sepertinya tidak ada siapapun disana. Asyila akan berbalik namun dikejutkan dengan cahaya yang hanya memfokuskan dirinya dengan orang yang ada di seberang sana.
Apa dia pria itu ? yang ingin menemuiku ? tapi kenapa aku sepertinya tidak asing ya pada pria itu.Gumam Asyila
Pria di seberang sana sedang berdiri dengan membawa buket bunga yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya. Ia berjalan perlahan untuk mendekati Asyila. Kini ia sudah sampai di hadapan Asyila, namun masih menutupi wajahnya dengan buket bunga itu
"Kamu yang menungguku sedari tadi ?"tanya Asyila
"Benar.. bahkan aku tidak sabar menunggu kamu datang"ucap pria itu
"Kk-Kak Erlan"ucap Asyila tergugup melihat siapa pria itu
Erlan tersenyum"Iya ini aku Syil"ucap Erlan."Bunga cantik ini aku berikan untukmu yang juga cantik malam ini."ucapnya sambil memberikan buket bunga itu.
"Terimakasih Kak"ucap Asyila sedikit malu
"Syila..."panggil Erlan
"Hmm.. ada a.."ucap Asyila terpotong karena Erlan tiba-tiba berlutut di hadapannya
"Maafkan aku Syil, maaf atas semua kesalahan dan kebodohanku."ucapanya sedikit terisak
"Kak ayo bangun, kaka ga pantes kaya gini. Ayo bangun Kak"ucap Asyila seraya memegang bahu Erlan untuk berdiri.
"Kamu sudah memaafkanku Syil ?"tanya Erlan menatap Asyila begitu dalam
__ADS_1
"Tentu Kak, aku sudah memaafkan semua kesalahanmu sebelum kamu meminta maaf padaku. Jika memang ada kesalahpahaman sebelumnya aku sudah melupakan hal itu."ucap Asyila sambil tersenyum
"Lalu tentang perasaanmu untukku, apa kamu sudah melupakan dan membuang jauh perasaan itu Syil ?"tanya Erlan yang masih menatap dalam Asyila
"Aku.. Aku.."ucap Asyila ragu bahkan ia menunduk di depan Erlan
"Lihat aku Syil, tatap aku Syil"pinta Erlan
Asyila mendongakkan kepalanya,ia melihat Erlan yang tersenyum padanya dan sedang menatap dalam dirinya. Entah mengapa ada di situasi ini membuat Asyila sedikit berkaca-kaca bahkan air matanya tanpa izin sudah menetes membasahi pipinya.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku Syil, Bagaimana perasaanmu untukku saat ini ?"tanya Erlan lagi
"Aku sudah mengikhlaskan perasaan ini kak, jika memang kaka sudah menemukan dia yang kaka cintai aku ikut senang, kaka tak perlu khawatir aku sedang belajar ikhlas, mungkin ini sudah rencana-Nya."ucap Asyila lalu kembali menunduk
"Asyila lihat aku"pinta Erlan seraya memegang dagu Asyila untuk menatapnya."Aku mencintaimu Syil"ucap Erlan sambil tersenyum
Asyila terkejut dengan pengakuan Erlan. Ia tatap dalam Erlan namun tidak ada kebohongan disana, ucapannya tulus. Benarkah Erlan mencintainya ? Lalu wanita yang ia maksud saat itu apakah dirinya ?Asyila masih bergelut dengan pikirannya.
Erlan memahami kebingungan Asyila. Ia memegang wajah Asyila dengan kedua tangannya. Ia tatap wanita itu begitu dalam. Ia melihat jika Asyila pun masih mencintainya namun keraguannya masih terlalu besar saat ini.
"Aku masih mencintaimu Syil, hatiku saat ini masih menyimpan namamu, aku hanya menautkan namamu saja dihatiku. Aku selalu mencintaimu dari dulu, sekarang bahkan untuk kedepannya. Wanita yang aku cintai hanya kamu Syil, hanya dia yang bernama Asyila Luthfia Gunawan"ucap lirih Erlan
Dia hanya mencintaiku ? lalu mendiang istrinya ? Apa Kak Erlan tidak mencintai mamanya Vino?Ragu Asyila
Asyila menatap Erlan dalam ada ketulusan di dalam sana, bahkan semua yang dikatakan Erlan baru saja semua bukan kebohongan. Asyila masih terdiam dengan segala hal yang bergelut dalam pikirannya.
Erlan tersenyum, ia begitu memahami keraguan Asyila. Ia kembali memegang wajah Asyila dan mencoba meyakinkan wanitanya itu.
"Kamu meragukanku Syil ? Apa yang harus aku buktikan sama kamu supaya kamu percaya jika aku masih mencintai kamu ?"tanya Erlan.
Asyila menangis, entahlah ia harus senang atau sedih sekarang. "Aku.. aku.. aku juga masih mencintai Kaka hiks..hiks..hikss"ucap Asyila tertunduk
Erlan tersenyum. Wanitanya ini begitu mudah terbawa perasaan. Ia memegang dagu Asyila lalu menghapus air matanya dengan kedua ibu jarinya.
"Kenapa menangis hmm ?"tanya Erlan
"Aku begitu egois selama ini, aku hanya ingin kamu, rasaku padamu sudah terlalu dalam Kak, aku selalu menunggu janjimu."ucap Asyil masih terisak
Erlan tiba-tiba memeluknya, ia membawa Asyila ke dadanya dan ia mengecup puncak kepala Asyila yang tertutup hijab"Jika kamu egois, aku lebih egois karena hanya ingin kamu yang menjadi wanitaku. Bahkan selama ini aku ga pernah memikirkan wanita lain, cuma kamu yang selalu memenuhi hati dan pikiranku.Aku selalu menyebut namamu di setiap doaku. Aku sekarang paham bahwa selama ini sebenarnya Allah sudah menuntun langkahku untuk lebih dekat padamu, meskipun harus ada ujian yang kita jalani."ucap Erlan
__ADS_1
Erlan melepaskan dekapannya. Ia kembali berlutut di depan Asyila "Hari ini, malam ini, di tempat ini aku Erlan Putra Sebastian ingin kamu Asyila Luthfia Gunawan untuk menjadi pendamping hidupku, istriku dan kelak menjadi ibu dari anak-anakku. Aku ingin kamu yang menjadi makmumku saat kita melaksanakan ibadah, menjadi pasangan hingga ke surga, menjadi kekasih halalku.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Asyila Lutfhia Gunawan Will You Marry Me ?"ucap Erlan