
Semua tengah menikmati sarapan yang sudah Asyila siapkan. Erlan dan Vino tampak lahap dan semangat untuk menghabiskan nasi goreng spesial ala mama Syila.
"Nasi gorengnya enak Ma aku suka banget."ucap Vino dengan tak jelas karena masih mengunyah makanan di mulutnya.
"Eh nak makanannya diabisin dulu tuh di dalem mulut. Baru setelah itu Vino boleh bicara.""ujar Syila mengajarkan
Erlan mengelus kepala Vino."Dengerin mama ya Sayang. Lanjutin makannya dulu baru bicara."titah Erlan
"Iya Pa.. Ma.."ucap Vino yang kemudian melanjutkan sarapannya.
Semuanya telah selesai sarapan. Bu Lisda membereskan semua peralatan kotor yang ada di meja makan setelah mempersiapkan Vino untuk bersekolah. Sementara Asyila kini tengah sibuk memasangkan dasi suaminya di Kamar mereka.
"Beres deh mas."ucapnya sambil menatap Erlan
Erlan mengecup dahi Asyila."Makasih istriku."ucap Erlan
"Mas kamu nanti siang mau makan di luar ?"tanya Asyila
"Sepertinya sih engga sayang. Ada apa emangnya ?"ujar Erlan
"Syila berniat mengantarkan makan siang untuk mas nanti, sekalian jemput Vino di Sekolah."ujar Asyila sambil sedikit merapikan jas suaminya yang sedikit berantakan
"Sebentar deh Yank. Tadi kamu bilang mau nganter makan siang sekaligus jemput Vino kan ? Emang kamu ga ngantor hari ini ? Papa masih kamu cuti ?"tanya Erlan
Asyila tersenyum sambil melingkarkan tangannya di leher Erlan."Mas aku sudah memutuskan untuk fokus sama kamu dan Vino, jadi aku sudah tidak bekerja lagi di perusahaan Papa sekarang. Lagipula mama juga memberi nasihat jika aku sudah berumah tangga, aku harus fokus pada keluarga kecilku. Gitu mas.."jelas Asyila
Erlan terheran."Loh padahal mas ga larang kamu ko buat bekerja. Kalo kamu mau ngantor juga gak apa sayang. Lagian mas gamau kamu jenuh kalo di rumah terus."ucap Erlan sambil mengelus pipi Asyila
"Mas ini udah keputusan aku kok. Aku udah bertekad buat fokus sama keluarga kecil aku sekarang."ucap Asyila sambil tersenyum
"Yaudah mas dukung aja semua yang kamu putuskan. Tapi kalo seandainya kamu jenuh, lebih baik kamu ke rumah mama dan papa kita aja, tapi jangan lupa juga kabari mas ya sayang."titah Erlan
"Siap bos suami"ucap Asyila sambil memberi hormat.
Kini mereka sudah berada di teras depan rumah mereka. Asyila tengah berjongkok untuk mensejajarkan posisinya dengan Vino.
"Sekolah yang rajin,turutin apa kaya Ibu atau Bapak Guru ya sayang. Jangan nakal dan jadi anak pinter."ucap Asyila sambil menyubit hidung Vino.
"Siap Mama.. I Love You Mama"ucap Vino lalu mencium pipi dan tangan Asyila
"I Love U too my son."ucap Asyila yang juga mencium pipi Vino
__ADS_1
Vino lalu masuk ke dalam mobil bersama bu Lisda. Kini hanya ada sepasang suami istri yang sedang saling menatap.
"Bakal kangen nih aku sama kamu."ucap Erlan manja
"Ish mas udah ah gombal terus."ucap Asyila sambil menunduk malu.
"Mama...lihat Papa deh, ini aslian Papa pasti harus nahan rindu nih sama Mama."goda Erlan
"Mas udah ah apaan sih. Tuh liat Vino udah nungguin kamu."ucap Asyila mengalihkan topik pembicaraan
"Yaudah iya deh iya. Mas berangkat ya Sayang. Baik-baik di rumah."ucapnya sambi mengelus kepala Asyila
"Iya mas, mas juga hati-hati. Jangan ngebut bawa mobilnya, Semangat ya sayang."ucap Asyila lalu mencium tangan Erlan
Erlan kecup dahi istrinya."Yaudah mas tunggu di jam makan siang ya sayang."ucap Erlan
"Iya mas."sahut Asyila
Erlan pun menuju mobilnya dan tak lama ia berlalu dari pandangan Asyila.
🌹🌹
Setelah mengantarkan Vino sampai di sekolahnya, kini Erlan sudah sampai di VS Corp.
"Pagi..."sapa Erlan kembali sambil tersenyum
Erlan berlalu ke ruangannya. Namun beberapa karyawan masih menjadikannya menjadi topik dari pembicaraan mereka.
"Aura penganten baru mah beda ya."ucap pegawai 1
"Asli deh liat pak Erlan berseri-seri gitu jadi ikut seneng. Biasanya kan masang muka datar mulu tiap kita liat."timpal pegawai 2
"Istrinya pak Erlan berarti orang yang hebat bisa cairin tuh bongkahan es. Hahahaha."celetuk pegawai 1
"Ish kalo kedenger sama Bos gimana ? pecat deh lu langsung."timpal pegawai 2
"Ah udah yuk kita balik kerja."ucap pegawai 1
Sementara Erlan kini sudah berada dalam ruangan Direktur. Ia duduk dan mulai menyalakan laptopnya. Tak lama suara pintu terbuka dan Erlan menatap sekilas.
"Selamat pagi Pak."ucap Mitha sekertaris dari Erlan
__ADS_1
"Pagi Mitha... Apa saja jadwalku hari ini ?"tanya Erlan
"Bapak jam 10 siang ini ada meeting dengan client dari Singapura itu saja pak."ucap Mitha
"Baiklah Mitha terimakasih.. Oh iya meet jam makan siang nanti istri saya akan berkunjung jadi jika dia sudah sampai segera suruh untuk ke ruangan saya ya."titah Erlan
"Baik Pak.. Kalau begitu saya permisi ya Pak."ujar Mitha yang direspon dengan anggukan oleh Erlan
Mitha berlalu, namun saat di depan pintu ia tak sengaja berpapasan dengan Aldo.
"Hai Mitha selamat pagi. Semoga hari kamu menyenangkan ya."sapa Aldo
Mitha hanya melirik sekilas lalu pergi dari hadapan Aldo. Aldo berjalan menghampiri bos sekaligus sahabatnya yang sedang fokus membaca dokumen.
"Serius amat sih bro."ucap Aldo
"Kalo lu kesini cuma mau ngomong yang gak penting lebih baik lu keluar."titah Erlan yang masih terfokus dengan dokumennya.
"Dih lu bro sensi amat deh. Gimana nih 2 minggu liburan honeymoon sama istri bahagia ?"goda Aldo
"Makanya lu nikah biar ngerasain."ucap Erlan datar
"Beda nih yang udah berhasil bobol gawang bawaannya mesum mulu."goda Aldo
"Lah gue ga mesum, tapi itu kenyataannnya. Lu kalo udah nikah mau ngapain aja ga takut dosa bro malah justru nambah pahala."ujar Erlan
"Nih ngomong-ngomong oleh-oleh buat gue mana ?"tanya Aldo
"Gue udah simpen di ruangan lu."ucap Erlan yang masih fokus pada dokumennya.
"Bukan barang yang gue perluin dari lu sama Syila bro."ucap Aldo
Erlan mendongak."Terus lu mau apa ? Kenapa lu gabilang coba kalo pengen yang lain ?"tanya Erlan
"Lah lagian yang gue butuhin bukan barang bro, tapi...."ucap Aldo menggantung
"Apaan ?"tanya Erlan sambil menajamkan matanya
"Ponakan baru gue udah tumbuh belum di perut istri lu ?"tanya Aldo
Dugaan Erlan benar, pasti sahabatnya ini akan berbicara ke arah soal anak."Lagi on proses lu doain aja deh bro."pinta Erlan
__ADS_1
"Semoga deh cepet hadir Erlan juniornya. Si Vino juga udah pantes dapet adek lagi."ujar Aldo
Erlan mengangguk dan kembali dengan dokumen yang ada di di depannya.