Cinta Fey

Cinta Fey
Mabuk


__ADS_3

Alex langsung menerobos kamar Sandra. Membuat Sandra yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut.


“Mau apa kau kemari!” teriak Sandra.


“Ha ... ha ... kau lucu! Kau bilang kita suami istri. Jadi bolehkan aku masuk ke kamar istriku!” kata Alex sambil tertawa.


“Huh! Kau bau alkohol. Kau mabuk!” ucap Sandra sambil mengibas-ibaskan tangan untuk menghalau aroma alkohol yang keluar dari mulut Alex.


“Siapa yang mabuk, aku tidak mabuk!” ucap Alex yang berdiri dengan sempoyongan.


“San ... Aku tak tahan lagi. Aku ingin bercinta denganmu, kemarilah!” kata Alex lagi sambil berusaha memeluk Sandra.


”Pergilah ... lebih baik kau kembali saat kau sudah sadar!” usir Sandra.


“Aku mau bercinta denganmu sekarang!” teriak Alex sambil berusaha menangkap Sandra.


“Apa yang kau lakukan!” teriak Sandra yang berusaha menghindar sambil memegang gaun tidurnya dengan kencang.


“Bukankah selama ini, kau mengharapkan aku melakukan kewajibanku sebagai seorang suami,” ucap Alex setelah berhasil menangkap Sandra.


Alex memeluk Sandra, namun Sandra berusaha melepaskan diri dari pelukan Alex. Sandra mendorong Alex dengan sekuat tenaga hingga Alex jatuh di atas ranjang.


“Kau ... berani menolakku!” teriak Alex yang terduduk di tepi ranjang.


“Bukan ... itu maksudku. Itu ... itu ... ka– karena kau mabuk,” sahut Sandra asal.


“Sudah aku bilang, aku tidak mabuk!” kata Alex.


Alex dengan terhuyung-huyung berusaha mengejar Sandra. Sandra yang mengenakan gaun tidur panjang nan seksi tampak susah payah berusaha menghindari Alex.


“Sebaiknya kau kembali ke kamarmu, Lex!” ucap Sandra.


Sandra berusaha menghindari Alex dan membujuk Alex untuk keluar dari kamarnya.


Alex yang pura-pura mabuk, masih bisa bergerak dengan gesit menyergap tangan Sandra lalu menghempaskan Sandra ke ranjang. Dengan cepat Sandra turun dari ranjang untuk menghindari Alex berbuat lebih jauh. Namun Alex kian beringas mengejar Sandra setelah berusaha menghindar tadi.


Saat kesulitan menyuruh Alex keluar kamar, akhirnya Sandra berlari keluar kamar. Ia menunggu Alex keluar dari kamarnya. Begitu Sandra keluar dari kamar, Alex segera membongkar isi tas Sandra yang biasa ia gunakan. Alex tidak menemukan apa-apa kecuali pil KB di dalam tas Sandra.


Tak lama kemudian ponsel Sandra berdering. Ternyata ponsel Sandra berada di atas ranjang.


“Jangan-jangan Andy yang call,” guman Sandra yang bersembunyi tak jauh dari kamarnya.


Wajah Sandra pucat, ia segera berlari kembali menuju kamarnya namun ia kalah cepat dengan Alex. Ponsel miliknya sudah berada di tangan Alex dan masih berdering. Alex menatap tajam pada Sandra.


“Jawab! Gunakan speaker on!” kata Alex sambil menyerahkan ponsel kepada Sandra.

__ADS_1


Wajah Sandra makin pucat pasi, dengan tangan gemetar ia menerima ponselnya dari tangan Alex. Ia melirik layar ponsel untuk melihat siapa yang call namun yang tampak hanya deretan angka saja. Sandra menerima call dengan on speaker.


“Ha–halo!” suara Sandra bergetar.


“San ... ini Rita. Sorry ganggu kau malam-malam begini.”


Seketika Sandra menghela napas lega seperti lolos dari malaikat maut yang berdiri dihadapannya.


Alex merebut ponsel itu dari tangan Sandra.


“Sorry, Rit! Sandra sibuk,” Alex langsung mematikan ponsel Sandra dan menghempaskan ke tangan Sandra.


“Huh! Menganggu kesenangan saja,” ucap Alex sambil meninggalkan Sandra dengan sedikit kesal.


Setelah Alex keluar dari kamar, tubuh Sandra bagai tak bertulang, langsung lunglai lemas di lantai. Kakinya lemas, jantungnya berdegup kencang.


Alex menuju kamarnya, baru saja Alex melewati pintu kamarnya, Tara langsung menerobos masuk. Tara segera menutup pintu kamar Alex.


“Gimana, Lex?” tanya Tara seperti tak sabar.


“Ponselnya belum sempat kubuka. Tapi aku menemukan pil KB dari dalam tas Sandra, tampak beberapa pil sudah ia komsumsi,” jawab Alex.


“Tepat, duga kita! Sandra memang sudah selingkuh. Dia tak mau ambil resiko dengan mengandung benih dari laki-laki lain sehingga ia konsumsi pil KB. Kalau ia memang berniat mendapat anak darimu, enggak mungkin dong ia konsumsi pil KB itu,” ucap Tara.


Tara mengangguk.


“Good job, Lex!” kata Tara sambil menepuk punggung Alex.


“Ngomong-ngomong, tadi kau mabuk beneran?” tanya Tara lagi.


“Ya enggaklah! Aku masih waras, Ra! Kalau aku mabuk, namanya aku menyerahkan diri untuk di terkam wanita gila itu,” jawab Alex.


Tara tertawa terbahak-bahak.


”Tapi tadi kulihat, ia sangat gigih mempertahankan gaun tidurnya. Seperti takut aku perkosa, apa tubuhnya penuh kissmark, Ra?” Alex berargumen.


“Bisa jadi!” balas Tara.


“Mengapa tak kurobek saja gaun itu!” Alex geram.


“Kau tampak menyesal tak melihat tubuh Sandra,” kata Tara.


“Ahh kau, Ra!” Wajah Alex memerah.


“Ha ... ha ... aku tak tahan melihat wajah malumu. Ok ... kita lanjut besok lagi!” Tara berseloroh.

__ADS_1


---


Sandra masih terkulai lemas di lantai kamarnya. Setelah di rasa cukup kuat ia berusaha bangkit.


“Hampir saja ketahuan! kenapa baru sekarang kau minta bercinta denganku, setelah aku dan Andy telah melakukan,” Sandra menggerutu pada diri sendiri.


“Andai saja di tubuhku tak ada tanda memar masih bisa aku kabulkan permintaanmu, Lex! Ini semua karena kau, Andy!” ucap Sandra yang melimpahkan semua kesalahan pada Andy.


Sandra menyesali telah melewatkan kesempatan ini. Bisa memadu kasih dengan Alex menjadi impian Sandra selama ia di nikahi Alex.


Ponsel Sandra berdering kembali ada call masuk, Sandra membaca nama Andy di layar ponsel. Dengan kesal Sandra membanting ponselnya ke ranjang dan ia menangis. Masih merasakan sesak di dada wanita yang selalu tampak modis kali ini tampak kacau.


---


Setelah Tara keluar kamar Alex.


Alex duduk termenung, ia masih memikirkan apa yang baru terjadi kamar Sandra.


Kau yang biasa terlihat garang, saat itu tak kulihat dari dirimu. Hanya ketakutan yang kau perlihatkan padaku. Bukankah kau mengharap, aku mengaulimu. Apa yang kau sembunyikan dariku, apa kau menyimpan kissmark dari laki-laki itu, batin Alex.


“Mengapa tak aku robek saja, itu gaun! Jadi urusannya bakal cepat selesai!” ucap Alex menyesali kebodohannya sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Alex menghela napas


“Hah! Sebaiknya aku mandi”


Alex bergegas menuju kamar mandi untuk mengurangi rasa kesalnya agar ia dapat beristirahat.


---


Malam pun berganti pagi.


Di kamar Sandra, pagi itu mata Sandra terasa pedih akibat menangis semalam. Sandra melihat kedua matanya yang sembab melalui cermin.


Hari ini sebaiknya aku di rumah saja, batin Sandra.


Sandra mencari ponsel yang ia lempar semalam. Ternyata banyak notifikasi call dan chat dari Andy.


Sandra : ”Aku pusing, hari ini aku di rumah saja.”


Sandra mengirim chat itu kepada Andy tanpa membaca chat Andy dari semalam. Sandra segera menganti nama Andy menjadi nama Rita di ponselnya, kemudian ia menonaktifkan ponselnya.


Sandra merebahkan diri, ia kembali menarik selimutnya. Sandra yang masih merasakan sisa rasa kesal dan sesal akibat kejadian semalam.


Seharian ini Sandra lebih banyak mengurung diri di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2