Cinta Fey

Cinta Fey
Menyita Waktu


__ADS_3

“Halo ... Iyo!”


“Halo ... Ra!”


“Iyo, kau keluar sebentar. Aku tunggu di area parkir!”


Tio menutup panggilan Tara melalui HP, ia bergegas keluar gedung. Terdengar suara klakson mobil.


“Iyo!” panggil Tara.


Tara melambaikan tangan berdiri di samping mobil, ia menghampiri Tara di area parkir.


“Hai, Ra!” sapa Tio sambil mencium pipi Tara.


“Hai, Iyo! Aku antar ini!” Tara memberi box pada Tio.


“Apa ini?” tanya Tio.


“Makanan kesukaanmu!” jawab Tara.


“Aduh, jadi merepotkan,” kata Tio.


“Tidak, Iyo! Kau terlalu sibuk merawat pasienmu. Aku kemari, agar kau tak lalai jaga kesehatan sendiri.”


Tio tertohok hatinya, mengaruk kepalanya yang tak gatal.


“Thanks, Ra!”


Tio hanya bisa memeluk Tara yang telah memperhatikan tulus pada dirinya.


“Aku pergi! Jangan lupa di makan, ya!” kata Tara.


Tio mengangguk.


Tara masuk kendaraan dan berlalu dari hadapan Tio. Baru Tio melangkah meninggalkan tempat berdiri.


“Hai, Iyo!” sapa Sandra.


“Hai, San!” Tio sempat celingukan.


Tio merasa Tara belum lama menjauh, Sandra tiba-tiba muncul di sana.


Hm ... bernyali juga ini orang, tak takut kepergok Tara! batin Tio.


FLASHBACK


Sandra standby di area parkir untuk menemui Tio. Sandra melihat Tio keluar gedung IGD menuju area parkir. Ia ingin beri kejutan pada Tio. Saat ia keluar mobil, ia kembali masuk mobil.


“Tara!” kata Sandra.


Sandra mengamati keduanya dari kejauhan.


“Untung aku melihat Tara, kalau tidak bisa kacau rencanaku!” guman Sandra.


Setelah Tara berlalu, Sandra segera menghampiri Tio untuk memberi shock terapi.


---


“Wah! Rupanya aku terlambat!” sahut Sandra.


“Terlambat? Terlambat apa?” Tio bingung.


“Tuh!” Sandra menunjuk box di tangan Tio.


“O ... ini!” Tio menurunkan tentengan box makanannya.

__ADS_1


“Dari pacar?” tanya Tio.


“Ya! Baru saja pergi, kapan-kapan aku kenalkan kalian berdua!” Tio melirik Sandra.


“Ahh ... t–tak usah! Aku tak mau merusak hubungan orang!” Sandra sedikit gugup.


Tio tersenyum tipis melihat ekspresi Sandra.


“Kok merusak? Kan, kita enggak ada hubungan apa!” kata Tio ingin mengorek lebih jauh ekspresi Sandra.


“Ya, itu kata kau. Bagi kami, kaum perempuan beda pola pikirnya!” Sandra memberi alasan.


“Udah, ahh! Aku pergi, terlanjur kecewa. Mau aku ajak makan ternyata sudah dapat kiriman dari pujaan hati!” Sandra bergegas pergi untuk menghindari Tio bertanya lebih jauh.


Ha ... ha ... kau takut bertemu muka dengan Tara, San! batin Tio.


Tio bergegas masuk gedung kembali untuk menikmati makan siang dari Tara. Tio menuju ruang istirahat sekalian makan siang.


Tio membuka bekal yang Tara buat untuk dirinya. Tio selfi sambil menikmati makannya, ia kirim pada Tara.


---


Click. Ponsel Tara ada notifikasi chat.


Hm ... dari Tio! batin Tara.


Tara membaca chat dari Tio.


Tio : “Thanks, Ra! enak rasanya!”


Tara tersenyum melihat foto yang Tio kirim melalui chat dengan ekspresi tersenyum.


Tara kembali termenung di ruang tengah, tak lama Alex melintas di sana.


“Eh ... Ra!” sapa Alex.


“Ada apa, Ra! Main tarik aja!” Alex kesal.


“Lex, ada sesuatu yang salah dengan Iyo!” kata Tara.


“Apa maksudmu?” tanya Alex.


“Akhir-akhir ini, entah sibuk apa! Tio tak ada waktu untukku,” jawab Tara.


“Kau jangan punya pikiran negatif!” kata alex.


Alex kembali ke kamarnya, ia tampak gelisah dengan apa yang Tara sampaikan. Alex merebahkan tubuh di sofa.


“Apa yang menganggu pikiranmu!” kata Fey.


“Tidak ada apa-apa, Fey! Hanya leherku menegang,” sahut Alex.


Tanpa banyak bicara, Fey memijat pundak hingga pangkal leher Alex.


“O ... kau pintar sekali memijat!” kata Alex.


“Hm ... baru tahu, ya! sahut Fey.


Urat leher Alex mulai mengendur, Alex mulai rileks.


“Sudah Fey, terimakasih. Leherku tak menegang lagi,” ucap Alex.


“Fey, aku mau istirahat sebentar,” kata Alex lagi.


“Ok, aku tengok Tian dulu, ya!” sahut Fey.

__ADS_1


Alex mengangguk.


Alex mengambil ponsel miliknya, ia chat Tio. Lalu ia merebahkan diri di ranjang hingga tertidur pulas.


---


Di rumah sakit, Tio menerima notifikasi chat.


Hm ... Alex! batin Tio.


Alex : “Kalau kau ada waktu, aku ingin ngobrol denganmu!”


Tio segera membalas chat Alex.


Tio : “Nanti malam aku senggang, ayo kita bertemu di coffee shop biasa pukul 8 malam!”


---


Saat malam menjelang, Alex akan bersiap pergi ke coffee shop.


“Fey pukul 7 malam, aku ada janji dengan Tio! Nanti malam tak usah menungguku! Kau bisa tidur terlebih dahulu!” kata Alex.


“Ya! Aku siapkan pakaian untukmu,” jawab Fey.


Alex mengangguk.


Fey bergegas menyiapkan pakaian yang akan Alex kenakan saat pergi.


Tak lama Alex telah bersiap menuju tempat janji. Dengan mengendarai mobil sport-nya, Alex langsung meluncur di keramaian jalan. Alex segera menuju coffee shop saat tiba di sana. Tampak di kejauhan Tio telah menunggu dirinya.


“Duduk, Lex!” Tio mempersilakan Alex duduk.


Setelah mereka memesan kopi dan beberapa dessert. Alex memulai pembicaraan serius dengan Tio.


“Apa kabar, Iyo! Kau sekarang jarang main ke rumah?” tanya Alex.


“Kabarku baik. Maaf, Lex! Aku lagi sibuk! Bagaimana kabar Tian?” jawab Tio.


“Baik, Iyo!” jawab Alex.


“Sorry, Lex! Kalau akhir-akhir ini aku jarang temani Tara. Aku sangat sibuk di pekerjaan. Kau tahu sendiri, kerja dokter waktunya flexibel, kadang jam kerjaku bisa lebih ekstra,” kata Tio sambil meminum kopinya.


“Aku bisa mengerti, Iyo!” Alex meletakkan cangkir kopinya.


Tenanglah, Lex! Aku takkan menyakiti hati Tara. Percayalah padaku! Apa yang kulakukan juga demi kalian, karena kalian keluargaku sekarang di dunia ini, batin Tio.


Mereka pun berlanjut perbincangan bagai kawan, lama tak bertemu.


Setibanya Alex di rumah, Tara masih duduk di ruang tengah. Alex menghampiri Tara di sana.


“Ra, aku baru saja bertemu dan bicara dengan Tio,” kata Alex.


“Dia bicara apa?” tanya Tara penasaran.


“Tak banyak, cuma Ia bilang sedang sibuk. Kau harus extra perhatian padanya, bangun kepercayaan diantara kalian berdua. Kau tak akan berpikir yang tidak-tidak. Aku ke kamar, Ra!” kata Alex sambil berlalu dari hadapan Tara.


“Thanks, Lex!” kata Tara.


Alex menuju kamarnya, ia segera membersihkan diri. Saat ini Fey telah tertidur pulas di ranjang namun ia tak pernah lalai menyiapkan piyama untuk dirinya.


Sebelum pergi tidur, Alex menyempatkan menemui Tian di kamarnya. Alex membelai wajah Tian dan mencium kening Tian. Alex merapikan selimut yang Tian kenakan.


Setelah puas Alex memandang Tian, Alex kembali ke kamarnya. Ia naik ranjang dan merebahkan diri di samping Fey. Di peluknya tubuh Fey, Alex mencium kening Fey dengan lembut. Fey mengeliat dan merangsek dalam pelukan Alex. Malam itupun mengantar tidur kedua hingga pagi menjelang.


---

__ADS_1


Di dalam kamar, di atas pembaringan. Tio tak bisa memicingkan matanya, ia gelisah.


Sandra telah menyita waktuku untukmu, Ra! Maafkan aku! batin Tio.


__ADS_2