
Cahaya yang menyorotnya sedari tadi berpindah fokus ke arah laki-laki yang tengah membelakanginya. Tampak laki-laki itu mengenakan jas berwarna silver yang menambah kesan tampan bagi siapapun yang melihatnya. Tak lama terdengar alunan musik di tempat itu. Lampu yang tadinya padam tiba-tiba menyala. Menara Eiffel yang gelap akhirnya terang dengan cahaya lampu yang indah. Bahkan tempat itu sudah dihias dengan begitu indahnya. Laki-laki yang sedari tadi membelakangi Asyila kini berbalik dan menampakkan wajahnya. Ya Erlan lah laki-laki itu, dengan setangkai bunga mawar merah.Ia menghampiri istrinya yang masih dalam mode terkejut. Sambil bernyanyi Erlan perlahan-lahan mendekati Asyila.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
__ADS_1
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
Oh-oh-oh, oh-oh
Erlan telah sampai di depan Asyila yang masih dalam keadaan terkejut dan bingung. Laki-laki ini yang menyebabkan penampilannya seperti ini, hatinya bahkan sakit gara-gara suaminya itu. Asyila menunduk untuk mengalihkan pandangannya dari Erlan, entahlah suasana hatinya saat itu membingungkan.
Erlan tersenyum, ia tahu bahwa istri cantiknya itu tengah dilanda kebingungan saat ini. Bahkan ia pun sedari tadi tak tahan saat melihat istrinya menangis sampai terduduk lemas. Ia angkat wajah Asyila, ia menangkupkan tangannya ke pipi Asyila. Sakit.. itu yang Erlan rasakan juga saat melihat masih ada air mata yang istrinya keluarkan. Ia hapus sisa air mata Asyila dan beralih mengecup kening Asyila lebih dalam dan durasi lama.
"Don't cry again baby please"ujar Erlan sambil menarik dagu Asyila menatap istrinya itu dengan dalam
Asyila hanya diam, entahlah semua begitu mengejutkan baginya.
Erlan lalu menjentikkan jarinya, tak lama seseorang datang dengan membawa kue ulang tahun lalu diberikan pada Erlan.
"Selamat ulang tahun istriku. Ayo buat permohonan dan tiup lilinnya"ucap Erlan sambil menyodorkan cake ulang tahun berbentuk Love itu.
Asyila terkesiap. Ini hari ulang tahunnya ? Bahkan ia tak mengingat jika sekarang ia tengah berulang tahun. Pikirannya sedari tadi masih terfokus pada suaminya. Perlahan ia mendekat ke cake ulang tahun itu, ia pejamkan mata dan membuat permohonan. Setelah itu lilin padam karena Asyila sudah meniup semua lilin di cake itu.
Asyila menatap Erlan begitu dalam."Mas ini..."ucapnya tertahan karena Erlan tiba-tiba memeluknya dan membawa Asyila ke dadanya.
"Selamat ulang tahun istriku,wanitaku,pendamping hidupku. Selamat bertemu dengan angka 22 tahun. Semoga di usia kamu yang sekarang,kamu bisa jadi istri dan ibu yang baik. Semoga kebahagiaan selalu ada di sekeliling kamu. Dan semoga aku bisa terus membuatmu tersenyum sepanjang waktu."ucap Erlan yang masih setia memeluk istrinya
__ADS_1
"Terimakasih mas, aku beneran gatau kalo hari ini adalah hari ulang tahun aku. Tolong selalu bimbing dan ajarkan aku ya mas agar bisa jadi istri dan ibu yang baik"ucap Asyila yang kembali terisak di pelukan suaminya
"Maafkan mas jika seharian ini membuatmu khawatir bahkan membuatmu terluka. Mas tadi ga tega liat kamu nangis sampe segitunya, cuma mas tahan dulu karena ini kejutan buat kamu. Maafin mas ya sayang."ucap Erlan yang merasa bersalah
Asyila melepaskan pelukannya dari Erlan."Jadi ini semua rencananya mas ? Wanita tadi juga bagian dari rencana mas gitu ?"tanya Asyila sambil mendelikkan matanya.
"Iya sayang, it's surprise for u. Happy Birthday my wife"ujar Erlan kembali memeluk Asyila
"Ishh mas jahat, mas tega. Aku udah mikir kalo mas selingkuh tadi. Mas jahat, jahat pokonya."ujar Asyila sambil memukul dada Erlan
"Aw.. Aw.. Aw sakit sayang udah dong sakit nih"ujar Erlan mengeluhkan sakit di dadanya
"Ya ampun maaf mas maaf sakit ya ?"tanya Asyila khawatir
Bukan menjawab, Erlan justru menggenggam istrinya dan dibawa ke depan menara Eiffel. Saat sudah sampai Erlan kemudian berlutut dengan kaki yang satunya menopang badan kekar Erlan. Ia mengambil sesuatu dalam saku jasnya. Semua yang Erlan lakukan membuat Asyila kembali berkaca-kaca, entahlah pria yang ia baru nikahi ini selalu saja hadir dengan banyak kejutan yang membuat ia rasanya selalu bahagia
"Mas kamu ngapain ? Berdiri ih"pinta Asyila
"Asyila Luthia Gunawan.. Nyonya Sebastian.. Istriku... di depan menara Eiffel ini aku ingin kembali menegaskan bahwa aku, Erlan Putra Sebastian hanya mencintai kamu dan hanya menempatkan kamu di hatiku. Hari ini juga aku ingin melamarmu untuk selalu berada di sisiku. Asyila Luthfia Gunawan maukah kamu menjadi istriku, pendamping hidupku, wanitaku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?"ujar Erlan
Asyila menganggukkan kepalanya dan menerima uluran tangan dari Erlan."Iya mas aku mau.. aku mau"ujar Asyila
Erlan lalu memeluknya dengan erat"Aku mencintaimu sayang.. sangat mencintaimu.. I Love You istriku."ujar Erlan
Asyila tak mampu berkata apapun, hatinya dipenuhi bunga-bunga kebahagiaan. Suaminya ini begitu memperlakukannya istimewa. Ia hanya menganggukkan kepalanya dalam pelukan suaminya.
"Tutup mata dulu sayang. Aku punya hadiah spesial buat kamu"pinta Erlan. Dan istrinya pun menuruti, Asyila pejamkan matanya. Tak lama Erlan hadapkan sebuah liontin tepat di depan wajah Asyila. "Sekarang buka mata kamu sayang."pinta Erlan
Asyila membuka matanya dan terkejut saat melihat sebuah liontin indah. Liontin yang Erlan berikan pertama kali padanya saat ia akan pergi dulu. Asyila sangat yakin jika liontin itu ia simpan baik-baik di dalam kamarnya, tapi mengapa sekarang liontin itu ada pada Erlan ? Kapan Erlan mengambilnya ?
Asyila yang masih betah dengan lamunannya tak menyadari jika Erlan sudah berada di belakangnya. Ia pasangkan liontin itu di leher Asyila dan tak lama ia memeluk Asyila dari belakang, menaruh kepalanya di bahu Asyila. Mereka kini tengah menghadap ke depan menara Eiffel.
"Aku baru tau kalo kamu masih menyimpan liontin itu dengan baik sayang"ujar Erlan yang masih memeluk Asyila
Asyila membalikkan tubuhnya. Ia lingkarkan tangannya ke leher suaminya."Karena bagiku pemberian dari kamu saat itu adalah tanda cinta yang begitu berharga. Tanda cinta yang begitu besar dari kamu untuk aku mas."ujar Asyila
Erlan mendekatkan wajahnya pada Asyila. Ia tatap dalam wanita yang ia cintai sejak dulu itu. Asyila sudah memejamkan matanya dan siap menerima ciuman dari Erlan. Erlan sudah bersiap menyatukan bibirnya dengan Asyila, namun teriakan seseorang menganggu aktivitas mereka.
"Haduh nih manten baru seneng banget ya nyosor-nyosor. Kaga liat nih kita udah kaya patung aja liatin lu berdua adu keromantisan dari tadi."teriak Arkan.
__ADS_1