Cinta Fey

Cinta Fey
Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Wajah keduanya memerah, Fey memalingkan tubuh ke arah depan. Sehingga membuat Alex tersadar.


“Maaf!” Hanya itu yang terucap dari mulut Alex.


Tiba saatnya mereka menuju ke tempat reuni.


Dalam sebuah gedung tampak telah ramai. Di suatu sudut ruangan tampak Sandra telah tiba. Berapa teman mengelilingi Sandra, rupanya Sandra cukup populer saat SMA.


“Hai ... San! Kudengar kau putus dengan Alex?” tanya Doni.


“Ya! Memang kenapa? Kau mau ganti'in Alex?” tantang Sandra.


“Enggak levellah!” timpal Harry.


“Hm ... siapa yang berani rebut bini gue?” David berseloroh.


Suasana jadi penuh tawa.


“Kabarnya Alex lumpuh, ya?” tanya Rita.


Sandra hanya mengangguk.


“Wah! Kau jahat! Hanya mau sehatnya aja,” bisik Rita.


“Memang kau sendiri mau merawat orang lumpuh seumur hidup!”


Rita hanya angkat bahu.


“Dasar!” umpat Sandra.


“Apa Alex akan datang ke sini?” tanya Elly.


“Enggak, mungkinlah!” Sandra cuek.


“Yakin amat, Neng!” Rita menimpali.


“Ya, yakinlah! Aku kenal Alex sejak pakai abu-abu. Gengsinya tinggi dan selalu nuntut kesempurnaan. Apa kau pikir ia mau datang saat dia lumpuh!” kata Sandra.


“Kau datang dengan siapa?” tanya Rita.


“Tuh!” Sandra menunjuk seorang pria.


“Bukankah itu Andy? Yang dulu ngebet sama kau!” ucap Rita.


“Ya ... begitulah! Saat dengar aku putus dengan Alex, dia gencar pdkt walau dia enggak setampan dan sekaya Alex. Asal enggak bikin malu di bawa jalan,” balas Sandra sambil tertawa.


Hampir pukul 7 malam dalam gedung sudah sangat ramai.


Mobil Alex memasuki area parkir dan mobil pun telah terparkir tak jauh dari gedung. Fey melihat sekeliling, tampak sangat ramai. Banyak orang kaya yang hadir di sana.


Aduh! tanganku gemetar ...


Sudut mata Alex melirik Fey yang gemetar. Alex menggenggam tangan Fey dan menepuk punggung tangannya. Seperti memberi dukungan


“Lex ... aku nervous!” guman Fey lirih.


Fey berusaha tersenyum walau terlihat kaku.


Alex memeluk dan berbisik di telinga Fey.


“Tenanglah ... ada aku di sisimu!” ucap Alex lembut.

__ADS_1


Alex melepas pelukannya, di tatapnya wajah Fey. Alex mengedipkan matanya.


“Kau siap!”


Fey mengangguk.


Ucapan Alex seperti es yang menyejukkan membuat Fey merasa lebih baik. Alex keluar dan membuka pintu mobil untuk Fey. Fey melingkarkan tangan di lengan Alex, masih ada sisa-sisa nervous di sana.


“Apa kau siap, Sayang?” ucap Alex.


Fey mengambil nafas dalam dan tersenyum. Senyum yang manis seperti biasanya telah mengembang di wajah Fey.


Dalam gedung yang ramai, tiba-tiba di pintu masuk suasananya lebih ramai lagi.


“Ada apa, ramai sekali?” tanya Sandra.


“Entahlah!” sahut Elly.


“Ternyata Alex tambah tampan, ya,” kata Sinta saat melintas di hadapan Sandra.


“Iya,” balas Fera.


“Apa! Alex! Hai, tunggu Sin! Kau baru bilang apa?” Sandra mengejar Sinta.


“Apa?” Sinta balik tanya.


“Kau bilang apa?”


“Alex!” ucap Sinta.


“Alex? Kau bertemu di mana?” tanya Sandra.


“Di pintu masuk. Aneh katanya kau pacarnya tapi tak tahu pacarnya datang!”


“Apa! kursi roda!” ucap Fera.


“Iya! Dia datang menggunakan kursi roda, kan!”


“Kau gila, ya! Orang sehat pakai kursi roda. Yuk, Pergi! Lama-lama kita ikut gila,” sahut Sinta ajak pergi Fera.


Sandra tak menggubris ocehan Sinta karena sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Sandra segera menuju pintu utama. Ia penasaran dengan apa yang tadi ia dengar.


Sandra merangsek di kerumunan dan akhirnya bertemu Alex.


Sandra terpana namun segera sadarkan diri. Tanpa rasa malu Sandra menggelayut manja di lengan Alex yang kekar.


“Hai, Lex! Apa kabar!” sapa Sandra.


Sandra langsung nyosor ke pipi Alex, untung Alex sigap mendongakkan wajahnya.


“Aku baik.” Alex dingin.


Alex berusaha melepaskan tangan Sandra yang menggelayut di lengannya.Tapi bukan Sandra kalau di halau demikian mudah. Bagai seekor gurita betina, Sandra semakin menjepit tangan di lengan Alex.


”Sayang! Ternyata kau di sini!”


“Maaf, Sayang! Tadi ada teman menyapa” jawab Alex.


Sandra celingukan mencari sumber suara, hingga membuat pegangan Sandra mengendur. Alex tak menyia-nyiakan kesempatan melepaskan diri dari Sandra. Alex segera menarik tangan Fey, dalam sekejap Fey telah menempel Alex.


“Hm ... kalian sudah saling kenal, kan!” kata Alex.

__ADS_1


Fey mengangguk.


“Mari kita masuk!” Alex mengenggam tangan Fey.


Mereka meninggalkan Sandra dengan wajah seperti kepiting rebus, tangannya mengepal, giginya mengemetak, tingkat kemarahan telah mencapai ubun-ubun seperti ketel uap akan meledak.


“Nanti dulu, bukankah itu gaun yang mau aku beli 2x lipat itu. Kurang ajar! Mereka mempermainkan aku.”


Perhatian orang-orang tertuju pada Alex dan Fey apalagi Fey bukan dari kalangan sekolah mereka. Sehingga membuat mereka penasaran di tambah lagi Alex populer dan idola sekolah di zamannya.


Banyak yang memuji pasang itu, membuat Alex dan Fey jadi raja dan ratu di acara reuni itu. Hal ini membuat Sandra terabaikan, Sandra yang biasa jadi top center menjadi kesal.


“San, Alex baik-baik saja. Kok, kau bilang lumpuh!” kata Rita.


“Yang bilang lumpuh, siapa!” Sandra ketus.


“Kumat ngelesnya,” Rita menggeleng-gelengkan kepala.


Sandra tak mau mundur begitu saja. Dengan tidak tahu malu, ia kembali menghampiri Alex.


“Sayang! Apa kau tak rindu aku!” Sandra percaya diri.


“Tidak! Bukankah, kita sudah putus?”


“Hah! Putus enggak mungkin! Aku sangat cinta padamu. Mana mungkin! Mungkin kau salah dengar!" kata Sandra.


“Salah dengar! Aku rasa telingaku masih sehat! Sudah terlambat, San! Aku dan Fey sudah bertunangan!” ucap Alex.


“Apa tunangan? Ahh ... tidak mungkin. Kau jangan bergurau.”


“Ini buktinya! Tunjukkan jarimu, Sayang!” ucap Alex.


Fey mengulurkan jari di depan wajah Sandra. Sandra melihat cincin yang melingkar di jari manis Fey.


“Kau!”


Sandra melayangkan tangan hendak menampar wajah Fey. Alex dengan cepat menangkap tangan Sandra.


“Jangan coba-coba kau menyakiti calon istriku,”


Alex menghempaskan tangan Sandra.


“Kau sedang bercanda, kan!” kata Sandra.


“Apa bercanda! Kau tunggu saja. Kau pasti kuundang saat kami menikah. Kau tunggu saja undangan dari kami. Tapi apa kau berani datang!”


“Tidak, Lex! Kau melakukan ini untuk menyakitiku, kan? Bukankah, kau bilang hanya akan menikah denganku! Lagipula dia bukan tipemu,” kata Sandra.


“Hm ... jangan bicara tipe denganku. Aku sudah muak dengan tipe sepertimu! Kau yang membuatku merubah tipeku. Aku nyaman dengan tipe wanita seperti dia. Menikah denganmu? Itu sudah jadi masa lalu”


Alex melirik Fey dan menarik pinggang Fey mendekat.


“Kau–kau!” Sandra teriak histeris.


Sandra teriak-teriak, membuat Andy datang menenangkan Sandra.


“Dy ... kau jaga kekasihmu! Bikin bad mood. Ayo, Sayang! Sebaiknya kita pulang!”


Alex mengenggam tangan Fey menuju pintu keluar.


“Lex ... Alex! Kau jangan pergi!” teriak Sandra

__ADS_1


Sandra meronta dalam pelukan andy.


Mereka menuju mobil tak lama mobil meluncur keluar area parkir. Membelah di keramaian kota.


__ADS_2