Cinta Fey

Cinta Fey
Syarat Gila!


__ADS_3

Di kantor, Alex mencari waktu untuk bulan madunya.


Hm ... ada waktunya sehari dua hari, batin Alex.


“Lex, hari ini ada rapat mendadak,” ucap Indra salah satu rekan Alex.


“Sekarang?” tanya Alex.


“Ya,” sahut Indra.


Alex dan Indra segera menuju ruang rapat, masih di lantai yang sama.


Setelah selesai rapat, Alex melihat raut wajah Candra tampak kesal, membuat Alex kehilangan konsentrasi bekerja.


Ada apa, ya? batin Alex.


---


“Ben, coba kau hubungi pabrik di Eropa. Minta kepastian secepatnya!” ucap Candra pada Benny asistennya.


“Baik!” sahut Benny.


Benny keluar ruang, tak lama Benny kembali.


“Aku sudah hubungi Eropa, mereka bilang belum pasti. Tunggu kabar saja,” kata Benny.


“Kalau begini, kita bisa bangkrut. Kita investasi banyak di situ,” ucap Candra.


“Nanti aku coba hubungi mereka kembali,” ucap Benny.


“Ya, kau pantau pabrik Eropa dan tangani juga para investor agar beri waktu juga pada kita,” kata Candra.


Benny mengangguk.


---


Hari-hari yang Candra lalui kian menyesakkan dada. Kesulitan dalam perusahaan ia pukul sendiri. Bahkan Alex pun tak tahu. Namun sepandai-pandainya Candra menyimpan, Alex sebagai anak bisa merasakan ada sesuatu terjadi pada Candra.


Alex melihat Candra di teras rumah, tampak melamun. Alex pun menghampiri.


“Pa, Alex lihat akhir-akhir ini papa tampak murung. Ada apa, Pa?” tanya Alex.


“Papa hanya lelah, setelah istirahat pasti fit kembali,” jawab Candra.


“Jangan terlalu memaksakan diri, Pa!” kata Alex.


Candra mengangguk.


---


Di kantor CEO.


“Maaf, Pak! Ada tamu,” kata Benny.


“Aku tidak ada janji temu dengan siapapun hari ini!” sahut Candra.


“Ya, cuma ia bilang pasti Bapak mau bertemu dengan dia,” kata Benny.


“Siapa?” tanya Candra.


“Danu Hartawan,” jawab Benny.


“O ... suruh dia masuk!” ucap Candra.


Benny segera keluar, tak lama Danu Hartawan masuk kantor Candra.


“Apa kabar, Dan!” sapa Candra.


Candra menjabat tangan Danu, kawan lamanya.


“Baik!” sahut Danu.


Danu menyambut tangan Candra.


“Silakan duduk, Dan! Apa yang membuatmu kemari?” tanya Candra.


“Aku hanya mampir. Aku dengar keadaan perusahaanmu sedang kesulitan investor. Aku bisa bantu kau!” ucap Danu.


“Benarkah! O ... Dan! Kau memang sahabat baikku,” sahut Candra.


Candra merasa ada secercah harapan dengan Danu menawarkan bantuan.

__ADS_1


“Ya ... kita berkawan sudah lama tak ada salahnya saling bantu. Tapi ada syaratnya kawan! Ini syaratnya ...,” kata Danu.


Danu menjelaskan syarat yang ia minta.


“Itu syarat yang kuminta darimu! Aku tak memaksa, terserah padamu!” ucap Danu.


---


Pulang kantor, Candra langsung menuju ruang baca. Candra terduduk, ia geleng-gelengkan kepalanya saat memikirkan permintaan Danu.


Syarat gila! Tak mungkin aku melakukan itu. Sama saja aku menghancurkan dua kali! batin Candra.


---


Mereka sarapan bersama namun raut Candra tak seperti biasa.


“Ada apa, Pa! Kelihatannya Papa lelah!" ucap Tara.


“Tak ada apa-apa, Ra!” sahut Candra.


“Papamu akhir-akhir ini kurang istirahat, entah apa yang menganggu pikirannya,” ucap Anna.


Candra memperhatikan perilaku Fey pada keluarganya, yang dilakukan segenap hati.


Mereka saling mengasihi, mana mungkin aku ...


---


Candra menghubungi Benny melalui intercom.


“Ben, tolong panggil Alex!”


Tak lama kemudian Alex masuk kantor Candra.


“Papa panggil Alex?” tanya Alex.


“Duduk, Lex!” kata Candra.


Alex segera mendaratkan pantatnya di sofa tamu.


“Bagaimana hubungan kalian sekarang?” tanya Candra.


“Baik, Pa! Kami sangat bahagia. Memang kenapa, Pa?” jawab Alex dengan wajah berseri-seri.


Alex keluar kantor Candra seperti orang kebingungan.


Kenapa papa tanya hubunganku dengan Fey di kantor. Apa sekarang papa mengawasiku? batin Alex.


Namun Alex segera menghalau pikiran negatif jauh-jauh.


---


“Lex, papa mana?” tanya Anna.


“Lho, bukannya papa sudah pulang dari tadi. Alex pulang lewat ruang papa, kantor papa kosong,” jawab Alex.


“Aneh akhir-akhir ini, tingkah papamu,” sahut Anna.


“Alex masuk ke kamar, Ma!” ucap Alex sambil. berlalu.


---


Saat masuk kamar Alex mendapati Fey telah tertidur pulas.


Tumben Fey sudah tidur, apa ia lelah.


Alex melangkah berlahan-lahan agar Fey tidak terganggu. Setelah Alex membersihkan diri segera menghampiri Fey yang tertidur pulas seperti baby.


Sifat iseng Alex keluar, ia segera mengambil ponsel dan Alex mengambil beberapa foto Fey dari engkel yang berbeda-beda.


Siapa suruh kau terlalu manis! batin Alex.


Alex pun merebahkan diri di samping Fey, seakan-akan ia tak pernah bosan memandang wajah Fey. Alex menatap wajah Fey hingga Alex tertidur di samping Fey.


---


Fey menggeliat.


“Pagi, Sayang!” sapa Alex.


“Pagi, Sayang!” balas Fey.

__ADS_1


Muuaah.


Fey mencium Alex.


“Tumben semalam kau sudah tidur?” tanya Alex.


“Entahlah, akhir-akhir ini bagian pinggangku pegal-pegal, Lex!” jawab Fey.


“Aku antar kau periksa ke dokter!” ucap Alex.


“Enggak usah, nanti aku bisa periksa sendiri ke dokter. Sebaiknya cepat mandi sana, mau berangkat kerja, kan!” kata Fey.


Alex mengangguk.


“Fey, kau harus periksa. Jangan di tunda, ya!” Alex mengingatkan.


Fey mengangguk.


“Aku berangkat, ya!”


Muaah.


Fey mencium Alex tanpa di minta.


---


Anna menunggu Alex di ruang tengah.


“Lex, hari ini papa tak masuk kantor, tak enak badan,” ucap Anna.


“Tidak pergi ke dokter, Ma?” tanya Alex.


“Katanya cuma lelah, hari ini mau istirahat saja di rumah,” jawab Anna.


“Ok, Ma! Alex pergi,” Alex mencium pipi Anna.


---


Fey sedang memeriksakan diri di sebuah klinik umum.


“Nyonya, sebaiknya Anda periksa ke dokter kandungan!” ucap dokter.


“Kenapa?” sahut Fey.


“Anda mengeluh bagian pinggang ke bawah ada gangguan, kemungkinan Anda hamil, sebaiknya Anda periksa ke dokter kandungan,” jelas dokter.


Fey pergi ke rumah sakit bersalin.


“Selamat Nyonya, Anda hamil usianya baru dua minggu. Nanti kontrolnya satu bulan sekali. Jika Anda sakit, jangan sembarangan makan obat. Kalau sakit berat sebaiknya konsultasikan ke dokter apalagi jika mengonsumsi obat,” kata dokter.


“Hamil! Aku hamil!” ujar Fey gembira.


Seorang dokter masuk ruangan.


“Ga, kau sudah selesai?” tanya dokter tersebut.


“Dr Roy!” sapa Fey.


Fey mengulurkan tangan pada Roy.


“Hai, halo!” Roy menyambut tangan Fey.


“Kalian saling kenal?” Mega melirik Roy.


Dr. Roy dan dr. Mega adalah sepasang suami istri.


“Ya, kenal! Kau ingat temanku Candra yang anak lelakinya kecelakaan?” kata Roy.


Dr. Mega mengingat-ingat.


“O ... yang bikin heboh di IGD itu!” sahut Mega.


“Betul, ini menantu Candra, istri Alex,” jelas Roy.


“O ... aku baru tahu. Kamu cantik.” Mega puji Fey.


Fey hanya mengangguk dan tersenyum.


“Jangan lupa kontrol satu bulan sekali kecuali ada gangguan kau harus periksa.” Pesan Mega.


Fey meninggalkan tempat praktek Mega dengan perasaan senang. Kehamilannya tak melewati deadline yang di tentukan.

__ADS_1


Aku beritahu Alex sekarang. Ahh ... tidak–tidak! Aku kasih surprise, batin Fey.


__ADS_2