
Malam menjelang kini Asyila dan Erlan tengah menikmati makan malam mereka di restoran Hotel tempat mereka menginap.
"Sayang"panggil Erlan
Asyila mendongak dan menatap suaminya." Hmm iya mas ?"jawab Asyila
"Setelah makan aku mau ajak kamu ke suatu tempat ya."ucap Erlan
"Kemana mas ?"tanya Asyila
"It's surprise sayang"jawab Erlan
"Ishh mas nyebelin"ucap Asyila sambil mengerucutkan bibirnya
"Itu bibir gausah dimajuin gitu deh Yank, mau aku cium disini juga"goda Erlan"
"Ih mas mesum deh"ucap Asyila sambil menutup mulutnya
"Hahahaha gemesin deh istri aku"tawa Erlan dibarengi dengan elusan tangannya pada kepala Asyila
Saat mereka tengah menikmati hidangan malamnya, tiba-tiba seorang wanita cantik menghampiri mereka dan Asyila dibuat terkejut karena wanita itu dengan seenaknya mencium pipi suaminya.
"Hai mas Erlan"sapa wanita itu setelah mencium pipi Erlan
"Di..Dinar ?"jawab Erlan sedikit terkejut
"Ternyata mas masih kenal sama aku ya, gimana kabar kamu mas ? Aku ga nyangka bisa ketemu kamu disini."ucap Dinar yang tiba-tiba duduk di samping Erlan
"Saya baik kok Din, kamu gimana ?"tanya Erlan sedikit formal
"Seperti yang mas liat aku baik, tapi hatiku yang ga baik. Apalagi setelah hubungan kita berakhir 3 taun lalu mas."ucap Dinar
__ADS_1
Asyila terkesiap. Suaminya pernah berhubungan dengan wanita itu. Wanita yang penampilannya sangat sempurna, sangat jauh dengan Asyila yang lebih menyukai kesederhanaan.Asyila hanya diam tak berkomentar, ia menjadi penonton setia untuk suaminya dan juga wanita itu.
"Apa yang kamu bicarakan Dinar ? Hubungan yang mana maksud kamu ? Lagipula hubungan kita hanya sebatas sekretaris dan bosnya saja."sanggah Erlan
"Mas lupa ya kalo mama kamu sempet mau jodohin kita."ucap Dinar
DEG
1
Sebuah kenyataan yang membuat sesak Asyila. Ia bahkan menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air mata yang tanpa izin keluar dari sudut matanya.
Dinar melirik wanita yang sedari tadi diam dan hanya menjadi pendengar setia saat dia dan Erlan tengah berbincang.
"Mas wanita ini siapa ya ? Sekretaris baru kamu ?"tanya Dinar
"Dia.."ucap Erlan terpotong karena istrinya menyela perkataannya."Maaf saya sepertinya menganggu kalian, saya permisi"ucap Asyila lalu beranjak dari duduknya dan segera keluar meninggalkan restoran itu.
"Sayang... Sayang tunggu kamu salah paham"ucap Erlan sambil berteriak berharap istrinya mau mendengar namun nihil Asyila tak peduli dan terus berlalu dari hadapannya.
"Maaf Dinar saya harus pergi, sepertinya istri saya salah paham atas perkataanmu tadi."ucap Erlan dan segera pergi menyusul Asyila
Istri ? Jadi wanita tadi itu istrinya mas Erlan ? Ya Ampun dia udah salah paham kayanya, padahal aku tadi hanya berniat menggoda mas Erlan aja. Aku padahal mau kenalin suami aku sama mas Erlan. Haduh gimana ini.Guman Dinar
🌹🌹
Asyila kini tengah termenung di depan jendela kamar hotel. Perasaannya berkecamuk, dadanya terasa sesak. Apa dia bisa menaruh cemburu untuk suaminya. Ia memejamkan matanya guna menenangkan suasana hatinya. Tak lama ia merasakan sebuah tangan yang melingkar di perutnya.
"Sayang....."panggil Erlan dengan mesra
"Hmmm"sahut Asyila pelan
__ADS_1
"Marah ya sama mas ?"tanya Erlan masih setia memeluk Asyila dari belakang, bahkan ia taruh kepalanya di bahu Asyila
Asyila menarik nafas dalam lalu ia berkata"Engga mas, aku gapapa kok. Aku gamau ganggu kamu ngobrol aja tadi makanya aku balik kamar"ucapnya sambil mengelus lengan suaminya yang berada di perutnya
"Kamu gabisa bohong sama mas Yank"ucap Erlan sambil mengeratkan pelukannya untuk istrinya.
Asyila sedikit terisak dan itu membuat Erlan terkesiap. Begitu lembut perasaan istrinya ini. Ia bersyukur bahwa sepertinya Asyila sangat mencintainya. Ia membalikkan tubuh Asyila, dilihatnya cairan bening yang membasahi pipi istrinya. Ia usap air mata istrinya itu dengan ibu jarinya. Ia tatap dalam mata Asyila dan tak lama ia labuhkan ciuman untuk kedua mata Asyila.
"Mas sangat mencintaimu istriku, Asyila Luthfia Gunawan. Hanya kamu wanita yang selalu mas tautkan namanya di hati mas. Yang selalu mas ssbut di setiap doa mas.Sejuta perempuan di luar sana yang lebih cantik dari kamu ga akan bisa kalahin rasa cinta mas buat kamu, Sayang."ucap Erlan seraya memegang pipi Asyila.
Asyila menatap suaminya, hanya ada kejujuran dan ketulusan di mata Erlan. Asyila kemudian menghamburkan dirinya untuk memeluk suaminya.
"Maaf mas aku terlalu egois, aku terlalu dalam cinta sama mas, aku cemburu, dadaku sesak tadi saat denger kalo mas mau dijodohkan sama dia hikss..hikss..hikss.."ujarnya yang kembali terisak dalam pelukan Erlan
Erlan tersenyum lalu mengelus punggung istrinya untuk menenangkannya."Sutt udah jangan nangis lagi Sayang, mas gamau kamu keluarin air mata kamu kalo lagi sama mas."ucap Erlan
Erlan melepaskan pelukan dari istrinya. Ia tangkupkan tangannya ke pipi Asyila."Lihat mas Sayang.. ingat sampai kapanpun hanya kamu yang mas cintai, mas hanya mau kamu yang jadi pendamping seumur hidup untuk mas, mas hanya ingin kamu yang jadi wanita satu-satunya dalam hidup mas. I Love You Asyila."ujar Erlan
Asyila tersenyum"I Love you too mas.. Syila sangat mencintai mas.."ujarnya kembali memeluk Erlan
"Kayanya kita gajadi keluar buat jalan-jalan deh Yank."ujar Erlan
Asyila bingung lalu melepaskan pelukannya dari Erlan."Loh kenapa mas kok gajadi ?"tanya Asyila heran
"Soalnya mas lagi pengen"ujar Erlan dengan nada menggoda
"Pengen apa ?"tanya Asyila yang tak mengerti ucapan Erlan
"Pengen makan kamu nih, kita bikin adik buat Vino yuk"ujar Erlan yang tiba-tiba sudah menggendong Asyila menuju tempat tidur.
Asyila hanya pasrah dengan keinginan suaminya. Bagaimanapun sekarang ia sudah sepenuhnya menjadi milik Erlan. Lagipula kegiatan yang mereka lakukan tidaklah mengundang dosa, justru malah mendatangkan pahala.
__ADS_1
Erlan bersemangat kali ini untuk menggagahi istrinya itu. Bahkan ia melakukan pelepasan beberapa kali, hingga ia tak tega saat melihat Asyila sudah kelelahan. Keduanya saling memeluk dalam satu selimut yang sama. Asyila sudah memejamkan matanya sedari tadi karena sudah lelah dengan aktivitas yang ia lakukan dengan suaminya. Berbeda dengan Erlan, ia masih setia membuka matanya. Ia masih setia memandangi wanita yang kini tengah tertidur di dadanya.
"Terimakasih sayang karena selalu menerima setiap keinginanku dan maaf kamu jadi kelelahan gara-gara aku. Semoga dia cepet hadir di perut kamu ya sayang, sebagai bukti dari cinta aku yang begitu besar sama kamu, dan sebagai buah dari benih cinta kita berdua. Aku yakin setelah dia hadir, ikatan kita akan semakin kuat."ucap Erlan yang tak bosan menghadiahi istrinya dengan kecupan di puncak kepala Asyila dan sesekali tangannya mengelus perut Asyila.