Cinta Dalam Penantian

Cinta Dalam Penantian
HAL BIASA


__ADS_3

Erlan tengah melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Ia sudah tak peduli dengan kecepatan yang ia gunakan untuk berkendara. Jalanan saat itu sepi pikirnya. Sepanjang perjalanan ia sesekali melirik Asyila yang masih memejamkan matanya.


“Sayang… mas mohon bangun..”lirih Erlan yang masih focus menyetir.


Ya Allah lindungi istriku… semoga hasilnya baik-baik aja nanti.. ga ada riwayat penyakit apapun. Pinta Erlan dalam hati.


Kini Erlan tengah sampai di rumah sakit setelah 30 menit membelah jalanan. Ia bawa Asyila ke dalam gendongannya.


“Dokter… Dokter… Tolong istri saya….”teriak Erlan.


Seorang dokter menghampiri.” Ada apa Pak ?”Tanya dokter itu.


“Tolong dok.. istri saya pingsan…”ujar Erlan


“Tenang Pak.. kami akan segera tangani istri bapak.”ujar dokter lalu beralih menatap salah satu perawat.”tolong sus segera bawa ke ruang IGD.”pinta dokter


Tak lama brankar pun membawa Asyila menuju ruang IGD, Erlan masih setia mengenggam tangan istrinya itu.


“Sayang…mas mohon bertahan yaa”lirih Erlan.

__ADS_1


“Pak maaf anda tidak berkenan untuk masuk selagi dokter memeriksa istri anda.”pinta suster.


“Baiklah.. tolong tangani dan selamatkan istri saya sus..”pinta Erlan


“Kami usahakan Pak… anda juga tetap berdoa semoga tidak ada hal yang serius.”ujar suster itu.


Erlan merespon dengan anggukan kepala saja. Ya Allah Lindungi Asyilaku… aku belum siap jika harus kehilangan istriku...ujar Erlan dalam hati.


Tak lama Nayla dan Bagas sampai di rumah sakit. Nayla segera berlari menghampiri Erlan yang tengah duduk sambil menutup wajahnya.


“ Bang.. Kakak ipar gimana ? “Tanya Nayla


Erlan mendongakkan kepalanya.” Masih diperiksa dokter dek..”ujarnya sedikit pasrah.


Erlan lalu memeluk adiknya itu sambil menumpahkan air matanya.” Abang takut Syila meninggalkan Abang… Abang belum siap jika harus seperti itu Nay..”ujar Erlan sambil terisak.


“ Kak Erlan gausah khawatir, gue yakin kok Syila baik-baik aja kak.. kita doakan ya..”ujar Bagas ikut memberi harapan pada Erlan.


“Makasih ya kalian menguatkan Abang..”ujar Erlan

__ADS_1


Tak lama dokter pun keluar dari ruang periksa Asyila. Erlan dengan cepat menghampirinya.” Bagaimana dokter ?” Tanya Erlan antusias.


Dokter tersenyum melihat Erlan yang panik.”Istri anda baik-baik saja, tak perlu khawatir Pak.”ujar dokter dengan santai.


“Dokter ini bagaimana, istri saya pingsan dan anda bilang dia tidak apa-apa ?”sentak Erlan


“Pak begini… istri bapak pingsan itu hal wajar karena kondisinya yang sekarang adalah gejala yang biasa dialami.” Jelas dokter.


“Saya tidak mengerti apa yang dokter ucapkan.”ujar Bagas


“Begini pak.. saya ingin menanyakan dulu, apa istri bapak akhir-akhir ini mengalami gejaal seperti pusing,mual,kram perut ?”Tanya dokter.


Erlan sejenak terdiam dan berpikir.” Iya dokter seminggu ini istri saya selalu terlihat pucat dan selalu mengeluhkan sakit kepala dan sesekali saya sempat mendengarnya mual saat pagi hari. Apa ada yang serius dok ?”jelas Erlan


Dokter tersenyum.” Sudah saya duga Pak, istri bapak seharusnya dibawa ke spesialis OBGYN untuk pemeriksaan lebih lanjut.” Saran dokter.


“ Spesialis OBGYN ? Tapi kenapa ?” Tanya Nayla


“ Biar nanti dokter spesialis obgyn yang akan menjelaskan ya.”ujar dokter

__ADS_1


“Sus tolong panggilkan dokter Eva agar memeriksa pasien tadi.”pinta dokter pada salah satu perawatnya.


Erlan terduduk lemas, pikirannya kacau dan dilanda berbagai pikiran buruk.Ya Allah apa yang sebenarnya dialami istriku ? Apa dia mengidap penyakit parah ? ya Allah tolong aku belum siap kehilangannya.lirihnya dalam hati


__ADS_2