Cinta Fey

Cinta Fey
Merajuk


__ADS_3

“Kau ini, tak tahu kalau aku sangat rindu padamu. Aku juga ingin memiliki quality time denganmu!” Alex merajuk.


Fey tersentak, ia tak menyadari yang ia ucapkan tadi membuat Alex kesal tak terkira.


“Ha ... ha ... maaf, Lex! Bukan itu maksudku!”


“Senang, ya! Melihat suamimu ini menderita!” Tangan Alex mengelitik pinggang Fey.


“Ahh ... jangan, Lex!”


Fey menjauh dari Alex namun tak semudah itu, Alex melepas Fey. Alex dengan sigap mengurung Fey di antara kedua tangannya dan pagar teras.


Wajah Alex mendekati wajah Fey perlahan, Fey memejamkan kedua matanya. Melihat tingkah Fey, Alex tersenyum nakal. Alex melewatkan bibir Fey yang mengerucut siap menerima bibir Alex.


“Ternyata kau berharap juga!” bisik Alex di telinga Fey.


Alex berjalan mundur meninggalkan Fey begitu saja. Fey membuka matanya, wajah Fey merah merona saat Alex hanya mengodanya. Fey melihat Alex menjauh darinya, Alex memancing Fey ke ranjang. Fey mengejar Alex hingga keduanya jatuh di atas ranjang. Fey menindih tubuh Alex, keduanya berguling di sana. Alex membalikkan tubuh Fey di atas ranjang dan menindihnya.


Alex menatap wajah bulat Fey, Alex membenamkan wajahnya di telinga Fey. Lidah Alex bermain di telinga Fey, membuat Fey mengeliat.


“Fey ....” bisik Alex disertai hembusan napas menggelitik leher Fey.


“Hm ....” guman Fey dengan mata terpejam menikmati permainan yang Alex lakukan.


Alex menghujani wajah Fey dengan kecupan nakal membuat Fey kian mengeliat di bawah Alex. Alex menjelajahi leher Fey tanpa luput sejengkal pun, tiap inci permukaan kulit Fey hingga membuat bulu kuduk Fey mengembang.


“O ... Lex!” desah Fey.


Fey mengalungkan tangannya di leher Alex dan sesekali meremas rambut Alex saat Alex mendaratkan kecupan di leher Fey untuk mengimbangi rasa geli yang Alex berikan.


“Ya, Sayang, aku di sini!” ucap Alex yang tetap menghujani leher Fey dengan ciuman.


Fey mengigit bibirnya untuk menahan rasa yang sudah lama tidak ia rasakan dari seorang Alex.


Alex mengecup bibir Fey, Fey pun membalas kecupan dengan mencium bibir Alex. Alex tak sia-siakan kesempatan saat bibir Fey terbuka, lidah Alex segera menyeruak di antara bibir Fey. Lidah Fey pun menyambut lidah Alex seperti menikmati es cream yang nikmat hingga Alex mendapat lidah Fey dan melilit dengan lembut.


Fey melepas kancing piyama Alex satu persatu tangan Fey menyusup dan meraba dada bidang Alex dan jari Fey bermain di sana. Alex pun merasakan gelitik yang Fey berikan setelah sekian lama tak pernah ia rasakan. Fey merasakan puncak dadanya mengeras.


“Ahh ... Lex!” rintih Fey melepaskan bibirnya dari bibir Alex saat Alex meremas salah satu dadanya, tubuh Fey kian mengelinjang.


Alex tak mau melepaskan bibir Fey begitu saja ia kembali mengulum seluruh bibir Fey yang merah merona dengan tetap meremas dada Fey yang kian mengeras.

__ADS_1


Alex mulai melucuti dress Fey, kedua dada Fey membulat besar dan menegang menyembul di balik bra. Bra Fey hampir tak mampu menampung dada Fey lagi.


Alex meraba punggung Fey untuk melepas pengait bra Fey dan terpampang dengan jelas dada Fey yang menantang. Alex tak sabar, Alex membenamkan wajahnya di sana. Tangan alex meremas salah satu dada Fey, Alex mengulum puncak dada Fey yang lain dan meninggalkan banyak jejak merah tanda kepemilikan Alex. Mulut Fey kian meracau tak karuan.


“Ahh ... Lex ... o ... Lex,” rintihan dan desahan saja yang keluar dari mulut Fey.


Alex kembali mengulum bibir Fey dari kiri dan kanan seperti mengulum candy. Alex pun tak melepaskan tangan dari dada Fey membuat Fey mengeliat atas perbuatan Alex.


“Bibirmu sungguh lembut, Fey,” bisik Alex.


Fey kian tak terkendali saat tangan Alex menyusup di bawah sana. Alex merasakan bawah Fey yang basah.


“Fey, aku menginginkanmu!” Alex kembali meremas dada Fey dan tetap tak melepaskan ciumannya.


Fey melepaskan bibir Alex saat Alex merasa gemas pada dada Fey.


“O ... aahh,” Fey melenguh saat Alex meremas dadanya kembali.


Fey memainkan lidah di dada Alex dan Fey merasakan sesuatu yang keras di bawah sana, saat Alex menindihnya. Fey meraba dan mengelus dari balik celana Alex yang membesar dan mengeras.


“Aaaargh ....” Alex mengerang saat tangan Fey bermain di bawah sana hingga membuat Alex makin bergairah.


“Ya ... Lex!” Fey pasang wajah memohon dan merangsek di dada Alex dan memainkan puncak dada Alex dengan lidahnya.


Namun tak semudah itu Alex mengabulkan permintaan Fey. Alex menggunakan jarinya mulai menyusup bawah Fey yang masih mengenakan cd.


“Kau sangat basah, Sayang,” bisik Alex.


“Aaarhh ... Lex,” Fey mengeliat tak karuan saat jari Alex menyentuh bagian sensitif Fey di bawah sana.


Alex kembali melakukan kini Alex melepas cd Fey dan jari Alex menyentuh di bawah sana, Alex memainkan jarinya di sana. Alex menurunkan ciuman di bawah sana hingga membuat Fey mengelinjang dan meracau kian intens.


“Aaaahh ... Lex ... ahh ... o ... Lex,” desahan demi desahan Fey lontarkan.


“Ya, Sayang,” sahut Alex kian bersemangat saat Fey meremas lengan Alex dengan kuat. Fey tak tahan lagi dengan perlakuan Alex yang menyentuh titik sensitifnya. Gairahnya telah mencapai ubun-ubun.


“Kau siap, Sayang,” bisik Alex di telinga Fey.


Fey tak menghiraukan lagi yang di katakan Alex. Dengan pasti Alex bersiap menyerang Fey.


“Aaaahh ... sakit, Lex!” teriak Fey sambil menggenggam lengan Alex.

__ADS_1


Alex menghentikan aksinya, ia menarik kembali.


Alex berkata, “Aku akan perlahan, Sayang!”


Fey mengangguk.


Alex lupa, ini pertama kali ia memadu kasih dengan Fey setelah sekian tahun tak melakukannya dan membuat milik Fey seperti virgin kembali.


“Aku coba lagi, Sayang,” bisik Alex lagi.


“Ya pelan-pelan, Sayang!” ucap Fey sambil menggenggam lengan Alex yang kekar.


Dengan perlahan-lahan Alex melakukan kembali dari awal.


“Aaaahh ....” kuku Fey menghujam lengan Alex.


Alex menghentikan aktivitasnya, Fey menarik napas panjang.


“Fey ... aku dorong sekali lagi, ya!” Alex berbisik.


Fey mengangguk.


Kali ini Fey mengigit bibirnya, tangan Fey meremas sprei seperti bersiap dengan segala kemungkinan. Alex mendorong kembali dengan sekali dorong yang di akhiri teriakan Fey.


“Aaaahh ... Lex!” teriak Fey meremas sprei kian kuat.


Alex melihat Fey mulai mengatur nafasnya. Alex mulai bermain dengan berlahan-lahan. Fey mulai bisa menikmati permainannya. Alex menyentuh kembali dada Fey dan memilin puncak Fey dan sesekali bibir Alex bermain di dada dan bibir Fey.


“O ... aahh ... aaaargh,” desahan Fey.


Desahan Fey membuat Alex kian bersemangat memuaskan Fey.


“Aaaahh ... aku ... aku akan keluar Lex ... aaah ... aku tak tahan lagi, Lex,” teriak Fey sambil mencengkram lengan Alex dengan kencang.


Alex mempercepat lagi dan lagi, Alex ingin memuaskan Fey, hingga akhirnya Alex melepaskan benih di rahim Fey kembali.


“Aaaahh ...!” Fey melepaskan cengkramannya dan Alex terkulai di samping Fey. Napas mereka ngos-ngosan dan jantungnya seakan ingin loncat dari tempatnya.


Alex memeluk Fey.


“Makasih, Sayang,” Alex mengecup kening dan bibir Fey.

__ADS_1


__ADS_2